
Promosi.
Jangan lupa mampir juga ke cerita pertama aku PERNIKAHAN PEWARIS TUNGGAL.
Makasih.
•••
Pagi - pagi sekali Meyra bangun dari tempat tidurnya dan menatap kearah mama Sonya yang masih tertidur lelap.
Seketika ia mengambil ponselnya yang ada diatas meja samping tempat tidur tetapi kotak kardus yang diiisikan pinta disana yang terselip terjatuh.
Meyra mengerutkan keningnya dan memunggut kardus itu ada catatan yang terselip disana.
Ada namanya disana.
Meyra seketika membuka isi kardus itu, matanya seketika membulat melihat sebuah foto Angga bersama Debby diatas ranjang yang lain, dan sebuah flashdisk juga barang - barang bukti seperti gelang yang pernah dipakai oleh Angga saat ia berada diparis.
"Angga aku menemukan gelang ini, apa ini milikmu?"
"Jangan sembarangan menyentuh barang milik orang lain! gelang ini sangat berharga untuk ku!!"
"maaf, aku tidak tahu."
Seketika menginggat itu, air mata Meyra meleleh dan ia mencoba menuju ruang tamu membuka isi flashdisk itu dan disaat ia melihat video itu sunggu hati Meyra seketika hati Meyra sakit tapi tak berdarah.
"Angga aku kecewa sama kamu." tatapan mata Meyra langsung saja kosong. Ia berjalan menuju kamar nya dengan terburu - buru.
__ADS_1
"Aku harus pergi dari sini, untuk apa aku bertahan dalam rumah tangga yang kini mulai hancur." Meyra mendorong kopernya keluar dari apartemen itu.
"Kak kamu mau pulang kerumah ya?" tanya Gea yang kini berdiri didepan pintu apartemen. "ge, lebih baik kita akhiri hubungan pertemanan kita. aku pergi." Meyra pergi begitu saja dengan menahan air mata nya.
Gea hanya memandang kepergian Meyra dengan binggung. "Pergi? Ah maksud nya apa ?"
••
Ting... tong....
"kakak kesini?" Gea kaget mendapati Angga berada didepan pintu apartemen nya. "Dimana Meyra?? dia sudah pulang kan?? aku ingin berbicara dengan nya??" Tanya Angga bertubi - tubi.
"Kakak tadi Meyra sudah pergi tapi...."
"Apa!!! pergi!!! kenapa kamu tidak menelepon kakak terlebih dahulu!!!! ah sial..." Angga mengacak rambut nya, berlari pergi meninggalkan apartemen itu menyusul Meyra.
"Kamu tidak berinisiatif meninggalkan ku kan??" Gerutu Angga sibuk menyetir mobil nya, memandangi jalanan sekali - kali pandangan nya kearah depan.
"Hikss. Meyra kamu dimana? pulanglah Mey, aku merindukan mu." Batin Angga mulai menyerah sembari menangis dalam hatinya.
Drett...
Ponselnya berdering.
Debby.
"Hallo."
__ADS_1
BRUKkkkkk.....
Angga rem mendadak, saat tahu yang menelpon Debby. "Ada urusan apa kau menelpon ku" Datar Angga.
"Sayang, aku tahu kamu sedang mencari istri perebut laki orang kan?" tanya Debby dengan senyuman menggoda.
"Dari mana kamu tahu?"
"kamu lupa siapa aku, bisa tahu segalanya dan weel, jika kamu ingin bertemu dengan istri perebut laki orang kamu bisa dengarkan ini dulu." Debby mengeraskan speaker suara ponselnya dan mendekati pada Meyra yang kini sedang disekap.
"Emphhhh-----" Meyra mengelengkan kepalanya yang mulutnya ditutupi dengan kain. "Cepat berbicara sesuatu!" gertak Debby.
Meyra masih saja menggelengkan kepalanya, "Kalian cepat lakukan sesuatu agar dia mau berbicara!" titahnya pada beberapa suruhan nya.
"Baik bos."
Pria itu mengambil sesuatu dan mencambuk paha putih mulus milik Meyra yang terekspos.
"Arghhh! Jangan sakit!!!!" Suara Meyra dengan tercekat. "Kau dengar itu sayang?" Debby menaik turunkan alisnya.
"Dasar wanita licik!!!! kau apakan istri ku hah?!!!" Teriak Angga dari balik ponsel. "Sakit!!! hentikan!!! Ini sakit hikss...." Meyra terdengar menangis dibalik ponsel.
Angga hanya mampu menahan air mata nya mendengar itu, "Jangan lakukan itu pada istri ku!!!! Debby aku akan menuruti perintah mu, tolong kumohon lepaskan istri ku!!!" Seru Angga dengan tangisannya dari balik ponsel.
Debby tersenyum menyeringai, "Tapi aku tidak percaya." Ucapnya. "Pliss Debby aku mohon, percayalah." Ucap Angga.
"Baiklah, kamu harus meninggalkan nya dan menikah hidup bersamaku. Bagaimana?" Ucap Debby.
__ADS_1