
"Apa?!" pekik mama Delia yang tiba - tiba muncul yang sedari tadi sembunyi dibalik pintu mendengar perbincangan mereka.
"mama..?" Kaget Angga dan tuan anggaranaya berbarengan. Kini mereka saling menatap antara lain, tidak tahu harus berkata apa lagi.
"Kalian?! apa maksudnya ini?" mama Delia begitu sangat syok mendengar nya membuat nya tiba - tiba pingsan.
"Mama.." Teriak Angga menangkap tubuh mama delia yang hampir saja terjatuh kebawah lantai.
"waduh pa, gimana ini apa yang harus dijelaskan..?" Angga begitu sangat binggung dan memapah mama Delia diruang tamu dan menidurkan nya di sofa.
"Cepat Angga kamu ambilkan minyak kayu putih.." titah tuan anggaranaya yang kini telah berada disamping istri nya.
"ini pa,"
"Ma bangun dong ma..." Tuan anggaranaya begitu merasa gelisah takut terjadi apa - apa pada istri nya karena mama Delia memiliki penyakit jantung.
...••••••...
Dibandara Jakarta Soekarno Hatta...
Setelah perjalanan begitu jauh dari luar negeri seol- Korea Selatan menuju Jakarta kini ia sedang berada perjalanan pulang menuju kerumah.
"i'm, coming Jakarta.. wilayah kelahiran ku."
"tapi aku benar pengen pipis.." Gumam nya dalam hati. Kini ia berjalan mencari toilet umum.
__ADS_1
"nona kita mau kemana? itu bukan menuju pintu keluar.." Ucap salah satu pengawalnya yang sedari tadi berada di belakang nya.
"Aku pengen ketoilet sebentar kalian tunggu disini aku akan kembali sebentar lagi.." Ia mondar - mandir tidak bisa menahan lagi.
"Kami ikut nona,"
"Jangan,, bagaimana kalian menunggu di depan toilet saja.." gea dengan cepat berlari kearah toilet sebelum dirinya terlebih dahulu pipis di celana nya. Mau taruh dimana wajah nya jika ketahuan...?
Setelah ia buang air kecil disaat ia akan keluar pintu. Tiba - tiba, "Aaaaaaaaaa!" seseorang dengan cepat mendekap mulutnya.
"ustttttt..." pria itu menaruh jari telunjuknya pada bibirnya mengisyaratkan untuk diam.
Para pengawal yang mendengar nya dari luar langsung saja masuk kedalam ketoilet.
"nona - nona apa anda baik - baik saja.." Teriak salah satu pengawal dengan mengedor pintu.
"heyy kalian mau apa disini?"
"ini toilet wanita,,"
"dasar pria mesum.."
Itu yang dikatakan oleh wanita yang ada didalam toilet sampai beberapa pengawal itu kewalahan.
Sedangkan dalam toilet..
__ADS_1
"Kamu! tunggu sebentar seperti nya aku mengenalmu..?" Gea mengingat seseorang yang pernah ia temui dilift saat ingin bertemu dengan saudaranya di hotel.
"kamu mau ngapain disini? dasar mesum...!" teriak Gea mulai menyadari bahwa pria itu kini berada dikamar mandi yang salah. Apalagi dengan keberadaan mereka berdua dalam toilet yang sama.
"Keluar!!!" teriak Gea.
Ia membuka pintu kamar mandi itu dan memukuli pria itu dengan tasnya hampir saja pipinya memerah akibat pukulan gadis itu dan kini para wanita diluar juga ikut memukulinya.
"CUKUP," teriak pria itu minta dihentikan.
Ia terpaksa keluar dari toilet umum itu melarikan diri nya dari para wanita - wanita yang ia anggap lebih menyeramkan ketimbang bersembunyi dari pengawal ayahnya yang kini sedang mencari nya.
"tuan!" teriak geo pengawalnya yang setia selalu menemani nya kemanapun ia berada.
"tuan akhirnya aku menemukan mu, tuan besar mencarimu.." Ucap geo yang kini mengatur nafasnya akibat berlari.
❤️❤️❤️
"aduh kepala mama pusing," Mama Delia kini siuman sudah hampir 30 menit ia belum sadarkan diri.
"akhirnya mama bangun,," tuan anggaranaya begitu lega.
"pa, Angga apa mama tidak salah dengar kamu hamili anak orang?" tanya mama Delia memegang kepalanya terasa sakit.
"Iyalah ma masak hamili hewan ya kali," Ucap angga begitu kesal dengan pertanyaan mamanya.
__ADS_1
brukkk..
"Ya, pingsan lagi.."