Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 124


__ADS_3

Calvin yang sedang duduk dikursi tampan kampus hanya menghembuskan nafas nya ka sar.


"Cal,," Sapa Meyra dengan menepuk bahu Calvin dan duduk disampingnya.


"Kenapa aku lihat dari tadi cuma begong??? Entar kemasukan loh." canda Meyra.


"Enggak kok, aku cuma pengen sendirian aja disini dulu." Ucap Calvin, tatapan matanya memang terlihat begitu sayu ada yang ditutupi olehnya dan Meyra tahu betul sifat dan apa yang dirasakan oleh Calvin.


"Cal, jika ada yang menganjal hatimu ceritakan saja aku siap mendengar ceritamu."


"Ingat cal aku mengenalmu telah bertahun - tahun dan dulu juga kita pernah saling bertukar cerita." Ucap Meyra.


Calvin memandang Meyra sekilas, "Kamu tahu Naura kan sepupumu. aku berusaha untuk mencintai nya tapi tetap saja hati ini tidak bisa, karena dihati ini masih ada kamu." Calvin menaruh tangan kanannya didadanya yang ia rasa masih berdetak seperti dulu saat dekat dengan Meyra.


"Maaf, " Meyra menundukkan kepalanya mendengar penuturan Calvin.


"Kenapa kamu malah minta maaf??? kamu tidak salah apa - apa. Aku yang salah terlalu masih berharap banyak terhadap mu." Calvin tersenyum kecut.


Mereka pun saling diam sejenak, tanpa ada kata satu pun sibuk dengan pikiran mereka masing - masing.

__ADS_1


"Huh (Menghela nafas), apa aku akhiri saja hubungan ku dengan Naura???" tiba - tiba Calvin bersuara.


"Jangan!!!! Kamu hanya perlu bersabar, suatu saat nanti kamu pasti akan bisa mencintai nya. sama seperti aku dengan Angga,, buktinya sekarang aku mencintai nya, tapi----" Meyra tidak meneruskan kata - katanya, air matanya mulai berkaca-kaca mengingat apa yang menganjal hatinya.


"Tapi apa Mey???" tanya Calvin penasaran.


"Tapi aku tidak ingin mencintai nya terlalu dalam,, karena aku takut kehilangannya suatu saat... aku,,, aku tidak tahu bagaimana nasibku jadinya membayangkan nya." Air matanya pun jatuh dan rasanya ia tidak sanggup disaat ia memulai mencintai seseorang, tiba - tiba ia pergi darinya. Itu pasti sangat sakit.


Calvin merasakan itu, dadanya terasa sakit saat tahu Meyra menangis. "sudah sini peluk aku jika ingin menangis,, kamu bisa menganggap ku kakakmu untuk dipeluk." Ya, Calvin tahu jika orang sedang menangis pasti ia sangat butuh seseorang untuk menenangkan nya bukan.


Prok, prok, prok.


"Bagus, ternyata begini perilakumu dibelakang suamimu sendiri???" sinis Angga. Hatinya sudah memanas dan membara melihat pemandangan yang begitu menyakitkan bagi hatinya.


"Angga,, bukan seperti itu dengarkan perkataan ku dulu!" seru Meyra melepaskan pelukannya.


"Ya Angga kau itu sudah salah paham,, aku dan Mey itu-----"


"Sudahlah, tidak usah diterusin lagi, lebih baik terusin saja hubungan kalian. Dan kamu Mey aku tunggu dimobil," Angga pergi begitu saja berjalan menuju ke tempat mobilnya berada dengan perasaan begitu menyesakkan didada nya.

__ADS_1


"Angga tunggu aku dulu!!!! aku bisa jelasin!!!" Meyra mengejar Angga tanpa memedulikan teriakan Calvin memanggil nya.


Brakkkk!!!


Mobil itu dibanting dengan begitu keras oleh Angga dan matanya sudah menahan rasa emosi dan sakit hatinya.


"Mey!!!! mengapa kamu tega!!!! apa cintaku tidak berarti bagimu hahh!!!!" Angga membanting - banting setir nya.


Dor, dor, dor


Meyra mengetuk pintu mobil itu berkali - kali karena Angga menguncinya dari dalam.


"Angga buka pintunya!!! aku bisa jelasin!!! aku tidak ada hubungan apa - apa dengan dosenku!!! Angga buka pintunya!!!!" Meyra mengetuk pintu itu dengan berurai air mata.


Sementara angga yang melihat dari dalam, sebetulnya ada rasa kasihan terhadap Meyra apalagi ia sedang mengandung bayinya tetapi mau bagaimana lagi ia sudah terlanjur patah hati.


"Maaf Mey aku tidak bisa, aku masih sakit melihat itu. aku butuh ketenangan sebentar.." Ucap Angga, ia terpaksa meninggalkan Meyra disana meski Meyra tetap masih ingin mengejarnya.


"Angga!!!! Jangan tinggalkan aku!!!!!" teriak Meyra saat mobil itu pergi menjauh dan ia menangis dan terduduk di tanah.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️❤️


__ADS_2