Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 71


__ADS_3

"Debby," panggil seseorang ia berjalan kearah perempuan itu.


"Kau lama sekali, aku sangat membutuhkan mu kali ini apa kau tahu!" Ketus Debby.


"Memangnya ada apa kau menelpon ku dan menyuruh ku kesini? Apa kau tahu aku sedang sibuk dengan pekerjaan ku, kau malah mengacaukan nya." Kesal Dirga. Ia mendudukkan dirinya dikursi berhadapan dengan Debby sahabat nya sejak kecil.


"Ck... Sini aku bisikin." Debby mendekati bibir nya pada daun telinga Dirga membisikkan sesuatu disana.


"Whattt! Aku ngak mau! Itu perbuatan yang sangat buruk. Apa kau tahu jika ayahku tahu itu semua, dia akan menghajarku sampai babak belur." Seru Dirga kini menatap kearah dua perempuan yang sedang asyik makan dengan sedikit menyelipkan perbincangan disana.


"Ckk... Oke jika kau tidak ingin, aku bisa aja menyuruh orang lain dan memberikan uang ini kepada nya." Debby mengambil setumpuk uang kertas di dalam tasnya dan mengipas - gipas diwajahnya.


"Dasar kau menyebalkan baiklah aku akan melakukan nya, tapi kau harus tetap berada disana awas saja jika menghilang." Ucap Dirga, berlalu pergi mendekati kedua perempuan yang akan menjadi targetnya.


Debby menyunggingkan senyuman nya, "Dirga. Dirga kau benar - benar tidak bisa melihat uang banyak. Pantesan uangmu selalu habis, suka sekali menghambur - hamburkan uang." Ucap Debby ia mengambil ponselnya dan mencoba membuat rencana selanjutnya yang harus ia persiapkan.


^


^


"hai gadis manis," sapa Dirga.

__ADS_1


Meyra dan Gea saling menatap antara satu sama lain.


"Maaf, boleh duduk ngak?"


"Ya, silahkan." Jawab Meyra tersenyum manis.


"Mey sini deh." Meyra mendekatkan dirinya ke Gea.


"Kayaknya dia orang suka culik anak - anak kayak kita. Lihatlah perawakannya seperti preman banyak tato dimana - mana, terus rambut nya kayak durian berduri - duri, kita kabur aja yuk." Bisik Gea sembari menatap penampilan Dirga.


Ya, memang Dirga memang seperti itu penampilan nya memiliki tato yang banyak pada tubuhnya, rambut sering digayakan seperti buah durian yang memiliki duri karena ia begitu ingin seperti idola nya terlihat begitu keren. Dan berotot. Itu sebabnya ia terlihat menyeramkan tetapi sebetulnya ia terlihat begitu penakut.


"Kamu yang benar saja ge. Jangan terlalu percaya hal seperti itu, meski penampilan nya seperti itu pasti dia baik. Lihatlah mana ada orang yang terlihat menakutkan tetapi selalu tersenyum. Itu akan terlihat aneh." Bisik Meyra.


"En..gak kok." Jawab Meyra.


"Mey kita pulang yukkk. Aku takut." Gea menarik - narik lengan Meyra.


"Udah diam ge. Jangan takut ada aku disini."


"Oh ya boleh kenalan ngak, nama aku Dirga." Ucap Dirga, menjulurkan tangannya.

__ADS_1


"Ak...u Meyra dan ini Gea." Jawab nya sembari menunjuk kearah Gea yang sedang menutupi wajahnya dibelakang Meyra.


"Teman mu kenapa?" Tanya Dirga heran.


"Maaf ya, dia sedikit penakut. Kalau ada orang baru yang minta kenalan dia langsung sembunyi." Ucap Meyra berbohong diselingi dengan tertawa kecil.


"Ohhh." Jawab Dirga ikut tertawa.


Sementara dari kejauhan Debby berhasil mendapatkan foto Meyra dengan Dirga. Ia tersenyum senang dan mencoba mencari nomor ponsel yang akan ia kirimkan foto itu. Setelah itu, ia memasukkan ponselnya kedalam tasnya.


"HABIS KAU, SIAPA NAMANYA ENTAH AKU TIDAK TAHU. YANG PASTI KAU AKAN DITINGGALKAN OLEH ANGGA DAN ANGGA AKAN KEMBALI KE AKU." UCAP Debby dalam hati.


"Aku merasa puas, hahahaha." Tawanya begitu mengundang beberapa pelanggan yang ada disekitar nya.


"Ihhh tuh cewek cantik - cantik sudah gila." Bisik nya kepada temannya.


"Bukan gila namanya kalau ngak ketawa Ucap temannya yang satu lagi.


"apa kalian lihat - lihat!" Seru Debby dengan melototkan matanya. Merasa dibicarakan.dan dilihat. Sebetulnya ia sangat malu.


"Wee kayaknya dia ngamuk, mending kita kabur."

__ADS_1


" lihatlah matanya seram begitu, mending kita lari ihhh meyeramkan.." Mereka berlari keluar dari restoran itu sampai anak - anak mereka kelupaan ditinggal disana.


__ADS_2