Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 143


__ADS_3

Kediaman anggaranaya


Ting tong.


Suara bell rumah berbunyi menandakan seseorang memencet bell rumah itu. Terdengar sampai dapur.


"Ge, buka pintu depan sebentar nak! mama lagi masak nih !" teriak mama Delia yang sedang berkutat dengan alat dapur.


"Ya ma !" Jawab Gea dengan langkah malasnya, ia menuju kearah depan pintu.


"Ge, bagaimana kabar nya ?" Tanya mama Sonya yang sudah dibuka pintu oleh Gea.


"Baik aunty." Jawab Gea dengan tegang. Ia menelan ludahnya dalam - dalam saat tahu siapa juga yang berdiri dibelakang mama Sonya.


"Oh ini kamu inget kan anak tante Dafa." Mama Sonya mengingatkan, sembari mendekatkan Dafa pada Gea.


"Hai Dafa." Menjulurkan sebelah tangan kanannya.


"Iya, silahkan masuk saja." Jawab Gea, ia tidak membalas jabatan tangan dari pria yang ia kini takuti itu.


"Astaga Sonya....! Kamu kesini, oh kenapa ngak bilang mau kerumahku ? aku kan belum siapkan apa - apa." Ujar mama Delia dengan heboh mereka berpelukan.


"tidak apa - apa." Ujar mama Sonya.


"lalu si tampan ini putramu..? sangat tampan sekali, wajah nya mirip sekali dengan mu." Ucap mama Delia mengusap bahu Dafa dengan lembut.

__ADS_1


Dafa hanya tersenyum kecil dan hanya sebentar - sebentar matanya menatap kearah Gea yang sedari tadi duduk dikursi paling pojok sembari membaca buku.


"Ayo duduklah dulu, aku akan menyuruh pelayan membawakan kalian minuman dan cemilan." Ucap mama Delia menuju ke dapur.


dan tidak berlangsung lama, mama delia telah kembali membawa beberapa minuman dengan cemilan.


"Silahkan diminum."


"Ge, duduk sini nak. Jangan jauh - jauh, ngak sopan kalau tamunya ngak disapa." Tegur mama Delia menatap putrinya yang menurut perkataan nya.


"Aku kesini bukan ingin berkunjung aja.. aku kesini juga ada maksud lain juga. kamu pahamkan seperti apa yang kita bicarakan dikafe saat itu." Ucap mama Sonya menatap kearah putra nya dan Gea.


"Oh masalah itu... aku sebenarnya belum cerita ke suamiku. tapi kamu tenang saja aku pasti akan menceritakan nya." Ucap mama Delia.


"ge kamu ajak sebentar Dafa keliling rumah kita. biar dafa nya gak cepat bosan." Titah mama Delia.


"Ge ngak mau ma. mending mbak uti aja yang mama suruh." Ujar Gea dengan wajah memelas.


"Gea cuma sebentar nak."


"Baiklah." Jawab Gea dengan terpaksa dan membuat mama Delia tersenyum.


"Ayo tuan Dafa, saya akan mengajak Anda keliling kediaman anggaranaya." Ucap Gea dengan hormat tetapi sedikit penekanan.


Setelah kepergian mereka.

__ADS_1


"Apa ngak sedikit memaksa Gea untuk dekat - dekat dengan putraku ?" tanya mama Sonya.


"Itu lebih bagus. jika mereka terlalu dekat dan kita bisa menikahkan mereka." Jawab mama Delia menyeruput kopi hangat nya.


"tapi mengapa kamu ingin menikahkan putra dan putri kita?" tanya mama Sonya. Ini sedari kemarin menjadi pertanyaan untuk mama Sonya.


"Karena aku tahu putramu akan menerima putriku dan menerima bayi dikandung Gea." Jawab mama Delia smirk.


Mama Sonya hanya menganggukkan kepalanya karena tidak paham awal kejadian bagaimana dengan kehamilan Gea yang sama sekali ia tidak tahu. Sebetulnya ia ingin bertanya tentang itu tapi ia tidak ingin mau mengungkit luka yang ada pada hati Gea lagi.


••


Kota Seoul.


Dalam kamar milik Meyra suasana begitu heboh malam ini setelah mereka selesai makan malam beberapa jam yang lalu.


"Aw Angga bukan yang itu! tapi yang ini !"


"aduh sakit - sakit! Stop. Angga kamu bisa sih melakukan nya jangan keras - keras. pelan - pelan caranya nanti bisa rusak!"


Sementara dari arah luar pintu sedari tadi mendengar nya hanya menutup mulutnya. "Ah apa nya yang rusak! jangan - jangan...?"


Gdubrak....


"Kalian--------"

__ADS_1


__ADS_2