Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 84


__ADS_3

Keesokkan nya Meyra dan Angga masih tertidur pulas di ranjang tempat tidur masih sama - sama telanjang bulat.


Mereka tidak ikut makan malam kemarin karena mereka melakukan itu sampai tengah malam. Sehingga membuat Meyra kewalahan dengan perlakuan Angga kepada nya.


Meyra pun terbangun dari tidurnya ia membuka kedua matanya dan memperlihatkan sosok lelaki sedang memeluknya berhadapan dengan nya wajah mereka sama - sama dekat dan Meyra menatap itu dengan tersenyum kecil.


"Aku melakukan nya semalam bersama nya." Gumam Meyra dalam hati. Ia tidak hentinya menatap pria dihadapannya itu, ia dengan perlahan mengelus pipi suaminya itu dengan perlahan.


"Jika dia sedang tertidur, dia begitu imut berbeda sekali jika dia terbangun sungguh menyebalkan." Ucap Meyra dengan pelan agar Angga tidak mendengar nya.


Tetapi tiba - tiba tangan begitu kekar menahan tangannya untuk mengelus pipi Angga dan itu ternyata Angga.


"Apa kamu bilang katakan sekali lagi?" Ucap Angga dengan mata masih terpejam.


"Ka..mu su..dah bangun?" Meyra begitu terkejut mendapati Angga terbangun dari tidurnya dan ia mendengar apa yang dikatakan olehnya.


"Kamu lihat sendiri pakai nanya lagi."


"uhhh, aku kan cuma bertanya." Kesal Meyra ia ingin melepaskan pelukan laki - laki itu dari nya.

__ADS_1


"Mau kemana? Jangan pergi dulu. apa kamu mau mengulangi pergulatan malam kita?" goda Angga membuat Meyra memukul lengan Angga.


"Kamu gila, aku sudah capek.. awas sana aku harus membersihkan diriku. lihatlah sudah jam berapa ini, kita harus turun nanti mama akan marah jika kita tidak turun semalam kita tidak makan malam juga nanti mereka akan curiga." Ucap Meyra panjang lebar.


"Ya, ya bawel banget sih. cepat sana - sana pergi." Kesal Angga mendengar ocehan istri nya itu dan ia membalikkan badannya membelakangi Meyra.


Meyra hanya menggelengkan kepalanya dengan kelakuan suaminya itu. "ck, sudah jangan marah begitu. kamu mau kan memaafkan ku?" bujuk Meyra mengoyangkan bahu suaminya itu.


"tidak!" ketus Angga.


"Huh (Menghela nafas) Ya sudah kalau begitu mending aku mandi." Ucap Meyra ia tidak peduli dengan suaminya yang tidak mau memaafkan nya itu.


Beberapa menit setelah Meyra membersihkan diri nya menggunakan skincare rutin nya dan membersihkan kamar tidur nya karena Angga sudah bangun dari tempat tidur nya sedari Meyra selesai mandi.


tiba - tiba Angga memeluk nya dari belakang dan melingkarkan kedua tangannya dipinggang Meyra. "Sudah Angga, kita harus segera sarapan. pasti semua orang sudah menunggu diruang makan." Ucap Meyra ingin melepaskan pelukan Angga.


"tapi tubuhku menolaknya, aku suka wangi rambutmu." Ucap Angga mencium bau aroma rambut Meyra dan ia kini menenggelamkan wajahnya pada tengkuk Meyra dan menghendus - hendusnya membuat Meyra merinding.


"apa yang kamu lakukan, ini geli Angga." Ucap Meyra.

__ADS_1


Tok.. tok.. tiba - tiba pintu kamar mereka berbunyi.


"Permisi nona, tuan muda." Teriak pelayan dari luar.


"Tuh dengar kan, ada orang. ayo Angga lepaskan."


"Baiklah." Ucap Angga pasrah, ia pun melepaskan pelukan nya.


Meyra pun pergi membuka pintu dan kini berdiri seorang pelayan dihadapan nya dengan membawa makanan berisi nampan.


"Maaf menganggu nona, ini tadi nyonya siapkan makanan untuk nona dan tuan muda." Ucap pelayan itu.


"Mey," panggil mama Delia ia berjalan mendekati kamar Meyra.


"Kamu pergilah ke dapur dan bereskan beberapa piring yang kotor ya. saya mau berbicara dengan menantu saya dulu." Ucap mama Delia kepada pelayan nya yang masih berdiri disampingnya.


"Baik nyonya. saya permisi." ucapnya menundukkan kepalanya berlalu pergi.


"Ayo ma silahkan masuk." Ucap Meyra mempersilahkan.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2