
"Astaga Mey lupa ini kan hari ulang tahun Mey yang ke 21." Meyra menutup mulutnya yang kini sudah terbuka lebar.
"Mey kamu ulang tahun? kenapa ngak bilang aku??" tanya Angga yang baru tahu ulang tahun Meyra.
"Aku juga baru ingat. Kalau mama ngak ingetin aku ngak bakalan ingat." Jawab Meyra yang kini menatap kue besar yang ada didepannya.
"Selamat ulang tahun ya Mey.. kakak juga baru ingat." Andre memeluk Meyra dengan erat.
"Jangan dekat - dekat istri ku. Hanya aku boleh memeluknya." Angga menarik lengan istrinya dan memeluk nya.
"dasar suami posesif." Ledek Andre.
"Mey kamu tahu ini semua rencana papamu, mama cuma menyuruh manager Ratna untuk mengerjakan semuanya." Jelas mama Nayra yang kini Meyra menatap tuan anantha yang hanya tersenyum kepada nya.
"Pa makasih ya. Mey senang banget, walau meski gak gerayain. Ini pertama kalinya Mey ulang tahun sudah sekian lama selalu menjadi impian Mey kini menjadi kenyataan." Meyra meneteskan air mata nya.
"Sekali lagi makasih ya pa, ma." Ucap Meyra memeluk mama nayra dan tuan anantha.
"Sama - sama sayang." Ucap tuan anantha dengan suara kecilnya.
__ADS_1
Setelah acara kecil - kecilan mereka dengan acara tiup meniup lilin, potong memotong kue dan soap menyoap akhirnya mereka kini pulang kediaman anantha.
Beberapa menit kemudian.
"Ma, Mey nya mana?" tanya Angga, yang tidak melihat Meyra sedari pulang dari resto Metha.
"Ada dirooftop lagi ngak tahu ngapain." Jawab mama Nayra singkat langsung pergi menuju kamar begitu saja.
Angga hanya menggelengkan kepalanya kelakuan mertuanya dan menuju ke lantai atas menuju ruangan rooftop.
Disaat diatas, ia begitu terkejut dengan pemandangan yang baru ia lihat. Ternyata jika dilihat dari atas sungguh indah pemandangan nya disana desain ruangan rooftop terbuka begitu indah. seperti sejenis tempat duduk dengan sofa dan penuh bunga - bunga pot berjejeran ada bunga gantung juga dan ayunan selain itu membuat nya terkaget - kaget ada foto kecil - kecil yang digantung menggunakan tali ditata begitu rapi.
"Mey.." itu suara Angga dari belakang.
Meyra segera menyembunyikan foto yang ia pegang itu dibalik bajunya dan itu terlihat dari Angga.
"Kamu lagi menyembunyikan apa?? Coba sini aku lihat." Angga duduk disamping Meyra dan mengadahkan tangannya.
"Enggak ada apa - apa."
__ADS_1
"Cepat berikan kalau enggak aku akan pulang ngak akan mau kesini lagi." Ancam Angga.
"Tapi jangan marah ya??" Meyra dengan ragu mengeluarkan sesuatu ia sembunyikan dan dirampas Angga.
"Meyyy!" Pekik Angga.
Mampu membuat Meyra menutup telinga nya dan memejamkan matanya, karena ia takut setelah ini pasti Angga akan memarahi nya saat tahu siapa yang ia idolakan dan cintai selama ini.
Tanpa sadar Angga begitu senang dan memeluk Meyra. "Mey terima kasih banyak. ternyata kamu mengidolakan ku setelah sekian lama." Ucap Angga.
"Ah apa maksud nya?" pikir Meyra.
Ia memberanikan diri nya membuka mata dan telinganya. "maksud kamu apa?? mengidolakan?? Ya aku memang mengidolakan orang itu. Tapi jangan marah jika------" Meyra menundukkan kepalanya.
"Mey orang ini adalah aku. Jadi selama ini kamu mengidolakan ku, " Angga memeluk istrinya begitu erat.
"Apa?? Jadi, maksud mu Angga adalah Angga suamiku sendiri!" pekik Meyra tidak kalah terkejut.
Angga hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Astaga jadi selama ini. ak---- aku cintaku terbalas kan." Ucap Meyra dengan senang. Ia hampir saja pingsan, saking terkejutnya mengetahui semuanya sekarang.