Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 39


__ADS_3

"Yah dia pingsan lagi." Ucap Calvin. tetapi untung saja tubuh gadis itu jatuh padanya kalau tidak dia apa yang terjadi selanjutnya.


"Heyyyy bangun. nona bangun. " Ucap Calvin menepuk - nepuk pipi gadis itu.


"Waduh giman ni..?" Calvin membaringkan tubuh Naura dilantai sejenak memanggil temannya yang tak lain Andre. (Dasar Calvin bodoh kenapa kau tidak papah tubuh Naura saja keluar dari sana.)


••


Kediaman anggaranaya


"lepaskan! lepaskan aku!!" teriak Angga meronta - meronta dari cengkeraman tangan dari pengawalnya.


"maaf tuan, kami tidak bisa melepaskan anda sebelum berhadapan dengan tuan anggaranaya." Ucap salah satu pengawal yang mengapit tubuh Angga dan sebelahnya pengawal yang lebih muda dari nya.


Mereka sekarang sudah ada didepan pintu masuk kedalam kediaman itu.


tuan anggaranaya yang sedang berbincang- bincang dengan calon besannya. Kini mendapati putranya sedang dibawa masuk oleh beberapa pengawalnya dengan paksa.


"Papa," lirih Angga.

__ADS_1


tuan anggaranaya menatap putranya begitu tajam dari sofa. "Cepat bawa dia ke kamar nya. ingat jangan sampai dia kabur lagi." titah tuan anggaranaya dan mendapatkan anggukan dari pengawal nya.


"itu anakmu tidak apa - apa dipaksa untuk menjodohkan nya dengan putriku.?" Ucap tuan anantha. Sebenarnya ia tidak tega menyakiti perasaan seorang anak, apalagi dipaksa.


"Tidak apa - apa. lagian nanti jugaan terbiasa, putraku memang keras kepala." Ucap tuan anantha.


"Baiklah berarti pernikahan nya akan dilaksanakan dalam tiga hari lagi." Ucap mama Delia menimpali.


"Iya, agak dipercepat. agar tidak menunda - nunda." Ucap mama Nayra menatap kearah suaminya sejenak yang duduk disampingnya.


"Baiklah kalau begitu, aku sudah menyiapkan makanan untuk kalian bagaimana kita makan malam bersama saja disini." Ucap mama Delia. Ia sangat senang sekali jika putranya satu - satunya akan menikah jika Meyra yang akan menjadi calon menantunya.


"Kenapa harus mencari hotel jika disini juga ada kamar kosong. kalian bisa menginap disini selama beberapa hari setahun pun kami mengizinkan itu. iyakan pa?" ucap mama Delia menyenggol bahu suaminya yang hanya terdiam.


"Iya tha, lebih baik kau menginaplah disini. lagian kalian bukan orang asing lagi, sebentar lagi akan menjadi besan." ucap tuan anggaranaya menimpali.


"Baiklah terserah kalian saja, kami ikut saja." Jawab tuan anggaranaya menatap istri nya. mama Nayra yang mengetahui arti tatapan suaminya mengerti sehingga ia tersenyum mengartikan bahwa ia setuju.


"tunggu sebentar,"

__ADS_1


"Pelayan, tolong panggilkan Gea sama Meyra dan juga Angga ya untuk turun kebawah katakan pada mereka makan malam sama - sama." Titah mama Delia pada salah satu pelayan yang lewat membawa keranjang pakaian kotor.


"Baik nyonya, sebentar akan saya panggilkan. permisi" Jawab pelayan itu lalu berjalan pergi menaiki tangga itu satu persatu. Sedangkan mama Delia, tuan anggaranaya dan semua yang ada diruang tamu kini pindah menuju ke ruang makan. Disana sudah tersaji banyak makanan.


"Wah - wah kau sendiri yang menyiapkan makanan ini semua Del?" tanya mama Nayra duduk dikursi samping suaminya.


"Iya, tapi dibantu oleh beberapa pelayan untuk menyiapkan nya." jawab mama Delia. Ia memilih duduk saling berhadapan dengan suaminya.


••


Setelah pelayan memanggil putra dan putri anak majikannya. "ge kamu turunlah terlebih dahulu. aku ketoilet sebentar kebelet pipis, aku akan menyusul." Ucap Meyra masuk kedalam kamar mandi yang ada dikamar Gea dengan terburu- buru.


"Tapi cepetan ya!" teriak Gea dari pintu toilet.


Belum saja satu menit Meyra kini turun kebawah menuju ruang makan tetapi sesaat ia akan menuruni tangga ia tak sengaja menabrak seseorang sehingga mereka terjatuh mencium lantai.


"Kalau jalan itu lihat dong, sakit tahu." Seru Meyra berusaha bangun dari lantai.


"Kamu...?" Pekik Angga.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote setelah membaca. makasih ❤️


__ADS_2