Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 152 -S2


__ADS_3

"Ma ada apa suruh Angga pulang sih...?" Ucap Angga sudah duduk di sofa berdampingan dengan Meyra.


"Ini lihat!" Mama Delia melemparkan beberapa foto keatas meja depan mereka.


"Apa ini ma?" Angga pupilnya membesar seketika, memandang foto yang begitu sangat - sangat membuat darahnya mendidih seketika.


"Angga, mama benar - benar kecewa sama kamu... mama pikir kamu sudah berubah." Ucap mama Delia pergi begitu saja.


"Ma dengarkan Angga dulu! ini hanya editan ma! mama !" Teriak Angga dari bawah, tetapi mama Delia tetap melangkah naik keatas.


Meyra saja tidak habis pikir dengan semua foto yang ia lihat. Dan hanya bisa menahan air matanya memandang foto itu.


"Mey kamu percaya sama aku kan? ini cuma editan... aku tidak pernah berhubungan badan dengan Debby." Angga mengenggam tangan istrinya yang kini bergetar dan dingin.


"Plakkk!" Sebuah tamparan mendarat di pipi Angga. "Kamu jahat!! aku tidak percaya lagi padamu!!!" seru Meyra kini air matanya sudah mengalir begitu deras.


"Ini sudah ada bukti sesungguhnya Angga!! kamu meniduri Debby! dan anak dalam kandung nya itu anak mu! darah dagingmu sendiri!" Teriak Meyra membalas rasa sakitnya yang kini mencekek lehernya.


"kamu jahat!!!" teriak Meyra, menaiki tangga menuju kamarnya.


"Mey dengar kan aku dulu." Angga mengikuti langkah Meyra menaiki tangga itu.

__ADS_1


Meyra menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya. "Jangan ikuti aku!!" Ucap Meyra kembali naik keatas menuju kamarnya.


"Meyra!!! buka pintunya!! Mey!" Angga mencoba menketuk - ketuk pintu kamarnya yang telah dikunci oleh meyra.


"Enggak akan!!! aku membencimu Angga!!!" Tangisan Meyra semakin banyak dan. membuat nafasnya terasa sesak.


Ia hanya mampu menangis di pintu dengan menyenderkan punggungnya dipintu dan menjatuhkan diri nya disana.


"Meyra buka pintunya!!! Meyra maafkan aku!!! Meyra dengarkan aku!!!" teriak Angga yang kini sudah terduduk dilantai, menketuk ketuk pintu itu sambil menangis.


"Tuhan kenapa hidupku harus seperti ini?! kenapa selama aku hidup, aku tidak pernah bahagia dalam mencintai seseorang?!" Ucap Meyra menatap langit - langit kamar nya.


••


"Hahahaha... Angga - Angga kamu pikir aku akan menyerah begitu saja mendapatkan mu?! itu tidak akan pernah! Meski aku tidak bisa mendapatkan mu, tapi hidupmu tidak akan pernah bahagia! Hahahahaha...." Debby begitu senang pembalasannya akhirnya berhasil.


"Tuan Anggaranaya... kau akan merasa menyesal telah mempercayakan putra tersayang Anda." Ucap Debby tersenyum smirk.


••


Apartemen ayu.

__ADS_1


Dafa merebahkan tubuh Gea diatas tempat tidur nya dengan perlahan - lahan, karena sepanjang perjalanan Gea sudah ketiduran.


Setelah Dafa menyelimuti tubuh Gea, ia tersenyum. "Aku tidak akan pernah melepaskan mu." Dafa mengelus lembut rambut Gea.


"Selamat tidur sayang, mimpi yang indah." Bisik Dafa meski Gea tidak mendengar nya dan mencium kening Gea.


Drt... drt...


Janet sayang.


Dafa mengangkat nya.


"my baby honey maafkan aku telat menghubungi mu." Ucap Janet dibalik ponsel dengan suara begitu sangat hot.


"Ah..." desah Janet dibalik ponsel.


"Sayang kamu sedang bersama seseorang...?" tanya Dafa tiba - tiba.


"Tidak, ak— aku sedang tidak sengaja terjatuh." Ucap Janet dengan cepat.


"Ya udah aku tutup dulu my baby honey." Tut. Janet menutup ponselnya begitu saja.

__ADS_1


"aku tidak percaya ia terjatuh." Batin Dafa. lalu ia menelpon suruhan nya dan memberikan nya tugas baru lagi, setelah itu menuju kedapur memasak untuk makan malam.


__ADS_2