
"Ada apa ma, kok tumben bawa makanan segala ke kamar bukannya kita akan makan dimeja makan seperti biasanya, ngak biasanya mama membawa makanan kekamar ku." Meyra begitu heran dengan mama mertuanya yang datang tiba - tiba ke kamar nya dan menaruh nampan berisi makanan itu di meja dekat dengan sofa.
"Ngak ada apa - apa kok sayang," Kini mama Delia menatap kearah putranya yang duduk disofa dengan menyilangkan kedua kakinya fokus membaca buku.
"Angga, kamu libur kerja dulu ya hari ini. mama sudah bilang sama papamu, dia mengizinkan mu libur hari ini." Ucap mama Delia menatap putranya itu.
"Benar ma." Angga begitu senang.
"Hmm... kayaknya ada waktu banyak nih untuk selalu dekat dengan Mey.." Angga senyum - senyum sendiri.
"Iya sayang, oh ya Mey mama sampai lupa." Menepuk jidatnya padahal ia kesini ingin memberitahukan tentang masalah pendaftaran kuliahnya.
"Mey tadi mama ditelpon sama adik mama, paman Sam.. kamu sudah diterima di universitas negeri sama Gea juga dan sekarang kamu boleh mulai kuliah." ucap mama Delia.
Meyra yang mendengar itu begitu kegirangan. "Yang benar mah? asyikkkk bisa kuliah lagi makasih ya ma." Meyra memeluk mama Delia dengan erat. Ia begitu senang impian nya selama ini ia pendam untuk kuliah lagi menjadi kenyataan.
__ADS_1
Sementara Angga yang tidak sengaja mendengar itu kini mulai melipat bukunya.
"Ma, kenapa angga tidak tahu bahwa Meyra akan kuliah."
"Astaga mama lupa, sebenarnya kemarin itu mama ingin memberitahu kamu tapi, kamu mengurung diri sama Meyra dikamar jadi gimana mau kasih tahu." Ucap mama senyum - senyum menampakkan gigi nya yang masih tersusun rapi itu.
Meyra mendengar itu menjadi tersipu malu.
"Tapi ma, Angga tidak setuju... lagian Mey sudah menikah nanti apa kata orang."
Kini Meyra hanya menundukkan kepalanya ia merasa sedih akan kata - kata Angga.
"Mey kamu tenang saja, kamu akan tetap kuliah sekarang kamu makanlah dulu.. dan bersiap - siaplah sebentar lagi kamu akan berangkat kuliah. Jangan pedulikan omongan Angga, dia memang seperti itu orang nya." Ucap mama Delia menatap putranya yang hanya cemberut.
Mey hanya mengganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Ah gagal, padahal kan hari ini... aku pengen dekat - dekat terus sama Mey.. mama gimana sih!" Kesal Angga dalam hati.
"Ya udah mama tinggal keluar dulu,"
"Oh ya," mama Delia baru ingat sesuatu. Ia mendekati telinga Meyra membisikkan sesuatu.
"ngomong - ngomong mama minta maaf atas kelakuan Angga, melakukan nya dengan kasar semalam" bisik mama Delia dengan menggoda.
Meyra begitu terkejut dan malu, jadi tadi malam mamanya melihat adegan yang menjijikan itu. Pikiran nya kemana - mana menahan rasa malu, ingin rasanya ia mencelupkan wajah nya kedalam bak kamar mandi sekarang juga.
Iya, kemarin itu mama Delia begitu khawatir dengan Meyra, ia takut bahwa putranya akan melukai menantunya itu. Karena ia tahu semenjak Angga pulang dari kantor, ia begitu marah - marah mencari keberadaan menantunya, jadi nya ia takut dan menyusul putranya itu ke kamar tetapi sebelum itu Gea tidak sengaja juga lewat dari pintu kamar kakaknya karena ingin mengambil air minum tetapi ia mengurungkan niatnya karena ia melihat mamanya sedang mengintip sesuatu.
Jadi lama kelamaan mereka tidak sengaja mendengar suara pertengkaran tetapi mereka ingin masuk ke kamar tetapi karena mendengar sesuatu menggoda iman yah, mereka mengurungkan nya dan berakhir kembali ke kamar masing - masing dengan perasaan senang.
membiarkan mereka melakukan adegan panas itu.
__ADS_1
••
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️