Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 142


__ADS_3

"Mey, kalau boleh tahu kami tidak pernah melihat suamimu ? Apa suamimu tidak ikut denganmu ?" Tanya Dewi.


Kini mereka sedang duduk disofa, yang agak jauh dengan orang - orang pemabuk. Karena mereka sengaja menjauh karena tidak ingin terjadi apa - apa, Meyra juga sedang hamil.


"Suamiku ada dirumah." Jawab Meyra singkat.


"Aku dengar kamu menikah karena perjodohan, apa kamu sudah memiliki perasaan dengan suamimu ?" tanya putri, ia mendapatkan tatapan meintrogasi dari beberapa temannya.


"Em, kami----"


"Mey jika suatu saat diantara kalian tidak saling mencintai, jangan takut masih ada aku yang mencintaimu dengan tulus. aku mau kok menunggu kamu." Ujar Deni kedua tangannya menyentuh tangan mulus Keyla dan menatap kedua mata Keyla yang kini menatap nya.


Melihat adegan seperti ini beberapa temannya sedikit menjauhi mereka agar bisa berduaan berbicara dengan tenang.


Angga melihat istrinya dari kejauhan di sentuh tangannya dan ditatap begitu sangat dalam oleh orang lain, membuat didalam hati Angga terasa sakit.


Meyra segera menjauhkan tangan dari Deni, "sudah terlambat, aku sudah ngak bisa. Karena ada seseorang dihatiku." Jawab Meyra menundukkan kepalanya menahan air matanya agar tidak terjatuh.


"Apa itu suamimu?"

__ADS_1


"Aku tidak bisa jawab." Jawab Meyra dengan senyuman tipis hampir tidak terlihat.


"Mey." suara memanggil yang begitu terdengar sangat jelas dan dikenalinya.


Meyra mendongak keatas, menatap kearah pria yang berdiri di hadapan nya.


"Angga." cicitnya.


Teman - teman Meyra begitu kaget, saat tahu siapa yang datang.


"Wow, ini bukan mimpi."


"Dia sangat tampan asli nya dari di ponsel dilihat - lihat."


"Masa Lo ngak tahu sih, Angga anak dari pengusaha kayaraya nomor satu di Indonesia. dia selalu menjadi pujian semua cewek didunia tapi dia tetap dingin tapi sekarang malah dia deketin cewek ini sungguh mustahil. dan ceweknya teman kita woy !" teriak Dewi dengan mata tidak berhenti berkedip-kedip.


Mereka pun menghampiri Meyra yang sedari tadi hanya terdiam memandang suaminya itu.


"Mey kamu ada memiliki hubungan dengan Angga ?" Dewi berbisik ditelinga Meyra membuat nya menyadari apa yang telah ia lakukan sedari tadi.

__ADS_1


"Ah . eh itu." Meyra gelagapan, ia tidak tahu harus menjawab apa.


"Mey ayo kita pulang." Angga menarik lengan istri nya keluar dari ruangan itu tanpa peduli teriakan dari beberapa teman Meyra.


Sesampainya dirumah.


"Eh kalian sudah pulang." Mama Nayra tidak sengaja berpapasan dengan anak dan menantunya baru pulang.


"Ya ma, kalau gitu Angga sama Mey pamit ke kamar dulu." Ujar Angga dengan nada datar dan langsung menarik lengan Meyra ke atas tanpa dipaksa.


Angga pun membawa Meyra ke dalam kamar mandi yang ada dikamar Meyra, membuka kran wastafel.


Meyra hanya mengikuti apa yang dilakukan pria itu kepada nya dari menarik nya pulang dan berakhir mencuci tangan nya diwastafel.


"kamu sakit?." Meyra menyentuh kening Angga yang merasa aneh pada diri Angga.


"ya. lebih tepatnya sakit hati." Jawab Angga yang kini memojokkan tubuh Meyra ke dinding kamar mandi.


"Eh itu.. anu, ehm.." Meyra gugup dan hanya bisa Menundukkan kepala nya.

__ADS_1


"Lain kali jangan ikut ketempat seperti itu, aku tidak suka. Dan disana itu terlalu bahaya untuk ibu hamil." lirih Angga mengelus lembut pipi yang kini terlihat chubby itu.


"Maaf." Meyra memeluk Angga dan dibalasnya. "Ya aku maafkan. lain kali jangan kayak gitu lagi." Ucap Angga mengelus lembut rambut Meyra.


__ADS_2