
Tok.. tok...
Pintu kamar dikunci oleh meyra dan itu membuat Angga berusaha membuka nya dan mengetuknya berkali - kali tidak kunjung dibuka oleh meyra.
"Mey buka pintunya sayang!"
Tok... tok..
"Mey buka pintunya sayang!" teriak Angga, tetapi masih saja tidak ada sahutan.
"Bagaimana ini, dia tidak mau membuka nya.. apa dia masih marah padaku?" gumam Angga dalam hati penuh ketakutan jika sampai meyra membencinya atas apa yang terjadi.
"Mey sayang!" teriak Angga kembali mengetuknya ini yang ke lima kalinya.
Ceklek..
__ADS_1
Pintu itu dibuka dengan kasar dan Angga tidak tahu pintu itu akan terbuka dan membuat nya salah ketuk.
"Aw, sakit!" Meyra meringis saat keningnya terhantuk dengan tangan Angga membuat nya berjongkok menahan rasa sakit nya.
"Astaga Mey maaf aku tidak tahu, apa itu sakit...? maaf ya." Angga begitu khawatir dan ia ikut berjongkok dihadapan Meyra dan mengelus kening Meyra tempatnya sakit dan meniupnya dengan pelan. Itu menarik perhatian Meyra dan mata mereka tidak saling tatap - tatapan.
"Sudah mendingan...?" tanya Angga menyadari posisi mereka.
"Ihhh kamu apaan sih!" Meyra mendorong dada Angga menjauh darinya. "Dikira aku pintu apa digetok sembarangan." Kesal Meyra ia merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur nya kembali dan menutupi seluruh tubuhnya dari selimut.
"Aku tidak mau dengar apapun itu! mau kamu hamil anak orang aku tidak peduli, lagi pula aku tidak mencintaimu toh!" Seru Meyra dari balik selimut nya. Sebetulnya bibirnya mulai bergetar mengucapkan kata itu dan air matanya mengalir begitu saja. Ya, perkataan itu hanya suatu kebohongan. Dia bohong, sebetulnya ia mulai mencintai sosok Angga.
Degh!!
Jantung Angga serasa sakit mendengar penjelasan Meyra dan membuat nya hanya mengepalkan kedua tangannya menahan rasa sakit itu.
__ADS_1
"Baiklah jika kamu tidak mencintai ku baguslah! aku jadi tidak merasa bersalah padamu!! tapi ingat jika suatu saat kamu merasa kehilangan jangan pernah membenci dirimu sendiri!" Seru Angga, ia pergi dari kamar menuju keruang kerjanya dan membanting pintu itu dengan kasar membuat Meyra terkaget - kaget.
"Ah, arghhhhhh! sialan!!!" Teriak Angga mengacak rambut nya setelah berada diruang kerjanya ia membanting semua barang diatas mejanya ia tidak peduli jika itu berbahan kaca ataupun pecah yang terpenting ia bisa melampiaskan rasa kesal, sedih, sakit dan amarahnya dengan jawaban meyra.
"Dia ternyata selama ini tidak mencintai ku...? Jika begitu percuma aku menyatakan cintaku padanya, ah sial!" Teriak Angga. Untungnya saja ruang kerjanya kedap suara tidak akan ada yang mendengar teriakannya.
Sementara Meyra yang berada dikamar nya kini membuka selimut nya mengubah posisi nya menjadi menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang tempat tidur, Air matanya masih menetes.
"aku mencintainya, tapi ngak mungkin aku memberitahukan sejujurnya.. Jika aku mengatakan bahwa aku mencintainya itu terlambat." Gumam Meyra dalam hati.
Meyra beralih menatap kearah layar ponsel nya tiba - tiba menyala mendapatkan notifikasi dari seseorang.
"Mey maaf aku memberikan Angga membawamu pulang, aku tidak tahu kenapa dia bisa ada dirumah ku dan mengetahui keberadaan mu.."
Itulah isi pesannya dan itu dari Naura siapa lagi sepupunya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️