Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 140


__ADS_3

Pagi - pagi Meyra bangun, ia menatap kearah jendela kamar nya yang tertutup dengan tirai. Ia mengingat perkataan suaminya semalam.


"Palingan dia pergi, gak mungkin bakalan tahan diluar. apalagi suasana dikorea berbeda dengan indo." gumam Meyra.


"Mey, tolong kamu siram bunga kesayangan mama diluar sebentar nak !" teriak sang mama Nayra.


"Iya ma, sebentar! Mey bersihin tempat tidur dulu !" teriak Meyra.


Setelah selesai menyelesaikan bersih - bersih kamar, ia lanjut turun melihat mama Nayra sedang menyiapkan makanan.


"Ma, papa sudah minum obat ?" tanya Meyra. Tatapan matanya beralih ke arah kakaknya Andre sedang duduk disofa dengan rambut acak - acakan. Baru bangun tidur lah tuh.


"Belum, entar mama siapin makanan dulu sebelum papa minum obat."


"Ya udah Mey keluar sebentar, mau nyiram tanaman."


"Eh Mey jangan lupa, kasih makan anjing kamu juga ya, terus ajak dia jalan - jalan keluar." mama Nayra memberikan mangkuk makanan Husky.


Dengan langkah letoy Meyra keluar dari rumah nya, "Kenapa ngak kak Andre aja, Mey terus yang----" Meyra memotong pembicaraan, ia menatap kearah pria yang tertidur didekat pohon Cemara yang tak tinggi dengan posisi kaki ditekuk dan tangan nya sebagai bantalan.


"Astaga Angga !" pekik Meyra.


Ia menaruh makanan Husky didepan anjing itu yang kini menjulurkan lidahnya minta makan padanya.


Meyra memengang bahu Angga dengan lembut dan tatapan sedih. "Angga, "Lirih Meyra.

__ADS_1


Angga pun terbangun, dengan wajah begitu pucat dan tubuh Mengigil.


"Mey, "Lirihnya.


"Astaga Angga kamu demam, ayo masuk dulu." Meyra menaruh telapak tangan nya dikening pria itu terasa sangat panas.


"Sudah ku katakan aku akan menunggu disini sampai kamu mau memaafkan ku." lirih Angga dengan Meyra Memapah nya kedalam rumah.


"ma!" teriak Meyra.


"Ma tolongin Mey ma!" Teriak Meyra karena tidak mendapati sahutan.


"Astaga Mey, ini kan suamimu kenapa bisa kayak gini ?"


"Ayo cepat bawa dia ke kamar mu." Titah mama Nayra panik.


"Kak bantu Mey dong ke atas ! kenapa diam aja disofa !"


"Eh iya." gelagap Andre.


Meyra pun membaringkan tubuh Angga ditempat tidur Meyra dan menyelimuti nya, tangan nya terasa dingin sehingga Meyra menggosok kedua tangan Angga dengan kedua tangannya memberikan nya kehangatan.


"Mey maafkan aku, "lirih nya dengan kedua matanya terpejam.


"Kak tolong matiin ACE sama ambilin mangkok sama kain kecil, jangan lupa juga air hangat nya." titah Meyra.

__ADS_1


Andre hanya mengganggukan kepalanya dan berlari keluar.


"Ini dek."


"Astagaaaa nagaaa kak bukan mangkok sekecil wadah masker wajah kali kak !" Seru Meyra, saat ia melihat barang yang dibawa oleh Andre.


"Eh bukan ya." Andre menggaruk kepalanya.


"Ya udah biarin aja ! Sudah terlanjur juga. Mending sana kakak keluar !" kesal Meyra.


••


Brukhhhh!


"eh emphhhhh----- !"


"Dimana ini ?" Gea menatap disekelilingnya bernuansa hitam dan gelap gulita dan seperti bau - bau gudang.


"Stttt, pelankan suaramu. orang - orang akan mendengar kita." Bisik pria itu.


"Siapa kau ?!" Gea ketakutan saat mendapatkan bisikan dari seseorang ditelinga nya.


Tanpa Gea ketahui pria itu tepat berada dihadapannya, karena tepat itu gelap.


"Jangan - jangan kau ingi------ hmphhh !" Gea memberontak saat pria itu menciumnya.

__ADS_1


Tetapi selang beberapa lama, Gea membalas permainan pria itu, "Mengapa aku tidak bisa menolak nya ada apa ini ?" Batin Gea.


"Pertama aku tidak bisa menolak pria saat kejadian dalam toilet itu dan sekarang---- apa yang terjadi kepadaku ? apa aku sedang menginginkan belaian dari pria ?" Batin Gea.


__ADS_2