Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 75


__ADS_3

"Enggak ma, itu ponsel pemberian hadiah papa saat ulang tahun Gea... Gea sayang banget sama ponsel itu. hikkkkssss." Gea semakin menangis sejadi - jadi nya dipelukan mama Delia.


"bukannya kakakmu banyak punya ponsel, kenapa tidak di kakakmu meminta ponsel lagi." Ucap mama Delia.


Ya mama delia seingatnya, saat beberapa bulan yang lalu dia pernah membersihkan kamar putranya waktu itu semua pelayan sedang libur jadi ia terpaksa membersihkan kamar putranya seorang diri. Ia mencoba membersihkan lemari kamar putranya dan saking kagetnya disaat ia membuka lemari itu ternyata banyak sekali ponsel berbagai jenis ponsel android, ponsel iPhone, dan ponsel yang memiliki tombol itu pun ada disana. Begitu lengkap, tidak ada kurangnya.


"Pokoknya mama harus marahi kakak, Gea ngak terima.. ponsel Gea harus rusak gara - gara kakak." Kesal Gea ia menghapus air matanya yang hampir membasahi pipinya itu.


"tapi, coba kamu jelaskan kenapa kak Angga bisa melakukan itu? seingat mama, kakak mu tidak akan melakukan itu jika sedang marah." tanya mama Delia.


"Gea cuma bosan aja, jadi Gea ke kamar kakak. tapi kakak langsung marah - marah sama Gea." Ucap Gea cemberut.


"Udah jangan nangis lagi nanti mama marahi kakakmu itu. kalau kamu nangis kayak gini, nanti ditahu sama Meyra kan malu." ucap mama Delia.


Gea hanya mengganggukan kepalanya.


••


Meyra sedari tadi berkeliling di semua ruangan yang ada tetap saja tidak menemukan Gea adik ipar nya itu, ia sudah ke kamar nya tetap saja tidak ada disana.

__ADS_1


Ia sudah ke kamar papa mertuanya tidak ada. dan kali ini ia pergi menuju lantai tiga kamar mamanya. Dan benar saja Gea ada disana.


"Ge." Panggil Meyra.


"Eh Mey sini nak." ucap mama Delia.


"Ge. maafkan kelakuan Angga ya.. aku juga tidak tahu akhir - akhir ini dia sering tersulut emosi." Ucap Meyra menundukkan kepalanya tepat didepan Gea yang hanya tersenyum kepada nya.


"Kak Angga memang beruntung punya istri kayak Mey, baik... meskipun orang lain buat salah tapi kamu yang meminta maaf. Mey - Mey kamu tidak pernah berubah." Ucap Gea diselingi dengan tawa.


"Jadi kamu mau kan memaafkan kakak mu?" tanya Meyra.


"terima kasih." Meyra tersenyum manis kepada nya, mereka pun saling berpelukan.


"Kalau begitu mama tinggal kebawah dulu, kalian lanjutkanlah mengobrol nya." Ucap mama Delia keluar dari kamarnya, tidak lupa menutup pintu nya rapat - rapat.


"Mey maaf ya tadi itu, aku menganggu kalian ehmmm... itu tadi aku ngak sengaja gintip." Ucap Gea menggaruk kepalanya yang tak gatal merasa binggung berbicara bagaimana.


Meyra yang mendengar perkataan Gea begitu malu membuat pipi nya memerah merona.

__ADS_1


"Jadi Gea melihat itu semua? ah memalukan." Gumam Meyra dalam hati. Rasanya ia ingin sekali memasukkan wajahnya kedalam air kolam saking malunya.


"Sudahlah Mey jangan malu gitu," Gea sedikit menyenggol bahu Meyra yang ia tahu apa arti dari ekspresi wajah Meyra sekarang.


"Ihhh kamu apaan sih." malu Meyra.


••


malam harinya.


Apartemen Debby


Ting tong... seseorang memencet tombol bell apartemen itu.


Sedangkan Effendy yang sibuk makan diruang makan menghentakkan kakinya kesal dengan seseorang yang memencet bell apartemen malam - malam.


"Siapa sih yang bertamu malam - malam begini? mengganggu orang makan saja, dasar menyebalkan." Gerutu Effendy berjalan menuju pintu apartemen.


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️

__ADS_1


__ADS_2