Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 150 -S2


__ADS_3

"Mamaaaaaa!!!"


"Ck, kalau begini caranya terpaksa aku mencari nya sendiri." Ucap Dafa, mencari layar kontak yang ingin ia telpon.


"Kau carilah wanita yang telah menjadi istri ku itu." Tut. Dafa mematikan nya langsung dan melempar ponselnya ke sembarang arah, kembali menuju kamar nya.


••


Drett... dreeet...


Suara ponsel yang berdering itu berbunyi didalam kamar milik gea, "Siapa sih?" Gea mengangkat nya. "Hallo?"


"Mey! Astaga inikah kamu, aku kangen banget tahu!" Teriak Gea, ia mensejajarkan tubuhnya itu.


"Ya, aku sudah kembali ke Indonesia. Tolong serlok apartemen mu dong. aku mau kesana," Ucap Meyra dibalik ponsel, ia sedang duduk berselonjoran disofa kamarnya.


"Oh oke. aku akan kirim sekarang juga." tanpa menunggu jawaban dari Meyra, Gea secepat mungkin tangannya mengetik seperti kilat.


Setelah itu ia menelpon Meyra kembali dan dalam beberapa detik mengakhiri nya menunggu kedatangan nya dengan tidak sabaran.


Ting tong.


"Ah itu pasti Meyra."

__ADS_1


"Bi tolong buka pintunya dan suruh duduk disofa dulu!" teriak Gea dari bilik pintu kamar nya, ia hanya menggunakan handuk putih sepaha. Karena baru selesai mandi.


"baik non!"


Beberapa menit kemudian.... Gea baru selesai menyelesaikan rutinitas rutin nya dan keluar dengan pakaian long dress berwarna navy.


"Wihhh bumil cantik nya baru selesai mandi ternyata..." Meyra memeluk adik iparnya itu.


"Bagaimana kabar nya Mey??" tanya Gea membalas pelukan kakak ipar nya.


"Baik dong. oh ya btw katanya kamu sudah menikah dimana suamimu?" tanya Meyra clingak - clinguk tidak menemukan siapapun sedari tadi.


"Ehm itu ceritanya panjang, aku belum bisa memberitahukan dulu." Ucap Gea dengan malas.


"Tampan iya sih, tapi sedikit ngeselin hihi." Ucap Gea dengan Cegegesan.


"Ya udah kalau gitu, aku pengen ajak kamu kesuatu tempat." Meyra menarik lengan Gea keluar dari apartemen itu.


••


Di kafetaria.


Kini dua wanita hamil berdiri didepan parkiran dan menatap isi dalam ruangan kafetaria yang terlihat dari luar karena kacanya yang transparan.

__ADS_1


"Mey untuk apa kita datang kesini??" tanya Gea yang kini memandang wajah Meyra.


"Aku cuma rindu suasana masa kuliah. Jadi pengen kesini aja, kamu masih inget kan kafe ini?"


"Ya ngak dong. kentang yang jatuh dibawah lantai aja belum 1 menit kamu udah langsung makan aja." Ucap Gea mengingat kenangan mereka setahun yang lalu.


"Eh. " Meyra tersipu malu mengingat kejadian itu.


Iya, memang mereka sering ke kafetaria jika saat mereka masih SMA sampai kuliah. Setiap mereka sepulang sekolah atau kuliah, ataupun lagi banyak tugas mereka sering kesana. karena kafetaria tempat ternyaman, apalagi ketika saat musim hujan, bisa menikmati teh hijau hangat buatan Bu Mery pemilik kafe itu apalagi pengunjung nya tidak terlalu banyak.


^


"Ayo kita masuk." Meyra mengandeng lengan Gea, berjalan memasuki kafe taria itu.


Seketika melangkah menaiki tangan kecil memasuki pintu masuk kafe, Gea tidak bisa menyeimbangkan tubuh nya sehingga ia oleng. "Kamu tidak papa??" Gea begitu terkejut setengah mati seseorang memegang bokong dan punggungnya dengan kuat menahan keseimbangan nya agar tidak terjatuh.


Plakkk!


"Hey apa yang kau lakukan?!!!" Gea menampar wajah pria itu, sehingga pipinya terlihat memerah.


"Aw, shitt... kamu kasar sekali jadi ibu hamil!" Umpat pria itu, memegang pipinya yang mulus.


"Seperti nya aku mengenalmu?? tapi dimana ya...?" Meyra berucap menatap pria dihadapannya sekilas.

__ADS_1


__ADS_2