Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 144


__ADS_3

Yang memergoki mereka itu mama Nayra, kini mama Nayra sudah berdiri dihadapan mereka dengan meintrogasi.


"Mama jangan berpikiran yang aneh - aneh deh, tadi itu Mey suruh Angga perbaiki resleting dress Mey aja. " Ucap Meyra yang kini duduk dikursi meja riasnya.


"Benar itu Angga ? kalian tidak----"


"Ma! jangan berpikir kotor."


"Okey. mama cuma ingatin tidurlah lebih awal besok kita akan pergi kerumah sakit mengantarkan papa check up." Ujar mama Nayra.


"iya ma." Jawab Meyra.


Setelah kepergian mama Nayra, dengan cepat Angga menarik lengan Meyra keatas tempat tidur. dan terjadilah bercocok tanam.


"Tunggu!" Meyra melepaskan ciumannya.


"Apa lagi ?" kesal Angga.


"kamu lupa kata mama,"


"sebentar saja." Angga kembali menyerang bibir Meyra dan bergulat malam panasnya diranjang.


••


Dafa dan Gea masih keliling kediaman anggaranaya, dan kini mereka berada di ruangan terbuka yaitu taman bunga di belakang kediaman itu. Sedari tadi Gea dan Dafa saling berdiam diri, dan berjalan berdampingan tetapi sedikit berjalarak 30 cm.


Apalagi sedari tadi beberapa para pelayan, dan yang lainnya menyapa Gea.

__ADS_1


Tetapi untung nya sekarang terlihat sepi tidak ada yang bekerja atau tukang kebun yang biasanya menyiram tanaman tidak ada membuat Dafa bisa melakukan aksinya.


Tanpa disadari Dafa menarik lengan cantik Gea dan memeluk wanita itu dari belakang, mampu membuat pupil Gea membesar.


"lepaskan daf! Nanti dilihat sama mama!" seru Gea berusaha melepaskan tangan Dafa yang semakin erat memeluknya.


"Biarkan saja. aku akan menikahimu." bisik Dafa mampu membuat Gea buluk kuduknya berdiri.


Dalam satu tarikan Gea menghempaskan kedua tangan Dafa dari pelukannya.


"Kau dengar baik - baik." Gea menatap kedua manik mata milik Dafa. "aku tidak akan pernah mau menikahi pria seperti mu! aku tidak mau!" Ucap Gea dengan mata kini memerah.


"kau yakin? Aku tidak yakin." Ujar Dafa dengan menyungingkan senyumannya.


"Ya, karena aku tidak mencintaimu. Aku hanya butuh pria yang telah menghamiliku. ayah dari bayi ini!!" teriak Gea menunjuk kearah perutnya lalu berjalan menuju pintu masuk kedalam ruangan.


"Aku tidak peduli itu bayi siapa yang kau kandung tapi aku akan tetap menikahimu!" Ucap Dafa mampu membuat Gea menghentikan langkahnya lalu berbalik.


"terserah!" Ucapnya lalu pergi.


••


Sudah sekian lama mama Sonya dan Dafa berada diruang tamu, dan kini mereka pamit untuk pulang.


"Terima kasih ya jeng atas jamuan nya." Ucap mama Sonya memeluk temannya itu.


Kini mereka sudah berada didepan gerbang pintu rumah.

__ADS_1


"Seharusnya aku yang berterima kasih, karena kamu sudah berkunjung kerumahku." Jawab mama Delia.


Mereka pun melepaskan pelukannya, "Dafa makasih juga mau main kesini ya nak. besok - besok kalau mau kesini lagi, datang aja ya." Ucap mama Delia dan diberikan anggukan dan senyuman oleh dafa.


"Baiklah jeng aku permisi pulang dulu."


"Hati - hati dijalan."


"Hm."


Mereka pun saling melambaikan tangan nya, dan setelah jejak mobil yang dinaiki mama Sonya dan Dafa sudah tidak terlihat. Mama Delia masuk mencari keberadaan putrinya.


"Ge. sayang kamu didalam kan nak? ini mama.. tolong buka pintunya sebentar?" mama Delia mengetuk pintu kamar putrinya yang tidak kunjung mendapatkan sahutan.


Ceklek.


Pintu terbuka.


"Ada apa ma?" Ucap Gea menundukkan kepalanya.


"Ge kamu habis nangis sayang ?" tanya mama Delia, menyentuh dagu putrinya dan menaikkan dagu putri nya agar ia bisa melihat wajah putrinya yang terlihat matanya begitu sebab seperti nya ia habis menangis.


"Enggak kok ma. soalnya kalau habis bangun tidur kayak gini." Jawab Gea bohong.


"Ya udah, mama cuma mau gingetin besok pagi mama mau ngajak kamu ke suatu tempat kamu dandan yang rapi besok ya." Ucap mama Delia.


"Ya ma."

__ADS_1


"Kalau gitu Gea lanjut tidur lagi." Ucap Gea buru - buru menutup pintunya, tanpa mendapatkan jawaban dari mama Delia.


__ADS_2