
Khusus bagi yang berpuasa jangan dulu ya dibaca soalnya mengandung adegan dewasa!!
"Apakah seseorang itu telah meniduri mu hah!" seru Angga. Ia melucuti pakaian Meyra dengan cepat sementara Meyra hanya menangis dengan perlakuan Angga kepada nya.
"Jangan lakukan ini nga, jangan..." ucap Meyra. Ia menyadari Angga ingin membuka pakaiannya, ia berusaha menahan lengan Angga yang kini membuka kancing bajunya yang hampir setengah terlepas.
"Lepas!" seru Angga mereka pun saling tarik menarik sehingga pakaian itu----- sreek suara pakaian nya, Angga merobek nya dengan paksa sehingga menampakkan hanya dalaman nya saja.
Jlep. Angga menelan ludah nya dalam - dalam melihat pemandangan yang begitu membuat nya terhipnotis.
Meyra pun menyadari nya, ia pun mengambil selimut yang berada tepat disampingnya itu menutupi dadanya.
"Apa yang kamu lihat! dasar mesum!!" teriak Meyra melototkan kedua matanya dan itu membuat Angga menindih tubuh nya kembali dan menatap kedua bola mata Meyra yang kecoklatan itu sejenak dan berhenti pada bibir ranum merah Meyra.
__ADS_1
Cup... dengan langkah cepat Angga mencium bibir Meyra dan menyesapnya merasakan bibir yang sudah lama ia tidak rasakan itu.
"Emphhhh!" Meyra berusaha mendorong tubuh Angga menjauh dari nya, tetapi Angga malah semakin dalam menciumnya membuat Meyra kehilangan nafas nya. Sehingga Meyra menjambak rambut Angga sampai membuat nya memekik kesakitan.
"Aw kamu mau membuat rambut ku botak hah!" seru Angga yang kini menaikkan kedua tangan Meyra dan menguncinya keatas kepala Meyra dengan kedua tangannya.
"Kamu yang membuat aku ingin mati! apa kamu tahu aku susah bernafas gara - gara kamu!! sekarang cepat lepaskan akuuu!!!" Meyra meronta - ronta ingin dilepaskan, tetapi Angga hanya terdiam saja menyaksikan nya.
"tidak akan, jika kamu tidak ingin aku berbuat kasar lagi kepada mu makanya ikuti perintah ku!" Seru Angga. Ia kembali mencium bibir Meyra tidak seperti tadi sungguh kasar dan kini benar - benar lembut sampai membuat Meyra merasakan sensasi yang berbeda. Sehingga ia membalas ciuman itu.
"Aku malu ga," Meyra tersipu malu ia menarik selimut itu menutupi seluruh badannya tetapi Angga mencengahnya dengan menggelengkan kepalanya.
Angga mendekati telinga Meyra, nafasnya terasa memburu, "Untuk apa kamu malu, aku sudah pernah melihat tubuhmu itu." goda Angga sehingga membuat Meyra tersipu malu.
__ADS_1
Ya, seingat Meyra saat kejadian pertama kali mereka bertemu dihotel dan pemerkosaan itu.
"Angga aku takut, aku benar - benar takut sekali. itu pasti sangat menyakitkan." Cicit Meyra. Ia begitu sangat ingat kejadian beberapa bulan yang lalu bagaimana saat Angga menerobos selaput dara nya dengan paksa, itu sangat menyakitkan.
"Jangan takut ada aku disini." bisik Angga.
Sebelum itu Angga berusaha membuat Meyra merasa terangsang sebentar, ia mencium bibir Meyra dan kembali turun ke leher jenjang nya berkali - kali ia mengulangi itu.
Sehingga Meyra baru menyadari nya bahwa kini Angga mulai menerobos selaput dara nya, sehingga Meyra hanya bisa menjerit dan merasakan pada bawahnya begitu sakit.
"Argghhhhhhh! angga Ini sakitttt!!!! lepaskan Angga, ini sakit!!!" teriak Meyra ia mendongakkan kepalanya, air matanya mengalir dipelupuk matanya menahan rasa sakit.
"Ini belum semuanya sayang, tahanlah sebentar... aku masih berusaha." Ucap Angga dengan cepat ia memasukkan dengan cara kasar.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️