Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 24


__ADS_3

Dikediaman keluarga anggaranaya


Kini Angga sudah berada dikediaman itu beberapa menit yang lalu dan sekarang mereka saling beradu tatap muka diantara kedua orang tua nya dan putra nya yang tak lain Angga.


"Sudah selesai bertemu dengan perempuan matre itu?" tuan anggaranaya mulai bersuara dengan sinisnya.


Angga begitu terkejut disaat papa nya tahu bahwa dirinya sebelum datang kediaman bertemu dengan kekasih nya alias sosok perempuan yang ia anggap bagi dirinya mantan.


"Ma- ksud papa?" Ucap Angga dengan gugup tidak lupa menundukkan kepalanya.


Sedangkan sang papa yang mendapatkan jawaban dari sang anak pura - pura tidak mengetahuinya hanya menatap istrinya yang hanya terdiam tanpa mengatakan apapun.


"Siapa lagi kalau bukan Mia kekasih mu itu" Ucap papa dengan menahan emosi nya.


"Oh." ucap Angga singkat.

__ADS_1


Mama Delia kini menatap suami nya, "sudah - sudah lebih baik kita ke intinya saja biar dia tahu." Ucap mama Delia kepada suaminya yang kini hanya menatap kearah putra nya yang masih menundukkan kepalanya.


"Ekhemm... lebih baik kamu putusin pacar mu itu dan menikahlah dengan wanita pilihan papa" Ucap Tuan anggaranaya membuat Angga menatap papanya dengan tajam.


"Whattt? are you seriously?" pekik Angga terlonjak kaget hampir berdiri dari tempat duduknya.


"Angga kamu yang sopan berbicara dengan orang tua, ingat dia papamu." tegur mama Delia masih dengan suara anggunnya.


Angga kembali duduk ditempat nya, "Tapi pa, aku tidak setuju bagaimana —"


"Tapi—"


"Tidak ada tapi - tapian kamu harus menerima perjodohan itu kalau tidak Papa akan mencoret namamu dalam KK." ancam tuan anggaranaya dengan begitu tegas.


"Iya benar Angga, kamu harus mengikuti perkataan papamu. ini juga untuk kebaikan mu." Timpal mama Delia dengan masih suara lembutnya.

__ADS_1


"hufh, terserah kalian saja. papa suka banget seenaknya saja." Ucap Angga dengan kesal pergi begitu saja meninggalkan kedua paruh baya itu.


"Angga papa belum selesai bicara!" seru tuan anggaranaya menatap punggung putranya yang masuk kedalam kamar nya.


Mama Delia hanya mengusap punggung suaminya yang sedari tadi menahan emosi nya. "kamu harus sabar, biarkan Angga menjernihkan pikiran nya. nanti mama yang berbicara dengan nya." Ucap mama Delia dengan lembut.


Sementara didalam kamar Angga yang merebahkan tubuhnya di ranjang tempat tidur nya yang beberapa hari ini ia tinggali.


"Kenapa sih papa suka banget seenaknya saja, memangnya aku ini dianggap robot yang harus menuruti perkataan nya. ah sial," Umpat Angga hampir menjambak rambut nya dengan prustasi.


drettt. drettt. tiba - tiba ponsel miliknya berbunyi dan begitu banyak panggilan masuk dari saudari perempuan nya yang tak lain Gea.


"Tuh bocah ngapain nelpon - nelpon segala, sebanyak ini lagi?" Gumam Angga.


"Ah ngapain dipikirkan, mending tidur capek." ucap Angga melempar ponselnya kesebarang arah. Ia tak peduli jika ponselnya rusak, ia masih punya ponsel cadangan selemari yang ia simpan didalam kamar nya.

__ADS_1


(Iya, orkay memang punya segalanya. hahaha 😂)


__ADS_2