
Meyra menoleh kearah sumber suara.
"Kamu bilang aku ngak waras!" seru Angga yang kini mulai mendekati nya dengan tatapan mata penuh arti.
"ti.. dak, ini tadi aku cuma... baca pesan aja dari teman.." Ucap Meyra terbata - bata dengan menyelimuti tubuh nya seakan ia tahu arti dari tatapan mata Angga.
Angga semakin mendekati Meyra mencoba untuk membuat gadis dihadapannya itu ketakutan.
"Apa yang ingin kamu la...kukan?" tanya Meyra begitu gugup semakin menjauhkan tubuhnya dari Angga yang sudah semakin dekat padanya.
Dengan cepat Meyra menutup matanya dengan ketakutan dan dalam beberapa detik kemudian tidak terjadi apa - apa.
Ia membuka matanya, Ia melihat Angga berada disampingnya sedang merebahkan tubuhnya.
"Hah sejak kapan dia sudah disana?" Gumam Meyra dalam hati.
"Sudah jangan dipikirkan mending kamu tidurlah ini sudah malam." Jawab Angga yang merubah posisi nya menghadap Meyra sampai mereka kini saling berhadapan dengan bantal guling berada ditengah sebagai perbatasan.
"kenapa dia seperti tahu dengan apa yang aku pikirkan, jangan - jangan dia bisa baca pikiran orang lagi?" gumam Meyra dalam hati membuatnya semakin takut dengan pria yang ada dihadapannya itu.
Angga tiba - tiba saja mengelus perut Meyra yang terlihat sedikit membuncit.
"Eh kamu mau ngapain?" tanya Meyra pikiran nya tiba-tiba berpikir mesum.
"Biarkan aku menyentuhnya sebentar. bagaimana keadaan nya? kamu selalu rutin kan memeriksa kandungan kedokter?" tanya Angga sembari mengelus pelan perut Meyra dan itu membuat Meyra merasakan geli, karena ini pertama kalinya ia disentuh oleh pria yaitu pria dihadapannya sekarang yang telah menjadi suaminya.
__ADS_1
"Eh kok begong? ayo jawab." tanya Angga melihat Meyra hanya terdiam. padahal ia menahan rasa geli, hehehe.
"iya aku selalu diingatkan sama Gea kalau tidak nanti aku lupa." Jawab Meyra.
"Oh bagus kalau begitu. lebih baik kamu tidurlah sekarang, aku akan menemani." Ucap Angga masih dengan mengelus perut gadis itu.
Meyra mengganggukkan kepalanya memilih memejamkan matanya.
Astaga sungguh benar - benar tidak terbayangkan. rasanya Meyra hatinya terenyuh kali ini, baru pertama kalinya ia melihat ada rasa tatapan cinta dimata seorang laki - laki yang ia temui. Tetapi ia begitu senang jika ada yang perhatian pada kandungan nya meski ia rasa mengira Angga tidak mencintai nya melainkan bayi dalam kandungan nya ia merasa senang.
••
*Keesokan paginya
Angga terbangun karena ia harus pergi keluar kota pagi ini, untuk mengunjungi perusahaan cabang nya yang ada diluar kota.
"Angga kau akan berangkat bekerja ya nak?" tanya tuan anantha menepuk bahu menantunya itu yang terlihat begitu rapi dengan menenteng tas kerjanya.
"Eh papa mertua." Angga baru ingat ia telah menikah.
"Dimana Mey? dia sudah bangunkan?" tanya tuan anantha.
"Pa, nga." panggil Meyra lirih.
"eh orang dibicarakan panjang umur juga." ucap tuan anantha melihat putrinya yang kini berdiri dihadapannya.
__ADS_1
"Papa, sama Angga sudah ditunggu dibawah untuk ikut sarapan. sarapan nya sudah siap." Ucap Meyra.
"Baiklah kalau begitu kita kebawah sama - sama. " ucap tuan anantha mengandeng lengan putrinya dan menantunya untuk menuruni anak tangga menuju meja makan.
Dua puluh menit kemudian.
Setelah mereka semua sarapan waktu nya tuan anggaranaya berpamitan pada istri nya dan yang lainnya termasuk Angga untuk pergi bekerja.
"tunggu sebentar Angga!" teriak Meyra yang melihat suaminya sudah berada didepan pintu keluar.
"Aku ingin berbicara sesuatu padamu sebentar bolehkan?" tanya Meyra.
Angga melirik kearah papanya dan Angga tahu arti tatapan dari papanya.
"Baiklah. papa duluan nanti aku akan menyusul." Ucap Angga dan dibalas anggukan oleh tuan anggaranaya.
•
•
•
•
•
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote setelah membaca. makasih ❤️