
Setelah itu tinggal mereka berdua disana. Mereka saling terdiam sejenak, tiba - tiba suara pesan masuk berbunyi dari ponsel Meyra.
Cepat sana kamu beritahu kak Angga bahwa ada kak Mia disini sebelum mereka terlanjur pergi ~Gea
"Ishhh, sebenarnya aku malas sekali mengikuti rencana Gea. memangnya Angga ada hubungan apa dengan perempuan itu?" Gumam Meyra dalam hati sembari menatap ponselnya.
"Mey ada apa?" tanya Angga memecahkan lamunan gadis dihadapannya itu sehingga ia hampir saja terkejut.
"maaf aku melamun ya." Ucap Meyra Cegegesan, ia kini pandangan nya teralihkan keseorang.
"hm... apa kamu mengenal gadis itu?" tanya Meyra menunjuk kearah gadis yang sedang duduk bersama kekasihnya agak jauh dari tempat meja Angga.
"Mia? dia ada disini...?" Ucap Angga dengan tatapan tidak sukanya. Ia bukan karena cemburu, melainkan ia tidak suka melihat wanita itu lagi karena kemarin hampir saja wanita itu mempermalukan nya dikeraimaian semua orang.
"tetapi bagaimana kamu bisa mengenalnya?" tanya Angga dengan mengerutkan keningnya. Setaunya ia belum pernah menceritakan nya kepada Meyra tentang mantan kekasih nya itu terkecuali jika adiknya yang bar - bar itu menceritakan nya mungkin iya.
"Aku diberitahukan sama Gea." Jawab Meyra polos.
"Lebih baik kita pergi dari sini saja," Mendorong kursinya untuk berdiri dari tempat duduknya berlalu menarik lengan gadis dihadapannya.
"Tunggu sebentar, kita mau kemana?" tanya Meyra berusaha melepaskan tangannya.
__ADS_1
"Pulang, ayo." Angga kembali menarik lengan gadis itu.
"Tunggu, apa kamu tidak ingin melakukan sesuatu untuk membalas perbuatannya?"
Angga melepaskan tangan Meyra dari genggaman nya dan mencerna kata - kata Meyra ada bentulnya juga.
"Baiklah ikut aku." Angga mengenggam lengan Meyra sehingga membuat Meyra yang menyadari nya jantungnya seakan ingin lepas dari tempat nya.
Sedangkan Gea yang melihat dari kejauhan hanya tersenyum bahagia.
"Romantis sekali,"
Mia dan kekasih nya menyadari itu menatap gadis yang berdiri disamping Angga dengan balutan dress yang begitu membuat nya terlihat sangat anggun, wajah nya tidak begitu dewasa.
"Hai Mia, kita bertemu kembali." Sapa Angga dengan tatapan dinginnya dengan menyunggingkan senyuman nya.
"ngapain kamu kesini bukannya kita sudah putus." ketus Mia.
"Iya memang sudah putus. tapi lihatlah aku sekarang sudah memiliki kekasih." Ucap Angga menaikkan tangannya yang sedang menggenggam tangan Meyra begitu erat sampai terlihat tepat didepan mata Mia.
"terus? bagus dong kalau kamu sudah punya kekasih." Ucap Mia tidak peduli.
__ADS_1
Angga merasa geram dengan jawaban Mia yang tidak merasa cemburu sama sekali.
"Jadi ini kamu diundang diacara pernikahan ku besok. kamu harus datang bersama kekasihmu" Ucap Angga tersenyum manis kepadanya. memberikan satu surat undangan pernikahan yang tadinya ia diminta oleh mamanya untuk memberikan undangan itu kepada semua teman temannya termasuk mantannya Mia.
Mia terdiam sejenak ia begitu sangat terkejut dengan semua ini dan kini pandangan nya teralih ke arah Meyra. menatap tampilan nya dari atas sampai bawah, tetapi ia terhenti tepat pada perut Meyra yang ia anggap begitu aneh.
"Seperti nya kamu salah menikahi perempuan deh, mending batalkan aja pernikahan nya dari pada harus membuat malu keluarga." Ucap Mia dengan menyunggingkan senyumannya.
"Apa yang kamu maksud aku tidak mengerti," Sarkas Angga.
"Apa dia perempuan baik - baik atau tidak, mending kamu bawa dia ke rumah sakit agar lebih tau kejelasan nya." Ucap Mia mulai berdiri dari duduknya dan menarik lengan kekasihnya pergi dari sana.
lagi - lagi Angga Mengepalkan tangannya dengan erat sampai kuku nya memutih lagi - lagi ia dipermalukan didepan umum oleh Mia.
"Aku harus memberikan kalian pelajaran,. Angga melangkah ingin mengejar Mia tapi dicegah Meyra.
"Jangan Angga," Meyra menggelengkan kepalanya.
Meyra sudah tahu apa perkataan Mia tentang nya bahwa ia tahu bahwa Meyra sedang hamil. tetapi mungkin ia mengira meyra hamil anak orang lain atau bisa dipastikan seorang pelacur.
Jangan lupa like dan vote setelah membaca. makasih❤️
__ADS_1