Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 77


__ADS_3

Jeffrey membuka pintu apartemen itu dengan begitu kasar.


"Siapa si----- ha...ha...hantuuuuuuu!" teriaknya.


Ia melihat seorang wanita didepannya dengan berpenampilan acak - acakan dan rambut nya berantakan ke depan.


"Aku bukan hantu!" seru Debby. Ia berjalan masuk kedalam kamar nya dengan menyenggol bahu Jeffrey yang hanya terdiam membeku.


"Heyyy tunggu," seru Jeffrey. Ia mengikuti temannya itu masuk kedalam kamar nya.


"Kamu kenapa seperti ini? wajah mu kenapa lembab begini?" Kini tatapan mata Jeffrey tertuju pada wajah Debby penuh dengan luka seperti orang habis di pukuli.


"Huaaaaaa!!!!" Debby tiba - tiba menangis dengan keras.


"Huaaaaaaaaaa!!!"


"Hey - hey kenapa menangis? apa ada yang menyakitimu?! aku akan melukai seseorang itu siapa dia katakan?!" Jeffrey jadi panik.


"Diaaa... dia orang itu telah melukaiku... orang asing itu telah berusaha membawaku ke tempat yang sepi dan memukulku disana." Ucap Debby terbata - bata dengan meneteskan air mata nya.


Jeffrey pun mendengar nya langsung memeluk nya, "Sudah, jangan menangis lagi. aku akan mencari orang itu dan memukulnya sampai babak belur." Jeffrey menenangkan Debby dari tangis nya itu.


"Sekarang kamu tidurlah, aku akan mengobatimu." Ucap Jeffrey mengiring Debby yang masih menangis ketempat tidurnya.


••

__ADS_1


Malam harinya Meyra, seluruh keluarga sedang berkumpul diruang tamu mereka sibuk menonton film kesukaan mama Delia yaitu film India.


Meyra, Gea dan Angga yang menonton itu merasa begitu bosan karena tidak suka dengan filmnya memmbosankan.


"Ma, apa tidak bosan menonton film seperti itu terus?" tanya Angga tiba - tiba ia menyilangkan kedua tangannya diatas dadanya.


"Tidak. ini film nya sangat seru berbeda dengan yang film lainnya." jawab mama Delia matanya tidak hentinya menatap kearah televisi yang begitu besar itu.


"Kamu tidak tahu mama mu saja Angga, dia itu tidak pernah bosan menonton film India." Sahut tuan anggaranaya yang sedari tadi sibuk mengetik beberapa pekerjaan nya di leptop.


"Ck... lebih baik aku ke kamar saja membosankan." Ucap Angga berjalan menuju kamar nya menaiki tangga.


Meyra dan Gea hanya saling menatap antara satu sama lain dan berakhir mengangkat kedua bahu artinya tidak tahu.


"Mey sini tak bisikin deh." Ucap Gea yang duduk disamping Meyra sambil memakan cemilan nya sedari tadi.


"Seperti apa?" ucap Meyra.


Gea pun berpikir, tiba - tiba tidak berapa lama ia mendapatkan ide dalam pikiran nya.


"Ma, kita ke kamar ya." Ucap Gea menarik lengan berlari menaiki tangga menuju kamarnya.


"Ide apaan sih?" tanya Meyra yang kini mereka sudah berada dikamar Gea.


"Entar kamu tahu," Gea mengambil sesuatu didalam lemari nya. Setelah apa yang ia dapatkan, Gea pun menyuruh Meyra menggunakan pakaian yang ia berikan itu.

__ADS_1


"Apaan nih?" Meyra melebarkan pakaian itu, ia tidak mengerti apa maksud dari Gea.


"Pakai sajalah." Ucap Gea.


Setelah itu mereka berlari menuju ke kamar Angga, dan berhenti didepan pintu kamar itu.


"Mey, kamu masuklah sebentar kedalam kamar dan keluarlah kembali." Titah Gea.


"Begitu saja?" tanya Meyra menggaruk kepalanya binggung apa yang direncanakan Gea.


"Ikuti saja perintahku apa susahnya." Ucap Gea.


"Baiklah."


Meyra pun masuk kedalam kamar tidak menemukan siapapun disana.


"Kemana Angga?" tanya Meyra pada dirinya sendiri.


tiba - tiba dari belakang ada seseorang yang memeluknya. Meyra begitu kaget dan menatap kearah seseorang yang berani memeluknya itu.


"Angga." Serunya.


Angga pun tersenyum ia memeluk pinggang Meyra begitu erat, dan mencium bau wangi pada tengkuk Meyra tidak lupa meniup - niupnya perlahan membuat Meyra merasakan rasa geli dan entah perasaan apa yang terjadi sebuah rangsangan pada tubuhnya membuat bulu tubuh nya berdiri.


"Kamu ternyata terangsang juga," bisik Angga tersenyum penuh arti. Ia sengaja membuat Meyra terangsang.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2