
Drt... drt... ponsel miliknya bergetar.
"Tunggu sebentar papa menelpon," Ucap Meyra beranjak sedikit menjauh dari Calvin setelah mendapatkan anggukan dari Calvin.
Setelah selesai menerima telepon, ia kembali lagi dalam beberapa menit.
"Ada apa?" tanya Calvin tanpa basa basi.
"papa nyuruh pulang sekarang, katanya ada yang perlu diomongin malam ini." Jawab Meyra dengan mengerutkan bibir nya. Sebenarnya hari ini ia ingin berlama - lama berduaan dengan Calvin sebagai hari terakhir ia bersenang - Senang sebelum ia bertemu dengan calon suaminya yang entah ia tak tahu siapa.
"Baiklah kalau begitu kita pulang sekarang,"
Setelah selesai membayar tagihan makanan mereka pesan dan akhirnya memutuskan untuk pulang.
__ADS_1
"Untung mereka sudah akan pulang jadi aku ngak perlu lagi awasi mereka, gara - gara Angga aku ngak bisa happy - happy dengan kekasih ku malam ini ah sial." Ucap Geri dengan begitu kesal dan mengerakkan otot - ototnya hampir sakit karena kelamaan duduk.
Dikediaman anggaranaya
Mama Delia baru pulang dari rumah sakit malam ini, ia masih sangat begitu syok mendengar semua yang terjadi pada putranya dan tadi Gea membantu menjelaskan semua yang telah terjadi. Jika putranya yang menjelaskan nya bisa - bisa dirinya akan tetap pingsan kembali, kapan selesainya akan menceritakan nya.
"Mama istirahat dulu ya dikamar biar Gea aja yang mengantar ke kamar." Ucap Gea menuntun mama Delia menaiki tangga menuju kamarnya yang berada lantai dua.
"Dan kamu Angga ikut papa, kita berbicara empat mata. tidak ada bantahan sama sekali." Ucap tuan anggaranaya tegas berjalan menuju ruang kerja nya diikuti oleh Angga. Ia tahu apa lagi yang akan dibicarakan oleh papanya selain perjodohan. apa tidak bosankah untuk membicarakan masalah perjodohan itu?
"Bicara yang sopan pada yang lebih tua Angga, kamu kebiasaan sekali." Ucap tuan anggaranaya duduk dikursi meja kerjanya itu. Sedangkan Angga duduk disofa dengan menyilangkan kedua kakinya.
"Ya papaku yang tampan," Ucap Angga dengan penuh penekanan.
__ADS_1
"Papa sudah memutuskan bersama teman papa, anaknya yang akan papa jodohkan sama kamu untuk melangsungkan resepsi pernikahan kalian seminggu lagi dan besok mereka akan berangkat ke Indonesia untuk membicarakan masalah ini." Jelas Tuan anggaranaya panjang lebar. Membuat Angga hanya membulatkan matanya lebar - lebar tidak terima dengan semuanya.
tuan anggaranaya kesal tidak mendapatkan jawaban dari putranya itu.
"Angga kamu dengar papa ngak sih?" seru tuan anggaranaya.
"Tapi pa, Angga sudah bilang berkali - kali Angga tidak setuju dengan perjodohan ini. kenapa sih papa tetap memaksa aku menikah dengan anak teman papa itu." kesal Angga.
"Nanti juga kamu akan tahu dan masalah gadis yang kamu rengut keperawanan nya itu papa akan mengurusinya besok kamu tenang saja tidak perlu bertanggung jawab."
"ngak, Angga tetap akan bertanggung jawab.. bukankah papa pernah bilang sama Angga, bahwa aku harus mempertanggung jawabkan perbuatan Angga yang begitu sangat besar." Ucap Angga dengan penuh penekanan.
"Sudahlah kamu kembali lah ke kamar mu, papa mau istirahat.." Ucap tuan anggaranaya tidak ingin memperpanjang Masalah nya lagi. Karena ia tahu bahwa putranya itu sangat keras kepala
__ADS_1
Jangan lupa setelah membaca like jempolnya.hehehe.