Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 155


__ADS_3

"Meski bantal guling, itu sangat berarti buat mama tahu! kamu tidak akan tahu tentang bantal guling kesayangan mama!" kesal mama Sonya dengan berurai air mata.


Dafa menatap wajah mama Sonya yang terlihat begitu sangat lebay baginya. cuma bantal guling. bantal guling saja ditangisi. Mengherankan. Dafa tidak tahu dengan jalan pikiran mama nya.


Mama Sonya menghapus air matanya, "Ya sudah mama istirahat dulu. kalian lanjutkanlah malam pertama nya." Ucap mama Sonya berjalan pergi menuju kamar tamu.


Dafa mengelengkan kepalanya, "Mama ada - ada saja." Gerutu Dafa, kembali ke kamar nya."Eh tunggu, dari mana mama tahu aku malam pertama dengan istri ku?" batin Dafa menghentikan langkahnya.


"Dafa!!!!"


Suara teriakan itu, mampu membuat Dafa terkejut dan berlari ke kamar nya.


"Astaga ge...!" pekik Dafa melihat Gea terkapar dilantai dengan selimut melilit pada tubuhnya.


"Dafa cepat tolongin!!! aku ngak bisa nafas!" teriak Gea berguling - guling seperti cacing kepanasan.


"iya iya." Dafa dengan cepat menyingkirkan selimut membalut tubuh istrinya dan membawa Gea naik keatas kasur.


"Bagaimana sudah mendingan??" tanya Dafa. "sudah, tapi bayinya... apa dia tidak kenapa - kenapa.." tangisnya pecah begitu saja.


"Eh jangan nangis dong, baiklah aku akan menelpon dokter sebentar ya." Dafa mengambil ponselnya dan menelpon dokter keluarga nya.

__ADS_1


••


"Bagaimana dok keadaan nya?? bayinya baik saja kan?" Tanya Dafa yang melihat dokter hanya senyum - senyum saja.


"Dokter jawab dong?? masa senyum - senyum doang. kayak orang gila saja." Dafa memutar bola matanya.


"Hey aku bukan orang gila ya!" seru dokter sisi, menarik telinga Dafa. "Aw sakit Dok, kau benar tega sekali menarik telinga keponakan mu." Ucap Dafa menahan rasa sakit telinganya.


"Mengapa kau tidak memberitahukan pada ku bahwa kau sudah menikah hah?!"


"Dasar anak nakal!"


"Ah," Dokter sisi hanya menghela nafas kasar dan menatap kearah Gea. "Syukur kau punya istri cantik dan baik hati." Ucap dokter sisi melepaskan telinga dafa.


"Kamu mengenal dokter ini Dafa?" tanya Gea yang melihat sedari tadi mereka sangat akrab.


"tidak. dia hanya seorang dokter saja." Ucap Dafa menatap kearah dokter sisi sekali - kali.


"Dafaaaaaaa!!!!!"


"teganya kau mengatakan ku orang lain!!! Dafa aku ini tantemuuuu!!!!"

__ADS_1


"Awas saja akan aku adukan kau pada papamu!!!" teriak dokter sisi pergi begitu saja.


"Biarin, emang aku takut." ledek Dafa melihat kepergian dokter sisi dan menjulurkan lidahnya.


"Dafa kamu jahat!" teriak Gea masuk kedalam kamar nya, mengunci pintu kamar nya.


"Gea buka pintunya?? Kenapa kamu kunciin aku? aku mau masuk!" Teriak Dafa dari luar sembari mengetuk pintu.


"Tidak! tidur diluar saja!!" Teriak Gea.


"Haruskah aku tidur dengan mama tua itu lagi?" Batin Dafa.


••


Siang harinya Angga tidak datang ke kantor nya, ia sudah ada janji dengan seseorang. Ia keluar hanya dengan pakaian casualnya, dan kacamata hitamnya.


"Angga mau kemana dia? dia tidak bekerja?" Batin Meyra memandang Angga dari sekitar halaman rumah sembari menyiram tanaman.


"Mama aku keluar sebentar ya!" teriak Meyra buru - buru mengambil ponsel dan beberapa uang saja.


"Meyra tunggu!!! ini tasmu sayang!!" teriak mama Delia yang berlari menyusul menantu nya. "Yah tuh anak, kebiasaan banget ngak bawa tas." Gerutu mama Delia menatap kepergian menantunya.

__ADS_1


__ADS_2