
Cukup lama Angga masih berada di kampus Meyra dan lama, tidak lama ia harus segera ke kantor karena sudah lama ia meninggalkan pekerjaan nya. Apalagi pagi ini ada meeting pukul 10.00 nanti, berarti setengah jam lagi.
Tanpa berlama - lama ia menancap gas menuju kantornya. Sesampainya dikantor.
"Selamat pagi tuan," Sapa sekretaris barunya. Yah kemarin malam, tuan anggaranaya menelpon nya bahwa Sekretaris lamanya telah dipindahkan ke perusahaan cabang. Karena ada beberapa kendala, akibat kejadian beberapa Minggu yang lalu tentang kehamilan Debby.
"Hem." Jawab Angga dengan wajah datar nya.
"Maaf tuan, tadi ada seseorang perempuan mengaku - Gaku katanya dia kekasih tuan." Lirih Novi namanya.
Angga menghentikan langkahnya, membalikkan badannya menghadap Novi yang menundukkan kepalanya dan mengeryitkan keningnya.
"Siapa??"
"Tidak tahu tuan,, dia sedang menunggu diruangan tuan." Jawab Novi.
Angga dengan cepat berjalan menuju ruangan nya, ia tahu siapa orang nya sekarang.
Ceklek.
"Debby untuk apa kau datang kembali lagi hah!" seru Angga membuka pintu itu.
Tepat sekali saat lontaran kata itu bersuara dari mulut Angga, Debby terbangun dari sofa.
__ADS_1
"Sayang kamu kemana saja, aku merindukanmu." Debby berlari kepelukan Angga, mendekap lelaki itu.
Angga mendorong tubuh Debby,, "Ishhh kau itu apaan sih?! kita itu sudah tidak memiliki hubungan apapun mengerti!" tegas Angga.
"Apa kau lupa dengan kehamilan ku, jadi kita masih memiliki hubungan. tepatnya ayah dari bayi ini." Debby mengelus perut nya yang sedikit membesar. Ia tidak tahu malu, mengaku - Gaku bahwa Angga pernah menyentuh nya.
Angga hanya mengepalkan tangannya menahan emosi nya, ia takut nya akan menyakiti anak dalam kandungan Debby. Meski bukan dirinya yang melakukan nya, tetapi ia tidak ingin melakukan perbuatan dosa yang merugikan diri nya sendiri.
Angga segera menelpon seseorang dengan telepon yang ada di ruangan nya.
"Satpam! cepat kau datang keruangan saya, usir wanita gila ini! cepat!!"
"Kamu apaan sih Angga?? kamu tidak ingin mengakui bahwa bayi ini adalah darah daging mu sendiri? apa kamu lupa??"
Debby tersenyum smirk,, "mana mungkin kamu waktu itu sedang mabuk.."
"Hahaha," Angga tertawa.
"Kau tidak bisa membodohi ku, aku tidak pernah bisa mabuk meskipun meminum alkohol berapa pun! Dasar wanita licik." seru Angga.
Untung tepat sekali, satpam datang.
"Cepat kau bawa wanita gila ini pergi! aku muak melihat wajah nya sok baik tetapi dibelakang busuk!" seru Angga.
__ADS_1
"Ba..ik tuan."
"Ayo cepat nona ikuti saya." Satpam itu menarik lengan Debby.
"tidak aku tidak mau! lepaskan! aku masih ingin berbicara dengan Angga!"
Kini Debby sudah ditarik dengan paksa keluar dari ruangan Angga.
"lepaskan! Angga aku belum selesai bicara!!" teriak nya.
Diluar gedung.
"Lebih baik nona pergi dari sini,, jangan berbuat onar diperusahaan ini." Ucap satpam tegas.
"Ck, awas saja kamu Angga" kesal Debby terpaksa ia pergi dari perusahaan itu dengan langkah kaki kesal.
•
•
Meyra sedari tadi ia merasa risih dipandang dengan tatapan tajam oleh orang - orang disekitar nya membuat nya merasa heran. Tetapi ia membuang nya jauh - jauh dan tidak peduli, karena sedari tadi ia mencari keberadaan Gea yang tak kunjung ketemu setelah pelajaran pertama selesai.
"Lepas!!!"
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️