Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 166


__ADS_3

Angga terduduk diatas kasur meratapi nasibnya, ia melihat foto yang dikirimkan entah siapa yang membawa nya.


Disana sudah ada foto bukti - bukti debby diperkosa, oleh seseorang dan disana lengkap identitas pria itu dan ternyata mantan debby. Sebelum ia berhubungan dengan Debby.


"Ja..di de..lla bukan anakku..." Air mata Angga menetes memandangi Della yang hanya menangis diatas ranjang.


"Debby kau benar - benar ingin merusak rumah tanggaku dengan Meyra." Geram Angga. Ia menggendong Della menuju keluar menemui seseorang yang biasanya menjaga Debby jika dirinya sedang bekerja.


tok..tok..tok..


"Iya tunggu sebentar!"


"Eh tuan Angga, ada apa ya? enggak mungkin kan mau nitip Della kerumah, bukankah ini hari libur." ucap ibu asih yang tinggal disamping rumahnya yang terlihat sederhana.


"Iya bu asih, tapi ini cuma sebentar aja kok nanti malam Della nya aku jemput " Ucap Angga memberikan Della ke gendongan ibu asih.


"Pap,papa," racau Della meski sedikit susah didengar. "Della sayang, papa tinggal sebentar ya sama ibu asih." Ucap Angga mencium putrinya meski ia tahu kenyataan nya sekarang.


"Aku permisi dulu Bu asih."


Della hanya mampu menangis memandangi papanya pergi.


••


"Meyra!!!" teriak suara bariton dari kejauhan.

__ADS_1


Meyra menoleh, "alan,".


"Kamu ngapain disini?" tanya Meyra.


"Aku yang seharusnya bertanya kamu ngapain kesini??" Tanya balik Alan memandangi baby Meyra didalam ranjang bayi transparan yang didorongnya.


"Males aja dirumah, pengen jalan - jalan cari udara segar." Ucap Meyra seketika matanya menatap kearah sudut bibir Alan yang terlihat lebab.


"Astaga alan, bibir kamu kenapa? sini biar aku obatin, mumpung aku bawa salep untuk obatin luka mu takutnya nanti infeksi." Ucap Meyra menarik lengan Alan dan juga mendorong trolly baby-nya.


"Sudah lah Mey aku tidak apa - apa ini luka lebab biasa aja." Ucap Alan.


"Sudah tidak apa - apa gimana, luka begini. Cepat sini.." Meyra mengoleskan salep itu pada sudut bibir Alan dengan hati - hati.


"Degh..." Suara jantung Alan berdetak sangat kencang disaat wajah Meyra begitu sangat dekat dengan nya apalagi dengan suara nafas Meyra mengenai wajah nya mampu membuat jantung nya seakan loncat dari tempat nya.


"Itu obatin sendiri." Meyra tahu apa yang dirasakan Alan.


"Ehm.. ya deh. mencoba mandiri, obatin luka sendiri." Ucap Alan mencibirkan bibirnya.


Tanpa mereka sadari seseorang melihat kejadian itu dari kejauhan hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Meyra kuharap kamu bahagia dengan kehadiran baby megatha dan Alan yang selalu ada disamping mu. dan Angga maaf mama menyembunyikan Meyra untuk sementara waktu padamu." batin mama Delia meneteskan air mata nya.


••

__ADS_1


"Plak!" Angga melemparkan sebuah foto - foto tepat didepan meja hadapan Debby.


"Apa maksudnya ini?! bisa dijelaskan?!" Angga menatap Debby dengan datar.


"Apa maksudnya apa sayang?" tanya Debby tidak paham.


"Lihat saja sendiri."


"Degh.." Mata Debby membulat, kakinya terasa bergetar hebat. Rasa ketakutan nya sudah berasa.


"Ini tidak mungkin! Ini hanya editan! ini tidak mungkin aku?!" seru Debby merobek foto itu.


ia mendekati Angga dan menyentuh tangan pria itu. "Angga aku tidak pernah melakukan itu percayalah. Bisa jadi itu hanya akal - akalan Meyra, ya pasti. pasti dia yang mengirim ini. Dan pastinya dia ngak mungkin buat hidup kita tenang ya kan." Ucap Debby berlinang air mata.


"Bohong, bohong, bohong! Itu tidak mungkin!" Angga menyunggingkan senyumnya. "Kau pikir dengan tangisan mu itu aku akan percaya, tidak akan pernah!" seru Angga.


Ia menghempaskan tangan Debby, "Mulai sekarang kau urus saja Della, aku akan mengurus perceraian kita. aku sudah muak dengan orang suka berbohong!"


"Jangan lakukan itu Angga! jangan! aku tidak mau kehilangan mu untuk kedua kalinya! jangan!" Debby Menarik lengan Angga mencengah pria itu pergi.


"Lepaskan aku Debby!!!" Teriak Angga.


"Tidak!!! aku tidak akan membuatmu kembali lagi pada wanita itu!!! kamu hanya milikku!!!" teriak Debby.


Sehingga diantara mereka saling tarik menarik dan--------

__ADS_1


"Akhhh-------"


"Angga!!!!"


__ADS_2