Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 14


__ADS_3

Setelah beberapa menit.


Meyra memutuskan untuk menemui seseorang yang telah menghubungi barusan sendirian tanpa didampingi oleh Gea. Karena iya memaksa ingin sendirian kesana.


Sesampainya hotel tujuan yang dikirimkan tadi lewat email ponsel nya.


"Sudah sampai nona,," Ucap pak taksi yang ia naiki itu. Sebenarnya tadi para pengawal papanya ingin mengantarkannya tetapi iya beralasan akan mengunjungi bibinya yang tak jauh dari rumah nya.


"Makasih pak,," balas Meyra setelah memberikan beberapa uang pada pak sopir taksi.


Ia melihat ponsel nya peta yang telah dikirimkan itu, disana benar adanya hotel tempat nya berada. Setelah itu ia menelpon seseorang yang tadi menghubungi nya.


"Halo? saya sudah sampai didepan hotel yang anda kirimkan... bapak ada dimana ya sekarang?" tanya Meyra dengan sedikit gugup.


"Anda bisa ikuti pengawal saya, sebentar lagi mereka akan turun menemuimu."


Tut Tut.. Tut.. ponsel nya mati begitu saja.


"enak saja dia panggil gue bapak? emangnya gue sudah tua?" Kesal Angga.


"Dasar nih orang ngak sopan banget masa matiin telponnya begitu aja," tak kalah kesal nya Meyra.


"Maaf nona, dengan nona Meyra." Ucap salah satu pria lebih tua dari nya sekitar berusia 40 tahun dengan setelan pakaian serba hitam.

__ADS_1


Meyra tahu siapa pria itu, "Iya dengan saya sendiri." Jawab Meyra tidak lupa bersikap ramah sedikit.


"Nona bisa ikut saya," pria itu mempersilahkan nya.


Meyra mengikuti saja apa yang diperintahkan nya, mereka menaiki lift menuju ke lantai 23 tepat dimana tuan nya berada.


Sesampainya di kamar hotel.


"Silahkan nona, tuan sudah menunggu di dalam" Pria itu tidak lupa mengulum senyumnya.


Degh! jantung Meyra berpacu begitu cepat. Tidak salah jika dirinya harus bertemu dengan seseorang yang tak dikenalnya itu didalam kamar hotel. Begitu keringat dingin pada tangan nya merasakan ketakutan.


"Hey nona,, apa yang anda pikirkan?" Pria itu menepuk bahu kiri Meyra, membuat lamunannya terhenti.


Ceklek.. Pintu itu mulai terbuka. Dengan gugup ia melangkahkan kakinya masuk dengan bibirnya sedikit komat - Kamit seperti mengucapkan doa seperti tuhan bisa melindungi nya dari hal buruk.


Pria itu menyadari nya, tertawa kecil dan tersenyum.


"Permisi tuan nona Meyra sudah menunggu anda..." Ucap sekretaris pribadinya. Kini ia berada diruang kerjanya.


Btw, sebenarnya itu hotel miliknya. Jadi kamar hotel yang ditempati nya itu khusus miliknya. Dan hanya satu - satunya kamar hotel itu saja yang memiliki fasilitas lengkap seperti ruang kerja, dapur, ruang tamu, kamar tidur ada dua, kamar mandi, dan kamar tamu khusus.


"Baiklah, anda bisa keluar. sebentar lagi saya menemuinya." Ucap Angga yang sibuk menanda tangani beberapa berkas - berkas.

__ADS_1


💗💗💗💗💗💗


Sementara Gea sedari tadi sibuk mondar-mandir dikamarnya. Karena ia begitu khawatir dengan keadaan Meyra, semenjak ia mendengar Meyra dihubungi oleh seseorang tak dikenalinya dan menyuruh nya menemuinya di hotel. Andai saja tadi Meyra ngak memaksa nya untuk tidak ikut, ia tidak akan segelisah ini.


"Aduh, Mey semoga saja kamu tidak terjadi hal buruk padamu," Ucap Gea mengatupkan kedua tangan nya sambil berdoa.


"Apa aku telpon kakak saja ya?" Ia mengotak - Atik ponselnya mencari nomor ponsel seseorang.


"Nomor anda tuju sedang tidak dapat menerima panggilan,," Hanya itu yang terdengar dari ponsel.


"Ishhhh, kakak juga sama aja ngak bisa dihubungi.. menyebalkan." kesal Gea membanting ponsel nya diatas tempat tidur nya. Untungnya bukan lantai, kalau tidak! bisa hancur tuh ponsel.







Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️

__ADS_1


__ADS_2