
"Kak tungguuuuu!" teriak Gea mengejar mobil Angga yang akan hampir menjauh dari restoran itu. Tetapi Gea tidak putus asa mengejar mobil sang kakak.
"(mengatur nafas) kakkkkkk tunggguuuuuu! jangan tinggalin Gea!" Teriak Gea lebih keras lagi sampai tenggorokan nya begitu sakit.
Angga melihat dari kaca spion mobil menghentikan mobilnya.
Citttt brukkk. Sampai suara mobilnya berhenti mendadak untung saja Meyra yang duduk disampingnya tidak terantuk kaca mobil yang ada didepannya.
"Kamu tidak apa - apa?" tanya Angga kepada Meyra.
"Tidak." Sebenarnya ia ingin marah kepada Angga tetapi ia urungkan.
Angga turun dari mobilnya dan Gea kini berdiri tepat didepan nya dengan nafas yang memburu karena sedari tadi mengejar mobil kakaknya.
"Cepat masuk, kau benar - benar menyusahkan saja " seru Angga menjewer telinga sang adek membuka pintu mobil belakang.
"Aduh kak sakit. maaf kak," Gea merintih kesakitan telinganya serasa sangat panas.
"Ini semua gara gara kamu! siapa suruh Meyra melakukan hal bodoh seperti itu hah?!"
"Apa maksud kakak, ge tidak mengerti." Jawab Gea dengan polos.
"Jangan bersikap bodoh deh ge, kakak tahu kamu kan yang suruh Meyra membalaskan dendam nya pada Mia, ya kan??"
"Sudahlah lebih baik kamu pulang!" Angga menarik telinga Gea yang merintih ingin dilepaskan.
••
Sesampainya dirumah.
__ADS_1
Semua dalam rumah sudah dihiasi banyak ornamen - ornamen karena besok acara pernikahan resepsi Angga dengan Meyra sudah berlangsung.
tiba - tiba sang mama Nayra datang dengan wajah begitu terlihat kecut tetapi kini saat ditahu putrinya ada didepannya hatinya begitu lega.
"Meyy kau kemana aja sayang? mama kira kau menghilang?" Seru mama Nayra memeluk putrinya. memang sedari tadi kedua orang tua Meyra mencari keadaan putrinya mereka kira Meyra kabur karena tidak ingin melanjutkan pernikahan nya. Sampai ia berbohong kepada kedua orang tua Angga dengan mengatakan bahwa Meyra ada dikamar.
"Ngak lah ma. Mey tadi keluar sebentar sama Gea tapi tadi ngak sengaja ketemu sama Angga jadi pulang bareng deh." Ucap Meyra dengan menggaruk kepalanya ia merasa bersalah karena tidak memberitahu kedua orang tua nya.
"Maaf Tante, ini semua salah Gea. Gea ngak bilang apa - apa sama Tante dan om kalau kita akan keluar." Ucap Gea menundukkan kepalanya merasa bersalah.
"ngak apa - apa." ucap mama Nayra. Ia tidak memasalahkan orang lain jika melakukan kesalahan. Karena baginya lebih baik maafkan saja ketimbang harus menghukumnya nanti lebih ribet.
"hukum aja Tante. dia susah banget dibilangin.." Ucap Angga senang bahwa jika saudarinya itu dihukum.
tiba - tiba telinga Angga dan Gea dijewer oleh seseorang dari belakang.
"Aw aw. sakit mama!" teriak Gea dan Angga berbarengan. Ia tahu siapa yang menjewer telinga nya. karena setiap kali mereka melakukan kesalahan mama Delia akan menjewer telinga kedua putra dan putri nya dan menghukumnya untuk tidak keluar rumah selama satu hari.
"Sudah Del. aku sudah memaafkan mereka." Ucap mama Nayra melihat kelakuan keluarga itu dengan rasa kasihan.
"biarkan saja. mereka perlu dihukum," Ucap mama Delia kini mereka sudah berada diruang keluarga tidak ada siapapun disana hanya saja Gea, Angga dan kedua orang tua Meyra yang mengikuti langkah mereka.
Gea dan Angga kini terduduk mereka tahu apa yang akan mama berikan hukuman kali ini.
"Hukuman kali ini---"
"Dikurung dalam kamar kan." Angga dan Gea memotong pembicaraan sang mama berbarengan.
"Kali ini tidak, tapiii bersihkan kamar mandi sampai bersih dan juga Gea bantu para pelayan memasak." Ucap mama Delia penuh penekanan.
__ADS_1
Gea dan Angga saling memandang.
"Apa?!"
••
Angga melaksanakan hukuman diberikan sang mama dengan kesal sembari diawasi Meyra.
"Ayo cepat itu bersihkan masih kotor dikamar mandi pembantu." Ujar Meyra memandang Angga hanya gosok - gosok meja ruang tamu dengan malas.
"Mey..."
"Apa?" tanya Meyra.
"boleh minta tolong bantuin enggak?" tanya Angga dengan mengatupkan kedua tangannya memohon.
"now way, kerjain sendiri atau aku bilangin ke Tante Delia. Tante nih Angga nya...."
"iya iya aku akan bersihkan." Angga berlari menuju kamar mandi.
Meyra tertawa puas.
sementara Gea yang sedang membantu beberapa pelayan masak didapur, disuruh menggoreng telur ceplok.
"Aduh gimana nih, ahhh kok malah gosong sih." Gea memandang telur buatannya gosong.
"Aduh non, itu kan kebanyakan minyaknya makanya gosong, sini biar bibi ajarin." pembantu itu mengalihkan pekerjaan Gea ke dirinya.
"Ya Tuhan, kenapa sih mama harus hukum aku kayak gini. aku kan gak bisa masak!" kesal Gea.
__ADS_1
Setelah membaca jangan lupa tinggalkan like dan vote sekian terima