Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 122


__ADS_3

..............


Sesampainya Meyra dikampus, ia disambut hangat oleh Calvin.


"Hello my sweet girl." Ucap Calvin ia mengelus lembut rambut Meyra.


Dan Angga yang belum menjalankan mobilnya pergi dari kampus, melihat pemandangan yang begitu membuat nya terasa memanas dari kejauhan.


"Hallo cal." Sapa balik Meyra.


"Kamu sudah makan?? bagaimana dengan bayinya??? pasti makanan nya harus terjaga dengan baik kan." Ucap Calvin.


Tin.. tin..tin..


suara klakson memekikan telinga kedua orang yang sedang mengobrol itu dan menatap kearah si klakson mobil itu.


tatapan Angga begitu tajam,, "Oh itu suamimu kan?? dia yang mengantarkan mu..tumben." Cibir Calvin. Ya, biasanya setiap pagi saat Meyra dan Gea datang ke kampus ia akan memperhatikan bahwa sopir pribadi nya lah yang mengantar jemput jika datang berpapasan.


"Eh enak saja ya. Aku tidak bisa mengantarkan nya karena ada meeting kau tahu itu!" seru Angga, ia mendengar semua itu karena Calvin sedikit mengeraskan suara nya agar didengar oleh Angga.


"Berarti pekerjaan lebih penting dari istri gitu??" Ucap Calvin.

__ADS_1


"Kau benar- benar ingin mengajakku ribut!!" seru Angga, ingin keluar dari mobil.


"Cukup kalian hentikan!! Angga kamu pulanglah, jika kamu ribut disini aku tidak akan segan - segan mau pulang sama halnya seperti Gea, gerti!!" ancam Meyra, berlalu pergi meninggalkan dua pria yang pernah berlabuh dihatinya dan termasuk yang sekarang telah menjadi suaminya.


"Blekkk,," Calvin menjulurkan lidahnya untuk mengejek Angga berlalu pergi meninggalkan Angga yang hanya terdiam dengan tatapan matanya yang tajam.


"Ini semua gara - gara dosen menyebalkan itu!" seru Angga.


••


Di kediaman algara.


Ceklek, pintu itu terbuka dengan lebar.


"Bagaimana aunty??" Gea menutup bagian dadanya dengan kedua tangannya yang terlihat sedikit nampak.


Sebetulnya, ia juga tidak tahu saat ia masuk kedalam kamar nya, Gea disuruh menggunakan pakaian seperti itu dan dirias secantik mungkin tetapi membuatnya merasa heran mengapa riasan nya seperti artis Hollywood begitu memperlihatkan bibir seksi nan menggoda tetapi masih terlihat sangat anggun dan sopan.


Mama Sonya menatap Gea dari atas sampai bawah dengan tatapan begitu berbinar.


"Waow amazing, kamu sangat cantik. Kamu memang cocok menjadi menantuku..." Puji mama Sonya.

__ADS_1


"Apa?? menantu??"


tanpa ia sadari, keceplosan berbicara.


"eh maksudnya, kamu sangat cocok memakai pakaian mahal.." Ucap mama Sonya. "Uh mulut benar tidak bisa diam juga." Gumam mama Sonya dalam hati.


"Aunty, bisa dibuka kan bajunya?? rasanya sedikit aneh." cicit Gea.


"Jangan, aunty ingin kamu menghadiri pesta teman kerja suami aunty.. kamu maukan temani Dafa?" tanya mama Sonya.


"tapi,, aunty aku..."


"Ayolah sayang, sekali ini saja ya. plisss...." mohon mama Sonya dengan berakting wajah menyedihkan.


"Baiklah,," Ucap Gea merasa tidak tega dengan sikap mama Sonya terlalu baik padanya.


"Kalau begitu kamu tunggu disini, aunty mau ketemu Dafa dulu." mama Sonya mendudukkan gea di kursi rias dan meninggalkan nya disana.


Sepeninggal mama Sonya, Gea menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Ia membuka kembali hasil USG beberapa jam yang lalu diberikan oleh dokter yang memeriksa nya.

__ADS_1


"Ma, pa, maafkan Gea ya, seperti nya Gea akan memulai hidup baru disini saja. Gea tidak berani pulang, Gea takut kalian akan marah besar pada Gea. maaf.." Ucap Gea tanpa terasa air matanya berkaca - kaca.


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️❤️


__ADS_2