
Calvin pun duduk di hadapan dua gadis yang ada dihadapannya. Ia memandang Calvin dalam diam, tidak percaya apa yang ia lihat sekarang ini.
"Hey ada apa kok memandang ku kayak gitu...?" Calvin tertawa, ia tahu sekarang. "Ah, aku tahu.. aku memang tampan, itu sebabnya kalian memandang ku terus kan..?" tanya Calvin penuh candaan.
"Ah, gr banget jadi mantan dosen." Jawab Meyra dan Gea berbarengan.
"Hahaha,,," Calvin tertawa lagi.
"Ada apa sih,, emang lucu ya?" tanya Meyra heran dengan sifat Calvin yang sekarang banyak tertawa berbeda dulu wajah selalu datar dan jarang berbicara.
"Kalian selalu kompak," Jawab Calvin menghentikan tawanya.
"Oh ya cal kamu belum jawab pertanyaan kita,, kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Meyra kembali.
"Kalian belum tahu,, aku sekarang menjadi dosen disini..?"
"apa? Jadi dosen!" seru Meyra dan Gea bersamaan lagi saling memandang antara satu sama lain.
Calvin pun hanya menganggukkan kepalanya, tidak ingin banyak bicara.
"Berarti bakalan diajarin sama pak Calvin lagi nih?" Ucap Gea senang. Ia bisa lagi menggoda Calvin jika dikelas, sebetulnya Gea selama Calvin mengajar saat dulu. Ia sering mengombali Calvin, hanya sekedar membuat anak - anak tidak bosan dipelajaran fisika.
"Iya,, gitu deh." Jawab Calvin.
"Oh ya Mey ngomong - ngomong selamat ya.." Calvin menjulurkan tangannya kearah Meyra.
__ADS_1
Meyra mengerutkan keningnya heran, ia tidak tahu ucapan Calvin. "Selamat untuk apa?"
"Kehamilan mu." Bisik Calvin takut ada anak yang lain dengar. Bisa heboh seluruh kampus jika tahu salah satu mahasiswi hamil.
"Hah? hamil! aku hamil! hahaha.." Meyra tertawa.
"Enggak,, kamu becanda kan...?" tanya Meyra.
"Astaga jadi,, Angga tidak bilang apa - apa? kemarin kamu pingsan di rumahku,, aku memanggil dokter dan dokter bilang kamu hamil." Jelas Calvin singkat, padat dan jelas.
Brakkkk!
Meyra mengebrak meja itu dengan sedikit keras tetapi untungnya sudah terbiasa bagi semua anak - anak yang ada di kantin.
"Apa! aku hamphhhhhhhhh.." Gea menutup mulut Meyra dengan cepat sebelum sesuatu terjadi.
"Maaf,," Meyra mendekatkan wajahnya pada Calvin begitu sangat dekat dan tatapan mata begitu sangat tajam.
"Aku hamil!" sampai air liurnya muncrat diwajah Calvin dan Calvin mengusapnya dengan tangannya.
"Jawab!" tanya Meyra menyelidiki.
Calvin hanya menganggukkan kepalanya menjauhkan wajahnya dari Calvin.
Srettt!
__ADS_1
Tiba - tiba seseorang menarik tangan Meyra dan menjauhkannya dari pandangan Calvin.
"oh jadi gini kamu dibelakang aku...?" Seru Angga.
"Angga,, kamu ada disini?" tanya Meyra gugup mendapati suaminya ada disini.
"Ikut aku,," Angga menarik lengan Meyra dengan paksa.
"eh,, ak.." belum saja Meyra mengeluarkan kata - katanya, dia sudah didorong oleh beberapa siswi.
"aw, shitt.." Meyra terjatuh kebawah.
"Eh kau jadi cewek,, berani banget pengang - pengang tangan orang.. apa kau tahu dia ini idola kita. mentang - mentang ada Cogan digoda..." Sindir seseorang perempuan.
"Ishh kalian ini apa sih?" kesal Angga. Ia berjongkok dihadapan Meyra. "Kamu tidak apa - apa...?" tanya Angga lembut.
"Aku ngak apa - apa..." Jawab Meyra dengan senyuman. "Biar aku bantu bangun.." Angga menjulurkan tangannya menarik Meyra untuk bangun.
"Angga kau ngapain juga membantu dia..?" Ucap perempuan lainnya, begitu geram melihat Angga begitu perhatian dan lembut disaat bersuara terhadap Meyra.
Meyra menundukkan kepalanya menahan matanya berkaca-kaca. Ia berlari keluar dari kantin meninggalkan Angga dari jangkauan beberapa perempuan yang menyindir dan berkata jelek tentang nya.
"Mey! kamu mau kemana!" teriak Angga kepergian Meyra.
"Ishhh! ini semua gara gara kalian! apa kalian tahu dia itu istri ku!!" seru Angga.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️