Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 174


__ADS_3

Mama Sonya menatap kearah wanita disamping Jeffrey, Ia menyipitkan matanya baginya wajah wanita itu tidak asing.


"Memang nya siapa dia Jef?" tanya mama Sonya.


"Dia itu----" Jeffrey memotong perkataan nya memilih membalas tatapan tajam Debby.


"Jefff! awas kau," Debby menggertakkan gigi nya dengan begitu keras.


"Anak yang Tante cari - cari. Dan ya seperti yang saya katakan."


Setelah kejadian pernikahan Debby dan Angga diam - diam, ia menyuruh beberapa anak buahnya untuk mengawasi keberadaan Debby selama ia berada di kota London kelahiran nya. Dan beberapa anak buahnya mendapatkan foto - foto Debby saat pernikahan Angga berlangsung dan beberapa foto hasil editan Debby untuk mengancam keluarga Angga dan hasil kebusukan Debby selama ini, ia kirimkan pada mama Sonya . Tetapi hanya mama Sonya saja yang boleh tahu, sementara papa algara dan yang lainnya ia sembunyikan terlebih dahulu.


"Sini nak sama mama. Jef makasih sudah membawa Debby kembali kerumah ini." ucap mama Sonya dengan lembut.


"Iya Tante," balas Jeffrey dengan senyuman tulus nya. "Kalau gitu Jef pergi dulu, dan besok Jef datang kembali lagi mau main - main tidak apa - apa kan Tante..?"


"oh tentu tidak apa - apa. malah Tante senang, "


"Ayo Debby kita masuk. kita ke kamarmu, mama akan tunjukkan kamar mu." Mama Sonya mengandeng lengan putri nya masuk kedalam rumah megah itu.


"loh kenapa mama gak marah sama aku. aku kira mama akan marah. tapi baguslah jika dia tidak marah." batin Debby dengan kegirangan.


"Wah ma, ternyata rumah mama besar banget." Ucap Debby, memandangi ruangan itu penuh dengan benda - benda mewah.

__ADS_1


"Ya sayang. tapi kamu suka kan?" tanya mama Sonya.


"Ya ma." Debby menganggukkan kepalanya. "Kalau tahu mama kaya raya kayak gini, kenapa juga aku gak dari dulu aja dibawa kesini , aku gak perlu buat siasat licik itu untuk mengambil kekayaan Angga." Batin Debby dengan guratan penyesalan.


"Mama aku pulang!"


Suara langkah sepatu seseorang terdengar begitu jelas dan seperti biasa nya ia membawa seorang gadisnya pulang.


Debby begitu kaget mendapati siapa yang datang.


"Kak Dika."


"Kau?!" Dika begitu terkejut saat mengetahui perempuan yang selama ini ia benci ialah adik kandung nya.


Mama Sonya tidak menjawab pertanyaan putranya memilih berkacak pinggang.


"Kamu itu pulang - pulang, keluyuran gak jelas terus bawa cewek. terus cewek dari mana lagi kamu dapat ini? sudah berkali - kali setiap pulang bawa cewek berbeda - beda!." Amarah mama Sonya menatap tajam kearah wanita yang sedari tadi bersembunyi dibelakang Dika.


"bukan urusan mama. Dan kau lebih baik pergi dari rumah ini! kau sudah tidak di anggap masuk keluarga ini lagi!" Bentak Dika.


"kak aku------"


"Cepat keluar!!!!"

__ADS_1


"Dika!" Bentak mama Sonya.


"Kau tidak boleh berkata kasar seperti itu pada adikmu! dia itu baru pulang, kamu malah marahin!" tegas mama Sonya, lalu ia menggandeng tangan putrinya membawanya menaiki tangga menuju kamarnya.


"Mama!!! mama dia itu sudah menghilang selama bertahun-tahun, dia sudah tidak peduli dengan keluarga kita untuk apa mama peduli padanya! mama!!!!" Teriak Dika menatap kepergian sang mama dari bawah.


"Sudah sabarlah sayang, mending kita ke kamar mu. oke." Ucap kekasih nya.


Dika hanya mampu menghela nafas nya dengan kasar.


••


Sementara disisi lain suasana matahari hampir menyengat tubuh dua orang yang sedari tadi duduk dikursi taman yang agak jauh dari keramaian.


"Kakak, mending kita pulang saja. apa gak capek, kayak ikan teri." Ucap Gea ia menutup wajahnya dengan mantel jaketnya itu agar tidak kepanasan.


"Tidak. kamu lihat itu," Angga menelengkan wajah Gea kearah wanita yang sedari tadi ia awasi.


"Itu, astaga naga kak! bukan nya itu Meyra?!" Gea terbangun dari duduk nya. "Aku harus menemui nya." Gea berjalan menuju kearah Meyra tetapi dihadang Angga.


"Ehhh kamu mau kemana?! kamu gak boleh mendekati nya, " Ucap Angga.


"tidak kak aku harus berbicara dengan nya." Gea menepis tangan nya dari genggaman sang kakak, berlari kearah Meyra yang sedang terduduk di kursi taman yang berbahan semen itu.

__ADS_1


__ADS_2