Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 19


__ADS_3

"Whattt!" pekik tuan anggaranaya membuat suaranya begitu terdengar sangat nyaring ke telinga Gea karena ia menggunakan nada speaker.


"Pa, jangan dengarkan anak mu yang satu ini! dia bohong pa!" teriak angga yang langsung merebut ponsel nya dari tangan Gea.


"Angga cepat kamu pulang sekarang, dalam seminggu papa akan menjodohkan mu.. dalam waktu empat hari lagi keluarga wanita akan datang kerumah kita." tegas sang papa.


Tut.. Tut... Tut... ponselnya dimatikan begitu saja.


"Pa, halo pa.." Ternyata ponselnya dimatikan.


"Ck.. sial," ucap nya dengan kesal.


Gea merampas kembali ponselnya dan berdiri dari duduknya.


"Blek rasain tuh dijodohkan.." Gea menertawakan saudara nya itu dengan perasaan senang.


"Ini semua gara gara kamu," kesal Angga menatap wajah adeknya itu dengan tajam.


"Kok nyalain aku sih, siapa suruh pelit jadinya kena imbasnya deh... kasihan deh Lo, blekkk" Gea melarikan diri dari hadapan sang kakak berlalu meninggalkan hotel itu.


...🕊️🕊️🕊️...


Meyra dan Naura sahabat kecilnya termasuk sepupu nya itu masih berada di kafe butter book. Mereka masih sibuk berbincang - bincang sehingga mereka lupa akan waktu.


Dreeet.. dreeet.. tiba - tiba suara deringan ponselnya berbunyi yang tadinya ia taruh dimeja tempat nya berada.


"Papa," lirihnya.

__ADS_1


"Tunggu sebentar.." Meyra keluar dari kafe dan memilih duduk didekat taman depan kafe butter book.


"Halo pa.."


"Cepetan kamu pulang, kenapa kamu pergi sebelum papamu ini sampai rumah.. sambut kek.."


"Hehehe maaf pa, soalnya Mey bosan dirumah terus kerjaan nya mengurung diri dikamar.." Meyra mengerucutkan bibirnya dengan sangat lucu.


"Hufhh.. ya udah cepetan kamu pulang mama sama papa ingin memberikan kabar baik buatmu.."


"Benarkah itu pa? baiklah kalau begitu aku pulang sekarang dua puluh menit lagi aku sampai rumah.." Meyra begitu sangat senang dan ia tak sabar sampai rumah. kira - kira kabar apa ya yang papa nya akan diberikan? kabar baik atau sebaliknya? entahlah.


Meyra kembali lagi masuk kedalam kafe butter book.. "Itu om anantha ya..?" tebak Naura.


"Hmm.. iya, kayaknya aku harus pulang. aku ngak bisa kayaknya lama - lama disini juga papa sudah nunggu dirumah."


"Bagaimana dihari Minggu aja. aku soalnya ngak kemana - mana.. lagian daftar kuliah aku masih lama.."


"Hmm.. boleh juga. tapi kita ketemuan nya disini aja ya. pukul 12.30 bagaimana?"


"Okey.. aku juga akan kenalkan seseorang. kalau gitu sampai jumpa ya, aku pulang dulu byee.." Meyra keluar dari kafe butter book itu.


Sedangkan Gea sedari tadi hanya melamun membuat nya tidak sadar bahwa dirinya diajak berkeliling kota oleh sopir taksi.


"hm.. pak ini sudah berapa menit ya perjalanan nya?" tanya Gea menatap jam tangan nya sudah menunjukkan pukul 17.00 hampir akan menjelang malam.


"Hampir setengah jam nona.."

__ADS_1


"Whatttt!" pekik Gea. "Setengah jam?"


"Kenapa selama itu? perasaan pas dari rumah Meyra ke hotel ngak sejauh ini deh" Gea menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.


"Maaf nona, sedari tadi nona ngak bilang apa - apa arah tujuannya jadi saya berkeliling sedari tadi." Ucap pak sopir taksi dengan santainya.


Gea menepuk jidatnya, "Astaga kenapa aku sampai lupa ya? ini semua gara - gara kakak.. lain kali aku akan membalasnya." Gea berbicara dengan sendirinya.


"Kalau begitu apa bapak tahu kediaman.. kalau tidak salah namanya anantha p.. apa ya?" Pikir Gea. ia sampai lupa nama orang tua Meyra sahabat nya sendiri.


"Anantha Prayoga ya? saya tahu tempat nya nona akan diantar kesana?" Ucap pak taksi dengan mengulum senyumnya terlihat dari kaca spion dalam mobil.


"Iya pak.." jawab Gea singkat.


"Kalau boleh jangan panggil saya bapak ya.. panggil aja mas."


"Emangnya gue sudah tua ya..?" ia berbicara dalam hati nya.






__ADS_1


Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️


__ADS_2