Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 137


__ADS_3

"Ge, Gea kamu ngak papa kan sayang ?" Mama Delia melihat putrinya terduduk dibawah lantai kamar mandi.


Gea membuka kedua matanya perlahan, Ia menatap sekeliling nya hanya ada mama Delia disana yang memandang nya dengan rasa curiga.


"Pakaian ku ! " pekik Gea.


"Ada apa dengan pakaian mu memang nya sayang.. ?" Tanya mama Delia mengusap lembut wajah putrinya.


"Ah tidak ma."


Perasaan Gea tadi pakaian nya terbuka tapi kenapa sekarang ia menggunakan pakaian lengkap. Ada apa sebenarnya ini ? Tetapi kejadian itu terjadi beberapa menit yang lalu mengapa sekarang ia tidak melihat pria itu lagi. Dimana dia ? pikir nya.


"Lebih baik kita pulang, "Mama Delia membantu putrinya bangun.


••


Berbeda lagi Dafa yang sedang berada dimobil bersama mama Sonya, perjalanan menuju ke rumahnya.


Hanya diam - diam menatap kearah putranya yang tersenyum sendirian sedari tadi. Itu mampu membuat nya merasa heran.


"Daf, Dafa kamu tidak apa - apa ?" Mama Sonya menyentuh lembut bahu putranya.


"Eh iya ma. Enggak kok, Dafa cuma senang aja." Jawab Dafa menatap mama Sonya yang masih terheran - heran.

__ADS_1


"oh oke."


"Seperti nya aku harus menelpon dokter David deh. Mungkin putraku kembali kumat lagi." Batin mama Sonya.


••


Dikediaman Meyra dan Angga sibuk adu mulut, bertengkar mampu membuat rumah itu terlihat sepi. Para pembantu tidak berani berada dikawasan mereka, takut akan ikut campur dalam urusan rumah tangga pasangan muda itu.


"Lebih baik kamu pergi sana dengan wanita itu ! Dia juga kekasihmu kan ? Dia sedang mengandung bayimu kan !" Mata Meyra sedari tadi mengeluarkan air mata.


"Tidak Mey ! sudah ku katakan berkali - kali aku tidak pernah memiliki hubungan apapun dengan nya ! dan bayi itu aku bukan ayahnya sudah berkali - kali aku bilang !" Ujar Angga, dengan mengenggam kedua tangan istrinya.


"Jika seperti itu buktikan! Jika kamu bisa membuktikan nya maka aku akan memaafkan mu jika tidak bisa siap - siap aku akan pergi dari hidupmu !" Ujar Meyra, ia menepis tangan Angga dan pergi menaiki tangga.


"Itu tidak akan aku biarkan kamu dengar itu Mey !" seru Angga berlalu pergi.


Meyra membalikkan badannya menatap kepergian Angga dan tersenyum.


"Maaf aku meragukan mu." Batin Meyra, air matanya kembali menetes.


Meyra merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur nya dan mencoba untuk tidur siapa tahu dengan cara itu ia mampu menghilangkan rasa sedihnya.


Drt, drt...

__ADS_1


Ponsel miliknya bergetar.


Nomor tidak dikenali.


"Halo siapa ya ?" Ujar Meyra yang langsung berbicara ketika ponselnya diangkat.


"Ayo tebak suara siapa ini ayo ?" Suara begitu tidak asing bagi Meyra dari balik ponsel.


"Halo siapa ini ? Jangan macam - macam ! Kau mau menipu ku ya ?!" Seru Meyra.


"Ihhhh Mey kenapa kamu bilang seperti itu ! Ini kakak mu loh. masa lupa ! " Ketus Andre dibalik ponsel.


Meyra mengerutkan keningnya, mengingat sesuatu. "Andre ?" pikir nya.


Meyra langsung memekik, pupilnya membesar. "Astaga kakakkkkkk!!! Dari mana aja kak ?! kenapa baru kasih kabar hah !" Teriak Meyra dari balik telpon. Mampu membuat telinga Andre berdeging.


"Kecilin suaranya dong ! Kuping kakak bisa - bisa budek."


"Bagaimana kabar mama sama papa ?"


Terdengar dari ponsel Andre menghembuskan nafas nya kasar. "Papa sakit semenjak kamu menikah ! mama sehat, dia sedang mengurus papa beberapa bulan ini." Ucap Andre lesu.


Tut.

__ADS_1


"Astaga ! Nih anak sudah dimatikan ponselnya padahal belum selesai bicara." Kesal Andre.


__ADS_2