
Kini Meyra membawa Angga kesebuah taman yang berada dibelakang kediaman itu.
"Ada apa yang kamu katakan?" tanya Angga yang kini berdiri didepan nya menatap jam tangan nya.
"Ini masalah bayi dalam kandungan ku, apa kita harus menjelaskan nya pada semua keluarga kita?" ucap Meyra yang kini mengelus perutnya.
Angga memandang perut Meyra sejenak dan kini pandangan matanya tertuju kedua manik mata Meyra.
"Jangan dulu, lebih baik kita rahasiakan sampai bayi itu lahir." Ucap Angga.
"tapi lama - lama perut ini akan membesar mereka akan tahu, lalu nanti jika diantara mama dan papa tanya dengan perutku aku harus jawab apa?" Tanya Meyra.
"Bagus dong jika mereka tahu. kamu jangan perlu memikirkan nya, yang harus kamu pikirkan bayi dalam kandungan mu agar dia baik - baik saja" Ucap Angga ia mengambil beberapa kartu didalam tas kerjanya.
"nih kamu pake, untuk keperluan bayi kita." Ucap Angga memberikan kartu card ATM dan disahut Meyra.
"Kalau begitu aku pergi kerja dulu." Ucap Angga menepuk bahu gadis itu dan meninggalkan nya sendirian disana.
"Tuhan, apa aku bisa menghabiskan waktu ku bersama pria itu selamanya? apa aku bisa mencintainya??" Ia menatap kearah langit yang begitu cerah dengan tatapan mata yang kini hampir menetes.
"Kamu bisa mencintainya jika kamu berusaha. tidak ada yang tidak mungkin kak Mey." ucap Gea muncul dari balik pintu keluar taman dan kini mendudukkan dirinya dikursi taman.
__ADS_1
Meyra memikirkan perkataan temannya itu--- eh maksudnya adik iparnya itu. ada benarnya juga jika ia berusaha mungkin ia bisa mencintai seseorang Angga.
Meyra memilih untuk ikut duduk disamping Gea dan menyenderkan kepalanya dibahu Gea.
"kak Mey lihat keatas langitnya indah ya." Ucap Gea menunjuk kearah langit yang begitu sangat indah pagi ini.
"Iya, tapi jangan panggil aku kak Mey itu membuat ku terlihat lebih tua, ingat kita itu seumuran." Ucap Meyra tatapannya tidak henti menatap kearah langit.
"baiklah terserah mu deh, tapi kita keluar sebentar yuk. aku benar - benar males dirumah"
Meyra baru mengingat sesuatu, ia berdiri membuat Gea mengerutkan keningnya.
"Ikut aku sebentar ada sesuatu yang ingin ku tunjukkan padamu." Ucap Meyra menarik lengan Gea secara paksa dan berlari kecil.
Mereka melewati ruang tamu dan menaiki tangga. "Mey tunggu dulu, jangan lari nanti bayi dikandunganmu kenapa - kenapa." seru Gea membuat semua orang yang berada diruang tamu menoleh kearahnya. Karena suaranya Gea kedengaran sampai telinga mereka.
"tunggu! apa maksudnya ge..? Mama ngak salah dengar bayi dalam kandungan Meyra? maksud nya Mey hamil?!" Seru mama Delia panik mendengar kenyataan baginya ia tidak salah mendengar dan kini semua orang menatap kearah mama Delia.
Meyra dan Gea ketakutan dan menundukkan kepalanya. Kini Meyra tidak tahu harus berbicara darimana untuk mengatakan sejujurnya. Masa ia harus berbohong lagi.
"Apa benar itu Mey?" seru tuan anantha.
__ADS_1
"ti....dak om, maksud Gea, Meyra jangan sampai berlarian nanti dia bisa jatuh. iya kan Mey?" Ucap Gea berbohong dengan menyenggol bahu Meyra.
"iya. pa masa Meyra hamil sih. aku aja baru nikah sama Angga." Ucap Meyra dengan sedikit tertawa.
"Mungkin om dan mama salah dengar kali. Gea tadi salah bicara soalnya kebanyakan nonton tiktok dan tik tok banyak banget video orang hamil jadi kepikiran deh hehehe." Gea menimpali dengan mengaruk kepalanya.
"Ohhhhh mama kira." Ucap mama Delia tertawa. Ia percaya begitu saja tetapi tidak dengan tuan anantha.
"Kalau begitu kami kedalam dulu.." pamit Meyra.
•
•
•
•
•
Jangan lupa like dan vote setelah membaca.makasih❤️
__ADS_1