
"Kak ! Kakak tidak apa - apa ?! Apa benar kata mama kakak itu pingsan ! bagaimana bisa ?!" Pertanyaan bermacam - macam mulai bersuara dari mulut Gea dengan ia menepuk pipi Angga berkali - kali.
Angga telah siuman beberapa menit yang lalu. "ge, kamu itu sungguh cerewet !" ketus Angga, sibuk meminum air putih nya.
"Tidak apa kan cerewet dengan kakak sendiri," Gea berjalan mengubah posisi nya mendekati tempat tidur sebelah Meyra yang sedari tadi hanya melamun.
"Mey ! Kamu kenapa melamun ! apa kakak bersikap kasar padamu lagi ?" Bisik Gea yang memandang Angga dengan kini menatap nya tajam.
"Hah tidak ! " Seru Meyra yang memandang kearah Angga.
"Jika tidak ada urusan lagi disini, mending kamu keluar sana ge, kakak mu mau istirahat." Ucap Angga membalikkan badannya membelakangi Gea yang hanya mencebikkan bibirnya.
"Mey kalau gitu aku keluar ya, nanti jika kakak berlaku kasar lagi padamu akan aku potong punyanya." Tatapan mata Gea begitu tajam dengan berkacak pinggang, ia begitu serius.
Angga hanya menelan ludah nya dalam membayangkan nya saja mampu membuat nya memegang miliknya. (hahaha)
••
Keesokan harinya mama Delia mendapatkan pesan siang - siang dari temannya yang tak lain Sonya, untuk bertemu di kafe. Ia begitu senang mungkin ini kesempatan nya untuk mempertemukan Gea dan Meyra pada Sonya.
Dengan begitu mama Sonya siap - siap dan turun kebawah melihat kedua putrinya sedang bercerita entah apa yang diceritakan nya mampu membuat mereka tertawa.
"Ekhem." mama Delia berdehem membuat keduanya menoleh kearah mama Delia yang sudah berpakaian sangat rapi.
__ADS_1
"Eh mama." Ucap Gea.
"Wah mama cantik banget, mau keluar lagi ya ?" Ucap Meyra.
"Iya nih, tapi mama pengen ngajak kalian keluar kalian mau kan..?" Ucap mama Sonya, berharap kedua putrinya mau.
Meyra dan Gea hanya saling memandang, "Mey ngak bisa ikut ma, dia harus ikut Angga ke kantor. Iya kan sayang ?" tiba - tiba muncul merangkul pinggang istri nya dan menatap tatapan tajam dari Angga.
"Benarkah itu Mey ? Yah berarti ngak bisa dong." Mama Delia hanya memayunkan bibir nya.
"Kan masih ada Gea ma, ge kamu ikut mama." Titah Angga menunjuk mama Delia dengan dagunya.
"Tapi kak ? Ya udah deh." Ucap Gea dengan terpaksa.
^
^
"Kamu marah ya Mey sama aku ?" Tanya Angga pada Meyra yang masih terlihat kesal.
"Ngakk tahu tuh !" Ketus Meyra.
"Maaf, kalau kamu mau ikut sama mama aku antar untuk menyusul mama,"
__ADS_1
"Tidak usah ! aku ikut kamu aja." Ucap Meyra, kini ia menatap suaminya yang terlihat merasa bersalah.
"Jadi artinya kamu ngak marah lagi sama kau kan ?!" Kini Angga tersenyum berharap mendapatkan maaf dari istri tercinta nya.
" Siapa yang marah ! perasaan aku ngak marah sama kamu, cuma kesal aja sama yang kemarin !" Ucap Meyra masih merajuk.
"Maaf kalau begitu aku salah, aku ngak tahu kalau makanan itu ada sesuatu dimasukkan oleh wanita itu." gerutu Angga dengan dirinya sendiri tetapi Meyra mendengar nya dengan begitu jelas mampu membuatnya menatap Angga tajam.
"Kamu selingkuh dibelakang ku ?!" kesal Meyra.
"Pak stop !" Titahnya pada sopir yang sedari tadi menyetir mobil Angga.
"Kenapa berhenti ?"
"Aku mau pulang !" Ketus Meyra keluar dari mobilnya.
"Hey Mey dengar penjelasan ku dulu, ini ngak kayak kamu kira !!! Mey !!!" Angga berusaha mengejar Meyra yang berjalan dengan cepat menyetop taksi.
"Jalan pak !" seru Meyra.
"Mey tunggu penjelasan ku dulu !!! sayang !!! baby!!! honey!!! Mey!!!!" Angga berlari mengejar mobil taksi yang dinaiki Meyra.
"Ah sial !! salah paham lagi !!" Angga mengacak rambutnya prustasi.
__ADS_1