
Jeffrey berusaha membangunkan Debby dengan menggoyangkan tubuh perempuan itu. Wajah perempuan itu berkeringat banyak ada ketakutan disana seperti nya dia sedang bermimpi buruk.
"Debby bangun!" teriak Jeffrey tepat ditelinga perempuan itu membuatnya terbangun dari mimpi buruknya.
"Jangan!!!!" teriaknya. Ia terduduk dari tempat tidurnya dan ia berusaha mengatur nafasnya yang hampir seperti dikejar hantu.
"Kamu bermimpi buruk?" tanya Jeffrey mengeringkan wajah Debby yang berkeringat itu.
Debby melihat ke sekeliling, kini ia menatap kearah lelaki dihadapan nya itu.
"Ada apa?" tanya Jeffrey mengerutkan keningnya.
"tidak ada apa - apa." Ucapnya.
"Mengapa aku memimpikan kejadian itu lagi, aku takut jika akan tumbuh benih didalam perutku." Gumam Debby dalam hati.
••
Keesokan nya.
Kini keluarga itu seperti biasanya kumpul sarapan bersama diruang makan dengan menyelipkan sedikit perbincangan. Setelah mereka menyelesaikan makannya, Angga dan tuan anggaranaya berpamitan pada istri mereka masing - masing. Tetapi Meyra tetap menghiraukan lelaki itu.
Sementara Gea kini baru mengingat sesuatu, "Pa, kak, tunggu sebentar." menghentikan langkah keduanya yang akan masuk kedalam mobil.
__ADS_1
"Boleh tidak ge, nanti siang datang ke kantor?" tanya Gea Cegegesan membuat Angga mengeryit heran.
"Boleh dong nak, masa ngak boleh itu juga kamu yang akan menggantikan papa menjadi penerus nya jika waktu nya kamu sudah siap." Ucap tuan anggaranaya.
"Ya, udah hati - hati dijalan. Nanti juga Gea bawa Mey juga." Ucapnya bergelayut dilengan Meyra yang sedari tadi hanya diam.
"Sudah - sudah ge. biarkan papa mu pergi ke kantor nanti dia telat, hari ini kan ada meeting." Ucap mama Delia yang kini datang setelah membereskan ruang makan.
"Astaga sampai lupa, ya udah kami pamit. ayo Angga." Ucap tuan anggaranaya berjalan masuk kedalam mobilnya dan diikuti oleh Angga.
Setelah kepergian mobil itu tidak menampak dari kediaman itu. Mereka pun kembali masuk kedalam rumah dan kini mereka duduk di ruang tamu.
"Mey, ge boleh mama tanya sesuatu sama kalian?" tanya mama Delia.
"Kalian mau ngelanjutin kuliah ngak?" tanya mama Delia.
"Kuliah?" Meyra mengulangi perkataan mama Delia ia menatap kearah Gea sama halnya dengan Gea.
"Tunggu ma, kita diskusi dulu." Ucap Gea.
"Apa kita kuliah lagi Mey?" bisik Gea.
"terserah kamu aja aku gikut deh."
__ADS_1
"Menurut ku sih mending kuliah aja, siapa tahu disana kita bisa yuci mata sekalian."
Meyra mentoyor kepala Gea, "Cogan terus pikiran nya." kesal Meyra.
"Hehehe maklum, ngak bisa lihat Cogan sedikit langsung jatuh cinta." Ucap Gea membayangkan pria - pria yang sering ia temui saat ia sedang kuliah.
"Ya udah berarti sepakat kita kuliah." Ucap Meyra.
Mereka pun kini memutuskan akan kuliah kembali. Mereka pun mendudukkan posisi masing - masing setelah berdiskusi.
"Bagaimana?" tanya mama Delia.
"Iya deh ma, kayaknya kita pengen kuliah." Ucap Meyra dan dijawab anggukan kepala oleh Gea.
"Baiklah, nanti mama akan beritahu pada paman Sam, paman nya Gea biar kalian didaftarkan dikampus paling termewah dan terkenal oke." Ucap mama Delia.
"Terima kasih ya ma, jadi gerepotin deh." Ucap Meyra ia sebenarnya tidak enak hati harus melibatkan orang lain.
"Ngak kok sayang, mending sekarang kalian ke mall beli alat - bahan untuk ngampus, mama jamin besok kalian sudah terdaftar dikampus itu dan mulai ngampus." Ucap mama Delia.
"Iya, kalau gitu kami siap - siap dulu." Ucap Gea berlari terlebih dahulu menaiki tangga menuju kamarnya sama halnya dengan Meyra menuju kamarnya.
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️
__ADS_1