
"Apa yang kalian lakukan disini ribut - ribut!" Seru pak satpam itu dengan tegas. "Dia telah merusak dr mobil saya sampai rusak." lelaki itu menunjuk Meyra.
Kini pak satpam itu menatap Meyra yang hanya berkacak pinggang. "Apa itu benar nona?" tanya pak satpam itu pada Meyra.
"Iya pak tapi saya sudah meminta maaf kepada nya dan mau mengganti rugi tetapi ia malah mengejek saya. Dia pikir saya tidak punya uang untuk mengganti rugi."Sunggut Meyra.
"memang itu kenyataan nya."
"baiklah kalau begitu." Meyra mengambil segepok uang kertas di dompet nya dan mengambil satu credits card ATM yang telah diberikan kepada papa nya tuan anantha.
"ini cepat ambil, dan kau ambil sekalian card ATM saya, jika kau menggunakan nya pun tidak akan habis." ucap Meyra dengan lembut ia menahan rasa kekesalannya terhadap pria didepannya itu.
"Baiklah kau cepat pergi dari sini jangan cari keributan didepan kafe sini." Ucap pak satpam yang mendengar nya itu.
Pria itu pun mengambil uang dan card ATM yang di berikan Meyra lalu ia masuk kedalam mobilnya dan mobil itu pun pergi dari sana.
"Akhirnya dia pergi juga." Gumam gea yang sedari tadi bersembunyi di balik punggung Meyra dan memindahkan posisi nya memilih berdiri di samping Meyra.
"Kamu tidak apa - apa?" tanya pak satpam itu.
__ADS_1
"tidak pak, " ucap Meyra.
"lain kali hati - hati naik motor nya," Ucap pak satpam itu ia mengelus rambut Meyra. Tatapan pak satpam itu begitu sedih.
"bapak kenapa?" tanya meyra yang kini menatap kedua mata pak satpam itu meneteskan sebulir air mata.
"Bapak menangis?"
"Ah tidak, ini cuma kelilipan." pak satpam itu menghapus air matanya.
"Ya udah kalau gitu sama permisi pamit pulang dulu pak," Pamit Meyra ia menaiki motor nya dan sama halnya Gea yang kini duduk dibelakang nya.
"Dia sangat mirip dengan putriku? tapi sayang putriku telah meninggal dunia." gumam pak satpam itu dalam hati.
••
Sementara dikantor Angga yang sedang meeting, tiba - tiba ponselnya berbunyi menunjukkan pesan masuk.
Ting.
__ADS_1
Ia pun menghentikan meeting nya sejenak.
"Ekhem, saya permisi sebentar." Ucap Angga berlalu keluar dari ruangan nya. Ia pun membaca isi pesan yang masuk ternyata dari anak buah nya Devan.
Ia membuka kedua matanya lebar - lebar apa yang ia lihat dari foto yang dikirimkan oleh Devan anak buahnya.
"Whatt apaan ini lagi?".seru Angga.
Ia dikirimkan sebuah foto Meyra istri nya itu sedang bertengkar dengan seseorang pria dan satu nya lagi ia sedang dielus - elus kepalanya oleh seseorang yang entah ia tidak tahu karena ia menghadap membelakangi. Jika dilihat dari belakang ia memang terlihat sangat muda tetapi dari depan ia sudah berumur.
Dan itu semua membuat Angga emosi, ia mengepalkan kedua tangannya.
"Ah sial, aku harus mencari meyra sekarang juga." geram Angga.
ia kembali masuk kedalam ruangan meeting dan ia membisikkan sesuatu kepada sekretaris nya itu.
"Hah, harus aku tuan." tanya nya.
"Aku ada urusan penting, kau mau kan gajimu dinaikkan lima kali lipat dari biasanya?" Ucap Angga membuat sekretaris nya menganggukkan kepalanya. Ia begitu senang gajinya itu dinaikkan lebih besar.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️