
Meyra kini berhenti disebuah mansion yang cukup mewah dan ada dua lantai. Ia tidak pulang kediaman, karena ia hatinya sedang kacau ia hanya tidak ingin jika mama Delia menanyakan sesuatu dan ia tidak bisa menjawab nya. Jadi ia menemui mantan dosennya atau dikatakan orang yang pernah ia sukai dan ia juga pernah kerumah Calvin beberapa kali.
Ia menekan bell rumah itu dan dengan segera seseorang membuka pintu itu.
"Meyra...?" Dan seseorang itu ialah Naura. yang kini sudah menjadi istri Calvin.
"Meyra kamu ngapa----"
"Naura..." Meyra memotong pembicaraan Naura dan memeluknya. Ia menangis dalam pelukan sepupunya itu dan dibalas oleh Naura.
"Ada apa? kenapa menangis? apa yang terjadi padamu, hah... katakan..?" Tanya Naura yang begitu khawatir melihat kakak sepupunya itu menangis.
Meyra menghapus air matanya dengan kasar, ia clingak - clinguk mencari keberadaan seseorang. "Boleh aku masuk, aku akan ceritakan padamu.." Ucap Meyra masih dengan air matanya menetes dipelupuk matanya.
"Hmm... ayo masuk..." Ajak Naura, ia menutup pintu mansion nya dan menguncinya rapat - rapat karena ia takut nanti ada maling masuk kerumah itu maklum karena ia sedang sendirian dirumah sedangkan suaminya Calvin sedang bekerja.
__ADS_1
Meyra pun duduk diruang tamu lumayan sedikit besar seperti dirumah mertuanya. Sementara Naura ia baru selesai dari dapur menyiapkan Meyra teh hangat dan beberapa biskuit sebagai cemilan nya.
"Ini minumlah dulu, agar tubuh dan pikiran mu bisa hangat baru kamu bisa cerita.." Naura Menyodorkan teh hangat itu dan lanjut duduk disamping Meyra.
Meyra pun meneguknya sampai habis, "Bagaimana sudah mendingan?" tanya Naura.
Meyra hanya menganggukkan kepalanya.
"Sekarang kamu cerita sama aku kenapa kamu sampai menangis? Oh jangan - jangan kamu bertengkar dengan suamimu..?" tebak Naura dengan menyipitkan kedua matanya apakah tebakan nya benar.
"Ya ada apa coba katakan...?"
"An..gga su..amiku dia memiliki kekasih dan kekasih nya itu sedang hamil..." Meyra semakin banyak meneteskan air mata.
Naura mengerti apa maksud Meyra katakan dan ia memeluk Meyra dan ia ikut sedih akan apa yang terjadi pada sepupunya itu.
__ADS_1
"kamu yang sabar ya Mey... aku tahu pasti sangat sakit.. tapi..." Naura melepaskan pelukannya, ia kini menatap kedua manik mata milik Meyra.
"Kenapa kamu tidak cerita pada mertuamu saja... pasti dia akan memberikan solusinya.."
"Tidak na.. jika aku memberitahu kepada mama, pasti Angga akan dimarahi oleh mama... dia akan dimarahi Habis - habisan." Ucap Meyra mengelengkan kepalanya.
"tapi dia sudah membuat kesalahan begitu besar dengan menghamili anak orang dan sekarang dia sudah menjadi suami mu, dia harus dihukum Mey..." terang Naura dengan kesal mendengar perkataan dari sepupunya itu.
"Tapi aku ngak mau dia terluka.." Jawab Meyra.
"Huh (Menghela nafas) apa kamu terlalu mencintai nya sampai tidak ingin memberi kebenaran nya pada mertuamu.. sadar Mey, suamimu itu telah melakukan kesalahan BESAR" Ucap Naura penuh penekanan.
"Na.. aku mau istirahat capek... aku boleh ngak istirahat disini selama satu hari aja, besok aku akan pulang...? pliss bolehkan...?" Meyra mengatupkan kedua tangannya memohon.
"Huh (Menghela nafas) baiklah, terserah kamu saja... aku tidak berani ikut campur urusan kalian..." Ucap Naura pasrah.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️