Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 131


__ADS_3

Beberapa jam telah kepergian Debby dari kantor Angga, kini pandangan Angga mulai terasa buram dan kepala nya terasa sakit.


Ada apa dengan dirinya? pikir nya.


"Tuan anda tidak apa - apa??" tanya Kayla sekretaris nya yang sedari tadi berdiri disamping meja ingin menyentuh nya.


"Tidak, aku hanya pusing saja. kau kembalilah keruangan mu." lirih Angga, memijit pelipisnya yang terasa semakin sakit.


tanpa penolakan Kayla akhirnya berjalan akan keluar dari ruangan itu. Tetapi suara Menghentikan langkah nya.


"Kayla kau gantikan aku meeting, aku harus pulang!" seru Angga, bergegas keluar dari ruangan nya.


"Eh tuan tapi ----"


"Ada apa dengan tuan tidak biasanya?? apa dimakanan itu ada sesuatu diisikan?" pikir Kayla.


Sebetulnya sedari tadi saat Debby datang membawa makanan, ia sangat memperhatikan gerak - gerik tuannya dan yang ia dengar tentang Debby itu Calon tunangan nya yang sebentar lagi akan tunangan.


...


Sementara disisi lain Meyra dan Gea asik berkeliling mall dijakarta selatan yang terbesar dan paling lengkap itu. Sebentar - sebentar masuk ke toko baju tapi keluar nya tidak bawa apa - apa sehingga mereka duduk direstoran yang ada di mall.


"Mbak!" Meyra mengangkat tangannya memanggil pelayan yang ada direstoran itu.


"iya nona, mau pesen makanan apa?" Pelayan itu sudah siap memengang bolpoin dan secarik kertas menuliskan menu yang mereka pesan.


Meyra melihat - lihat menu yang ada dimeja ia ambil dan begitu banyak makanan yang ia sukai.

__ADS_1


"Saya mau pesen semuanya saja mbak dan minumannya juga." Ucap Meyra.


"Apa, Mey gak salah kamu bisa menghabiskan makanan sebanyak itu." tanya Gea mengangga tidak percaya.


"Ya, ayo mbak. Secepat mungkin ya." Ucap Meyra dengan santuy.


"Ba...iklah nona, mohon ditunggu." Ucap pelayan itu berjalan pergi.


"Bagaimana nanti kalau tidak akan habis Mey, makanan nya siapa yang akan makan?" ucap Gea hanya menggelengkan kepalanya dengan kelakuan kakak ipar nya.


"Sudah kamu tenang saja ge." Meyra hanya senyum - senyum tipis.


Dalam beberapa menit makanan yang dipesan Meyra tersaji di atas mejanya membuat nya menelan ludah nya dalam - dalam melihat makanan enak - enak itu masuk kedalam perutnya.


Meyra mencicipi makanan itu satu persatu dan setelah itu-----


"Ge ayo makan kenapa diam saja." Ucap Meyra yang baru menyadari Gea hanya diam saja mengangga melihat Meyra makan.


"Coba kamu cicipi ini enak tahu," Meyra memasuki beberapa kue kedalam mulut Gea.


"Hmphhh, Mey aku bilang kenyang malah dimasukkan kedalam secara paksa." kesal Gea.


"tapi enak kan?"


"Drt, drt," suara ponsel milik Meyra berbunyi tidak ada nama yang tertera disana.


" Ya halo?"

__ADS_1


"Apa!!! oke bi, Mey akan pulang!" Meyra menutup ponselnya dan memanggil pelayan untuk membungkus makanan yang tersisa dan membayar nya bergegas pergi.


"ini kamu bawa setengah ge, ayo!" Meyra menarik lengan Gea keluar dari mall itu masuk kedalam mobil.


"Cepat pak kita pulang!" tegas Meyra.


Gea yang tidak tahu apa yang terjadi hanya diam saja, ia tidak mau banyak bicara lebih fokus menatap kearah luar jendela mobil.


***


Kediaman algara.


Mama Delia sudah hampir dua jam- an berada dirumah teman lamanya, mungkin ini waktu nya untuk pulang.


Terlihat kedua wanita paruh baya sedang saling berpelukan didepan pintu rumahnya.


"Makasih ya jeng, kamu mau menjenguk putraku." Ucap mama Sonya.


"Iya jeng, sama - sama."


"Oh ya jeng kapan - kapan jangan lupa mampir juga kerumah ajak juga suamimu." Ucap mama delia.


"Nanti deh aku pikir - pikir dulu, soalnya kan kalau Dafa ditinggal takut nya bakalan gamuk lagi." Ucap mama Sonya.


"Kalau begitu aku kapan - kapan lagi kesini, bawa putri dan menantuku sekali - kali." Ucap mama Delia.


"Kalau gitu aku pamit dulu ya." Ucap mama delia.

__ADS_1


"Ya hati - hati jeng."


Mereka pun saling melambaikan tangan nya, hampir sudah sekian lama mereka tidak bertemu kini mereka bertemu lagi.


__ADS_2