
Meyra sudah berusaha ditenangkan dengan suntikan penenang oleh dokter. Kini Meyra sedang tertidur pulas dan mama Delia masih binggung dengan semua ini. Ia harus meminta penjelasan dari suaminya, apa yang sebenarnya terjadi? Dan anak yang dikandung Meyra siapa ayah dari bayi itu? Seingatnya Angga baru beberapa hari menikah dengan Meyra dan semalam ia memberikan Meyra tespack tetapi tadi pagi Meyra mengatakan bahwa ia tidak hamil dan sekarang ia dinyatakan keguguran.
"Pa, bisa jelaskan mama apa yang sebenarnya yang kamu sembunyikan dariku? kenapa aku baru tahu ini semua? siapa sebenarnya ayah dari bayi itu?" Beberapa pertanyaan ia lontarkan membuat tuan anggaranaya memijit pelipisnya.
"Kita keluar sebentar. papa akan menceritakan nya diluar." ucap tuan anggaranaya ia terlebih dahulu keluar dari ruangan Meyra dan diikuti oleh mama Delia.
Karena tidak ada siapapun diluar, tuan anggaranaya mendudukkan istri nya dikursi besi yang ada diluar ruangan itu lalu menceritakan dari awal terjadinya pemerkosaan dihotel tentang putranya dan sampai meyra dan Angga dinikahkan.
Mama Delia yang mendengar penuturan suaminya hanya menutup mulutnya. Ia benar - benar tidak percaya awalnya akan hal itu tetapi kini ia percaya. Ia begitu syok.
"Maafkan papa tidak mengatakan sebenarnya kepada mama." Ucap tuan anggaranaya mengenggam kedua tangan istrinya itu.
"Seharusnya papa dari awal beritahu mama. Kenapa harus disembunyikan segala."
"Maafkan papa. papa hanya takut mama nanti pingsan lagi seperti waktu itu. Mama ingatkan, saat mama dengar Angga cuma menghamili yang mama dengar saat itu. mama sampai satu hari pingsan."
__ADS_1
"Huh (menghela nafas)"
"Iya, ya udah lebih baik kita berdoa aja biar Meyra cepat sembuh dari ini semua. Dia benar - benar syok berat saat dia tahu kehilangan bayinya." Mama Delia begitu prihatin pada menantunya.
"Iya ma, tapi ngomong - ngomong Angga kemana dari tadi ngak kelihatan?" tanya mama Delia.
"Mama cari aku?" tiba - tiba Angga muncul dengan berjalan sempoyongan. Ia begitu tertekan akan hal yang terjadi pada Meyra.
"Kamu dari mana aja nak? cepat masuk sana, temani Meyra dia pasti butuh kamu." Ucap mama Delia ia menyentuh bahu Angga yang menundukkan kepalanya.
"Ma, maafkan Angga ma. ini semua salah Angga ." Lirih Angga.
Mama Delia mengerutkan keningnya dan menatap kearah suaminya yang telah mengerti maksud dari putranya. Ia tahu siapa penyebab Meyra keguguran.
"Sudahlah nak kamu tidak perlu minta maaf, mungkin ini sudah kehendak yang maha esa." Sahut tuan anggaranaya ia mengusap lembut rambut putranya.
__ADS_1
"tapi pa, ma----" Angga menghentikan kata - katanya ia menatap kearah mama Delia dan tuan anggaranaya secara bergantian dan kembali menundukkan kepalanya.
"tetapi aku tetap bersalah. sekarang pasti Meyra membenciku. dia pasti sangat membenciku! aku suami yang bodoh. aku tidak bisa mengontrol emosi ku sendiri." Ucap Angga ia begitu marah pada dirinya sendiri.
"Tidak, Meyra tidak akan menyalahkanmu.lebih baik kamu temani dia." Ucap mama Delia mengusap rambut putranya.
"ayo masuk sana." ucap mama Delia.
"tunggu." seru Gea keluar dari ruangan Meyra.
"aku ingin berbicara dengan kakak sebentar, mama sama papa jagain Meyra aja." Ucap Gea ia menatap kearah kakaknya.
Angga merasa was - was jangan - jangan ia akan dimarahi oleh adiknya habis - habisan lagi pikirnya.
"Ayo kak ikut aku." gea menarik lengan kakaknya secara paksa.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️