
Meyra mengerutkan, "Tunggu sebentar, maksud apa pengganti? siapa?" tanya Meyra tidak paham maksud Angga.
"Bukankah beberapa hari lalu, kamu pelukan dengan seseorang di taman belakang rumah." Ujar Angga mengingat kejadian beberapa hari lalu.
"Oh jangan - jangan maksud mu, Alan?"
"Jadi benar pria itu..."
"Dia bukan seperti apa yang kamu bayangkan, dia hanya teman aku yang selalu menemaniku." Potong Meyra.
Angga kini dadanya sejak beberapa hari ia tahan terasa sesak, kini menjadi lega mendengar penuturan dari Meyra.
"Jadi bagaimana apa kamu memaafkan ku?" tanya Angga sekali lagi, berharap Meyra mau memaafkan nya.
"Kamu bisa keluar sekarang, aku mau sendirian dulu." Meyra mendorong tubuh Angga keluar dari kamarnya dan menguncinya.
"Mey buka pintunya, aku masih butuh jawaban dari mu jika tidak aku tidak akan pergi dari sini." Teriak Angga, mengetuk pintu kamar Meyra terus menerus.
"pergilah Angga! Mau sampai kapanpun kamu meminta maaf, aku tidak akan memaafkan mu!" teriak Meyra.
"Baiklah jika itu maumu." Lirih Angga merasa putus asa mendengar jawaban dari Meyra.
••
Di kediaman algara.
Setelah Berjam - jam menenangkan baby Gefa dengan memberikan nya susu dari sumbernya, kini langsung tertidur begitu pulas.
__ADS_1
Gea bisa bernafas dengan lega dan melakukan aktifitas lainnya yang dilakukan selama seminggu ini.
Belajar memasak.
Ting. tong.
Suara bell berbunyi menandakan seseorang yang datang.
"Nyonya ada teman den Dafa datang." Ucap bibi pembantu rumah tangga.
"Oh Jeff. Ya sudah persilahkan dia menunggu diruang tamu sebentar."
"Baik nyonya."
Mama Sonya segera menuju dapur, menyuruh salah satu pelayan membuatkan cemilan dan minuman tetapi karena Gea yang ada didapur jadi ia menyuruh Gea membuatkannya tanpa dipaksa. Lalu ia kembali lagi menuju ruang tamu, menemui Jeffrey.
"Dafa tadi berpesan disuruh nungguin katanya sih, dia lagi ke lokasi pemotretan. Tapi cuma sebentar kok, bentar lagi pasti pulang."
"Aku pulang mama!" teriak Dafa.
"Nah itu yang dibicarakan nonggol, kalau begitu Tante tinggal dulu ya. kalian bicara saja dulu, sebentar lagi minumannya pasti datang." Ucap mama Sonya.
"Tante kenapa sih repot - repot."
"Ngak apa - apa. Dafa mama ke atas dulu ya." Ucap mama Sonya yang kini Dafa sudah saling berpelukan dengan teman lamanya hampir beberapa bulan tidak bertemu.
"Ya ma."
__ADS_1
"Gimana kabar Lo daf? lama ya kita tidak bertemu. serasa sudah lima tahun tidak bertemu, Lo makin nambah cakep aja."
"Kabar gue baik, Lo juga nambah cakep. Btw pake skincare apa? kok bisa muka bisa semulus itu, bagi - bagi rahasia nya dong." Goda Dafa, posisi mereka sekarang duduk disofa.
(Ya iyalah disofa masa di lantai)
"Enggak pake apa - apa kok, eh btw kata nya Lo udah nikah kok gak undang undang gue?"
"Gak nikahan kayak manusia biasanya." Jawab Dafa.
"Ah? maksud nya?" Jeffrey mengerutkan keningnya tidak mengerti maksud dari teman nya itu.
"Ngak usah dibahas. mending gue kenalin, istri gue ke Lo." Ucap Dafa.
"Istri Lo? ee daf, kayaknya gue ke belet nih, gue ke toilet sebentar ya." Ucap Jeffrey dengan terburu buru ke kamar mandi.
"lah lah kok malah pergi!"
Brukkk...
Tanpa sengaja Jeffrey tidak sengaja menabrak seseorang dan minuman yang ia bawa jatuh dan pecah.
"Maaf. saya tidak sengaja, biar saya saja yang membereskan nya." Jeffrey memunggut pecahan gelas itu.
"Eh tidak usah, ini pekerjaan saya. biar saya saja." Seketika mata mereka saling memandang dan Gea begitu kagetnya siapa yang ada dihadapannya.
"Kamu?!" Pekik Gea.
__ADS_1
Jangan lupa like dan share ceritanya makasih ❤️