
Pragh!!!
Piring yang berada dalam genggaman, mama Delia tiba - tiba pecah begitu saja membuat tangannya terluka.
"Nyonya." pekik pembantu nya. Ia menjauhkan mama Delia dari lantai yang berserakan dengan pecahan piring menuju ruang tamu tetapi sebelum itu ia membereskan bekas pecahan piring itu dan kembali lagi kesofa setelah mengambil p3k.
"Kenapa feeling ku merasakan terjadi sesuatu pada anak - anakku." Gumam mama Delia.
"Ada apa nyonya." Pelayan yang lebih muda itu, melambaikan tangan nya didepan wajah mama Delia yang sibuk melamun.
"ah, t,,idak."
"Sini nyonya biar saya obati,,"
"Mama!!" teriak Angga dari luar rumah dengan berlari masuk dan berhenti diruang tamu dimana mama Delia dan pembantunya sedang mengobati luka nya itu.
"Ada apa??" tanya mama Delia begitu khawatir. Tetapi ada rasa lega sedikit dihatinya bahwa putranya tidak apa - apa.
"Meyra dimana??" Tanya Angga dengan nafas masih memburu sehabis berlari.
"Aku disini,," Seru Meyra yang baru saja langsung pulang dari kampus, ia juga habis berlari dengan nafas memburu.
Tatapan Angga dan mama Delia seketika berbinar dan hatinya terasa lega bahwa Meyra telah kembali dengan keadaan baik - baik saja tetapi disaat Meyra berjalan kearah nya tidak mendapati putrinya Gea hatinya kembali berdetak lebih kencang.
__ADS_1
"Mey???" Seru Angga. Ia memeluk istrinya erat.
"Angga lepas, ini sesak." Meyra berusaha mendorong dada bidang suaminya.
"Maaf, tapi kamu baik - baik saja kan?? apa ada yang terluka? Apa lelaki itu berbuat jahat padamu??" Pertanyaan itu terlontar dari mulut Angga saking risaunya sembari mengecek bagian tubuh Meyra yang terluka. Tetapi tidak ada. syukurlah.
"Dimana Gea nak?? kenapa kalian tidak pulang bersama." Tanya mama Delia menghampiri setelah lukanya diobati.
Meyra menundukkan kepalanya,, "I,,tu,, maafkan Mey ma.." Meyra tidak bisa melanjutkan kata - katanya menahan tangis.
"Ada apa dengan Gea?? apa terjadi sesuatu pada nya katakan lah??" Ucap mama Delia menguncang bahu Meyra dengan berurai air mata.
"Hentikan ma, Meyra nanti kesakitan dia sedang hamil." Cegah Angga.
"Tapi bagaimana terjadi sesuatu pada nya?? bagaimana jika Gea dilukai atau dibunuh??"
"Cukup ma!" seru Angga.
"Itu tidak akan pernah terjadi, Angga tidak akan pernah orang itu membunuh ataupun melakai adikku sedikit pun." tatapan mata Angga memerah menahan tangis.
"Mama tenang saja,"
"Mbak Yuni tolong bawa mama ke kamar nya.." Titah Angga pada pembantu dirumahnya yang masih terdiam mendengarkan perbincangan antara keluarga itu.
__ADS_1
"Baik tuan muda." Jawab Yuni.
(Angga menyebut Yuni mbak karena ia masih terlihat sangat muda dipanggil bibi, usia nya masih sama terbilang muda sama halnya seperti Meyra dan Gea).
.
••
Di markas Jeffrey.
Ia sudah menyiapkan nya beberapa hari saat terakhir kalinya, ia menemui Gea. sebetulnya telah beberapa hari ini, ia mencari cara agar bisa mendapatkan Gea.
Kali ini Gea sedang diikat dengan tali didekat tiang tengah - tengah ruangan itu. Disana sangat senyap, panas, tidak ada ACC ataupun udara yang masuk.
Tetapi Jeffrey bisa saja tahan.
"Hey gadis manis bangunlah,," bisik Jeffrey pada telinga Gea yang masih terlelap tidur, entah tidur atau pingsan.
"Emmmh," lenguh Gea ia membuka kedua matanya perlahan, nafas nya serasa tercekat disaat ia mencium aroma bau panas.
"Dimana ini?? kau??" pekik Gea.
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️❤️
__ADS_1