
Meyra membawa seseorang yang tidak sengaja ditabrak menuju ke rumah sakit, oleh sang sopir yang telah sekian bulan ini menemaninya bepergian keluar dan ternyata sepupunya yang tak lain Naura.
"Ra bertahanlah, kita akan segera sampai." Ucap Meyra, ia memangku kepala Naura dipahanya.
"pak lebih cepat, pak!" Ucap Meyra.
"Baik nona." Ucap pak sopir. Ia melajukan mobilnya lebih cepat.
Sesampainya dirumah sakit Naura langsung dibawa keruang UGD dan ditangani oleh sang dokter.
"Mey!" Panggil seseorang.
"Cal.. Naura." Ucap Meyra.
"Apa yang terjadi padanya? kenapa sampai ia kecelakaan?" tanya Calvin .
Ya Meyra tadi sengaja menelpon Calvin beberapa menit lalu, memberitahukan bahwa Naura kecelakaan dan berada dirumah sakit.
"sopirku tidak sengaja menabrak Naura yang sedang menyebrang. Maaf cal." Ucap Meyra menatap sang sopir yang hanya menundukkan kepalanya.
Calvin berdecak, ia memijit pelipisnya merasa bersalah.
"Ini semua salahku Mey." Ucap Calvin.
"Pasti Naura melihat ku bersama mantan istri ku. Aku..." Calvin menangis, ia tidak bisa berucap kata satupun lagi.
"Kamu tenang saja cal, tidak baik menyalahkan diri sendiri lebih baik kita berdoa saja agar Naura bisa terselamatkan." Ucap Meyra memberikan Calvin pelukan.
Setelah beberapa menit, dokter yang menangani Naura pun keluar.
__ADS_1
"Bagaimana dok keadaan istri saya dok? saya suaminya dok." Ucap Calvin menghampiri sang dokter.
"Istri anda tidak mengalami pendarahan begitu keras, anda tenang saja. istri anda baik - baik saja."
"Apa kami boleh melihat nya dok?" Tanya Meyra dengan wajah berseri-seri.
"Tentu. silahkan." Dokter itu mempersilahkan Meyra dan Calvin.
"Makasih dok."
"Kalau begitu saya permisi."
Naura yang berada didalam ruangan, sudah sadarkan diri beberapa menit yang lalu. Ia menatap langit - langit rumah sakit dengan tatapan kosong.
"Ra..." Calvin menyentuh bahu sang istri yang baru pertama kalinya, karena setelah sekian lama tidak pernah menyentuh nya sama sekali.
"Ra, untunglah kamu sudah sadar. aku sampai khawatir dengan keadaan mu." Ucap Meyra.
"Mey suruh laki - laki ini pergi dari hadapan ku. aku muak melihat wajah nya." Ketus Naura.
Meyra hanya mengerutkan keningnya tidak paham dan menatap Calvin.
"Baiklah, aku akan keluar." Ucap Calvin yang mengerti dengan perasaan Naura sekarang.
Seketika saat Calvin sudah tidak ada diruangan itu hanya meninggalkan Naura dan Meyra. Tangisan nya kini pecah.
"Naura kamu kenapa kok nangis?." tanya Meyra panik.
"Mey. aku sudah ngak kuat lagi. tolong bawa aku pergi dari sini Mey. aku pengen pulang ke Korea, aku sudah ngak kuat tinggal sama Calvin lagi. dia tidak mencintai ku sama sekali Mey." Ujar Naura dengan tangisnya yang semakin deras.
__ADS_1
Meyra memeluk Naura, "kamu mau tinggal di rumahku?" tawar Meyra.
Naura menghentikan tangis nya, "Maksud mu tinggal bersama suami mu?"
Seketika senyuman Meyra luntur begitu saja saat mendengar kata suamimu. "Iya." Jawab Meyra.
"Baiklah aku mau. tapi ada syaratnya, kamu gak boleh kasih tahu Calvin kalau aku tinggal dirumahmu."
Meyra mengganggukkan kepalanya. "Tapi kamu juga harus cerita sama aku. ada masalah apa antara kalian sampai kayak gini." Tanya Meyra heran.
"Maaf bukannya aku tidak mau cerita. tapi aku belum bisa cerita, besok saja aku cerita sama kamu."
"Baiklah terserah kamu. Kalau begitu aku harus pulang sekarang, tidak apa - apa kan aku tinggal. aku janji kok besok aku akan datang kesini menjemputmu."
"Tidak apa - apa kok. makasih Mey, kamu mau mau membantuku." Ucap Naura dengan senyuman manis nya.
Meyra mengganggukkan kepalanya.
••
Angga beberapa jam yang lalu sudah kembali kerumah dan untungnya Meyra belum kembali kerumah.
Mereka kini sedang berkumpul diruang tamu, kecuali kedua orang tua Meyra yang sedang keluar ada pekerjaan yang harus diselesaikan di Jakarta Utara. Sementara baby Margaretha berada digendongan Angga. Ini pertama kalinya ia menggendong bayi nya sendiri.
"Angga, kapan kamu akan beritahu Meyra dengan keberadaan mu." tanya tuan Anggaranaya.
"Secepatnya pa, Tapi untuk saat ini aku belum bisa pa." Ucap Angga.
"Kenapa?? kenapa tidak bisa?! kenapa kalian semua bohong sama aku?! kenapa?!" Suara seseorang yang tiba - tiba muncul dibalik pintu.
__ADS_1
Semuanya menoleh kearah sumber suara dan dikejutkan bahwa itu Meyra.