
Sesampainya.
Mereka kini sudah sampai dikediaman, mereka melewati ruang tamu. Disana sudah ada mama Delia, mama Nayra, papa Anantha, dan lainnya terkecuali papa anggaranaya masih dikantor.
"Mey Angga kalian sudah pulang sayang." sapa mama Delia.
"Ya ma. habis jalan - jalan cari angin" Jawab Meyra.
Kini pandangan nya teralih kearah kedua orang tua nya, pakaian mereka begitu sangat rapi dan beberapa koper menumpuk didekat sofa.
"loh papa, sama mama rapi banget." tanya Meyra heran.
"Mama sama papa akan segera pulang ke Korea lagi." Ucap mama Nayra.
"Hah, papa sama mama akan pulang? kenapa ngak tinggal disini?"
"Ngak bisa sayang papa banyak pekerjaan dikorea. apalagi papa sering keluar negeri, terus siapa nanti jaga rumah." Ucap tuan anantha.
"tapi Mey kangen sama kalian. kalau begitu Mey mau ikut sama kalian aja." Ucap Meyra dengan kini ia memeluk mamanya.
"Ngak boleh dong sayang, kamu sudah menikah sudah seharusnya kamu tinggal bersama suamimu. dan mama sama papa janji bakalan berkunjung setiap bulan kesini." Ucap mama Delia menatap suaminya dan mendapatkan anggukan kepala dari tuan anantha.
"Baiklah kalau begitu, tapi---" Meyra memutuskan kata - katanya dan kini memandang kearah Andre kakak nya dan juga Calvin dan Naura yang berdiri berdampingan.
__ADS_1
"Kakak akan tinggal disini kan? dan Calvin, Naura mereka pulang juga?" Tanya Meyra.
"Kakakmu akan pulang sama kita, sedangkan Calvin dan Naura akan tinggal di Indonesia, disini. Karena mereka sudah menikah." Ucap mama Delia.
"Apa? mereka menikah!" seru Meyra dan Gea kini bersamaan.
"Kapan?"
"Udah jangan dibahas suatu saat kita akan cerita." Mama Nayra menatap kearah kedua pasangan itu yang tak lain Naura dan Calvin.
"Dan untuk Angga kamu jaga putri mama ya. jaga lukain hati nya sedikit pun, karena dia cepat terluka." Ucap mama Delia.
"Iya ma. Angga janji." Ucap Angga tersenyum dan menatap kearah Meyra yang pura - pura tak memandang nya dengan mengalihkan nya menatap Naura dan Calvin bergantian.
"Del kami pamit ya. salam sama Anggara." Ucap tuan anantha.
"Iya. akan aku kabari."
"tolong jaga putri ku Del. "
"Hmm .. akan ku jaga." mama Delia dan mama Nayra saling memeluk antara satu sama lain.
••
__ADS_1
Setelah kepergian kedua orang tua Meyra dan kakaknya dan Calvin bersama Naura pulang kediaman Calvin. Kini tinggal Meyra, Angga, Gea, dan mama Delia disana.
"Ma, aku tinggal ke kamar dulu." ucap Angga mulai menarik lengan Meyra.
"tunggu nak, Ini mama tadi membelikan test pack untuk mu," kata mama Delia dengan Menyodorkan test pack itu pada tangan Meyra.
"te..st pack?" tanya Meyra gugup.
"iya. siapa tahu iseng - iseng kamu bisa hamil." kata mama Delia. Ia melebarkan senyumnya dengan penuh harap. Meyra langsung menatap Angga.
"Baiklah ma. akan aku coba," Ucap Meyra.
Dengan cepat Angga langsung menarik lengan Meyra menuju kamarnya. Sedangkan Gea yang mendengar perbincangan mereka sedari tadi kini panik.
"Aduh gimana kalau kak Meyra kasih tahu yang sebenarnya kalau dia hamil?" Gumam Gea dalam hati.
"Mey, kamu kenapa ekspresi nya kayak gitu? sakit?" tanya mama Delia kini ia menaruh punggung tangannya di kening putrinya.
"tidak panas."
"Aku kedalam dulu ma. selamat malam ma." Ucap Gea dengan terburu - buru menaiki tangga menuju kamarnya.
"ada apa dengan Gea ngak biasanya?" Ucap mama Delia dengan mengelengkan kepalanya melihat tingkah putrinya yang tidak seperti biasanya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️