
Angga terpaksa tidur dikamar tamu dan ia kini merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang begitu empuk tetapi tidak seluas kamar nya yang king size.
"Ah, sepertinya Meyra ingin melupakan ku. Dia tidak hilang ikatan. aku akan mencari buktinya apa Meyra beneran amnesia atau tidak?" Ucap Angga ia menatap kearah langit - langit dalam kamar itu.
"Tapi bagaimana caranya?" ucap Angga ia berpikir begitu keras sampai kedua matanya merasakan kantuk. dan tertidur disana dengan bergelut bantal guling sendirian.
Keesokan.
Angga sudah bangun dari tidur nya semenjak subuh tadi, ia tidak bisa tidur semenjak jam 3 pagi tadi karena suara alarm diponsel nya tiba - tiba berbunyi entah ia tidak tahu kenapa alarm nya berbunyi sebelum waktunya sehingga ia ketakutan. Ia mengira kamar itu ada jinnya.
"Aaaaaaaaa!" teriak Angga ia bercermin dikaca cerminnya menatap pantulan diri nya disaat ia menatap matanya begitu memerah dan kantung mata terlihat begitu jelas dikedua matanya.
Mama Delia yang mendengar suara teriakan segera menghampiri nya dan membuka pintu itu.
"Astaga Angga kenapa teriak - teriak begitu?!" Seru mama Delia. Kini ia menatap kearah kedua mata putranya begitu kaget.
"Kamu tidak tidur semalaman?" Ucap mama Delia.
__ADS_1
"Iya ma. gara - gara penghuni semalam." Ucap Angga kesal ia kini terpaksa menutupi wajahnya dengan founfation agar tekstur kantung matanya tidak nampak.
"Astaga penghuni? kamu ada - ada saja. mana ada dirumah ini ada penghuninya." Ucap mama Delia mengelengkan kepalanya heran.
"ada ma, tadi malam."
"Sudahlah kamu kebanyakan menghayal, cepat kamu turunlah kita sarapan sama - sama." Ucap mama Delia melangkahkan kakinya dan berhenti didepan pintu.
"Dan jangan lupa bangunkan Mey, dan suruh dia sarapan juga." Ucap mama Delia dan menutup pintu nya tanpa harus mendapatkan jawaban dari putranya.
Angga merasa merinding, "Lebih mending besok aku tidur dikamar Gea ketimbang tidur dikamar tamu banyak penghuni nya." Ucap Angga ia berjalan menuju kamar nya.
Ceklek. Angga membuka pintu kamar nya tanpa mengetuk terdahulu. Dan ia begitu terkejut mendapati Meyra hanya menggunakan handuk melilit pada tubuhnya mendapatkan kaki jenjangnya membuat Angga berdiri tepat di depan pintu kamar nya sembari menelan salivanya dalam - dalam. Cobaan apalagi ini? pikirnya.
Meyra menyadari hal itu dan ia menatap pantulan Angga dari cermin itu.
"Aaaaaaaaa!" teriak Meyra.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan dikamarku?! cepat keluarlah! dasar pria mesum!!!" teriak Meyra melempar semua benda yang ada dikamar nya kearah Angga.
tetapi Angga berusaha menghindar, sehingga benda itu tidak mengenai tubuhnya.
"Stoppp! hentikan!" teriak Angga. Ia berlari kearah Meyra dan menarik lengan perempuan itu dan membawanya ke tempat tidur mereka kini saling berhadapan. Tanpa Meyra dan Angga sadari tubuh Meyra tidak menggunakan sehelai benang pun karena handuk itu terlepas dari tubuhnya.
"Lepaskan ngak! keluar dari kamar ku!" teriak Meyra.
Angga tidak menggubris perkataan Meyra dan hanya menatap kedua bola mata kecoklatan perempuan itu.
Ceklek. tiba - tiba pintu kamar itu terbuka.
"Astaga apa yang kalian lakukan!" seru Gea. Ia membalikkan badannya menghadap kearah pintu luar. Mendapati Meyra yang telanjang.
"Cepatlah kalian turun, kita sarapan sama - sama . aku permisi." Ucap Gea ia berlari keluar dari kamar itu.
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️
__ADS_1