Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 88


__ADS_3

Debby menyipitkan kedua matanya dan kesadaran nya belum pulih sama sekali. Ia menatap kearah langit - langit ruangan itu, ia mencoba mengingat sesuatu tetapi ia lupa.


"Ini dimana?"


"Nona Debby syukurlah kau sudah sadar. Kau tadi pingsan.." Ucap dokter Dafa ia mencoba membantu Debby untuk menyenderkan kepalanya dibed brankar dengan beralaskan bantal dipunggung nya.


"Aku ingat sekarang," Ucap Debby ia kini menatap kearah perut nya yang masih dibaluti dengan pakaian nya.


Ia pun turun dari brankar itu, "apakah ini sudah selesai, saya ingin segera pulang dok." Ucap Debby.


"Tunggu sebentar. Ini obat, kamu harus rutin minum.. dan resep obat nya kamu bisa menebusnya di kasir saja.."


"Obat hamil ini kan dok?"


"Iya dong nona Debby, masa obat lainnya. dan ini fungsinya biar kandungan mu bertumbuh subur dan juga biar bayimu selalu dalam kondisi sehat." Ucap dokter Dafa menjelaskan.


"Baiklah saya permisi." Ucap Debby.


••


Ditengah - tengah perjalanan ia merenungi nasibnya yang begitu malang.

__ADS_1


"*Kau harus mendapatkan balasan nya!"


"Kau telah menghianatiku!"


"Akhhh... jangan!!! hentikan*!!!"


Pikiran Debby terbayang - bayang, kejadian beberapa hari yang lalu. Kini pikiran nya begitu kosong, apa yang dia harus lakukan. Ia hamil! hamil dari pria masa lalunya! apa dia harus membunuh bayi itu? itu tidak mungkin, dia akan berdosa jika melakukan itu.


"Kenapa kau harus tumbuh disini! kenapa!" Ucapnya dalam hati, air matanya menetes.


"Tidak... aku harus menemui dia. pria itu, aku harus meminta pertanggungjawaban nya."


"Pak turun disini saja." titah Debby kepada sopir taksi dan dengan cepat sopir taksi itu menuruti perintah nya menurunkan nya diseberang jalan lampu merah.


Sementara Jeffrey yang berada diapartemen merasa gelisah dengan keadaan temannya itu Debby. Saat tadi Dirinya ingin menuju dapur, tiba - tiba tenggorokan nya merasa butuh air. Ia tidak sengaja bertemu dengan Debby. Ia begitu binggung dengan tingkah temannya itu berjalan seperti maling dan ia mengikuti kemana arah Debby pergi dan saat ia akan mengejar Debby tetapi temannya itu keburu pergi menuruni lift.


"Kemana sih Debby ini? Kenapa perasaan aku jadi ngak enak begini sih?" Ucap Jeffrey menatap jam tangan nya menunjukkan pukul 17.44


"Apa aku susul saja ya? engak deh mending aku tunggu..." Ucap Jeffrey ia kembali ke kamar nya menunggu temannya itu dengan hati begitu gelisah.


Disebuah gudang.

__ADS_1


Debby kembali lagi ke gudang dimana ia diperkosa oleh pria itu. Tetapi saat ia masuk kedalam ruangan itu begitu gelap karena suasana hampir malam, karena tidak ada lampu juga.


"Hallo! permisi! Denis, kau didalam kan?!" teriaknya tetapi ia tidak mendapatkan siapapun disana atau suara seseorang.


Tiba - tiba ada yang mendekap mulutnya membuat nya terkaget - kaget.


"Emphhh...." Ia meronta - ronta terhadap seseorang yang telah mendekap mulutnya dan kini pria itu membawanya keluar dan menyodotkannya ke dinding.


"Denis." Serunya.


"Mau apa kau kemari lagi hah! apa belum puas dengan pembalasan ku!" Denis mencengkeram dagu Debby begitu kuat.


"Ak...aku ingin mengatakan sesuatu kepada mu." Ucap Debby dengan cepat.


Denis pun melepaskan cengkraman itu dan memperbaiki pakaian nya yang begitu acak - acakan.


"Ak..u ham..il. dan aku ingin meminta pertanggungjawaban mu." Ucap Debby.


"Apa! pertanggungjawaban...?"


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️

__ADS_1


__ADS_2