
Angga menaiki anak tangga rumahnya, matanya menatap kearah lain.
"Kenapa sepi banget ya??" Batin Angga.
"Ma! mama!!!" Teriak Angga mendengar tidak ada sahutan sama sekali.
"Maaf tuan muda, nyonya sedang menemani tuan besar ada pekerjaan penting disingapura." Ucap bi Minah.
"Ck.. mama tidak bilang sesuatu padaku." Batin Angga.
"Berapa lama bi?"
"sebulan, dan nyonya berpesan untuk menyelesaikan konflik rumah tangga tuan dengan nona Meyra." Ucap bi Minah.
Angga memutuskan terburu - buru menuju kamarnya mencari keberadaan Meyra.
"Ada apa dengan tuan muda ya?" gerutu bi Minah menatap punggung Angga yang semakin menghilang.
"Meyra!!! Mey!! kamu didalam kan sayang?!" Teriak Angga, membuka pintu kamar nya tidak terkunci dan mencari keberadaan Meyra yang tidak kunjung ditemukan.
"Dimana Meyra?" Angga menelpon ponsel Meyra dan tidak ada jawaban sama sekali.
"Ck, kemana dia kenapa tidak ada Jawa sama sekali..." Ucap Angga melempar ponselnya kesembarang arah dan membaringkan tubuhnya menatap langit - langit kamarnya.
"Apa Meyra...., tidak mungkin!" Angga terbangun dari kasurnya dan mengambil ponsel barunya di lemarinya.
__ADS_1
"Aishhh sial aku lupa lagi nomor ponsel Gea. bagaimana ini?" Ujar Angga mengacak - acak rambut nya prustasi.
••
Malam harinya, jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam, Meyra masih duduk di sofa sampai ia tertidur.
Gea dan Dafa masih keluar, katanya sih untuk mencari udara segar.
Ceklek.
tiba - tiba ada guncangan pada tubuhnya, membuat nya terbangun.
"Gempa!" Teriaknya.
Menatap sekeliling nya tidak ada yang bergoyang, tetapi ada sesosok perempuan sudah berumur tetapi masih sangat terlihat cantik.
"Nyonya, maaf saya ketiduran." Ucap Meyra yang sudah tahu dari Gea bahwa mama Dafa tinggal di apartemen nya juga dan pastinya orang yang dimaksud mama nya Dafa yang ini.
"Kalau boleh tahu kamu siapa ya? kenapa bisa tertidur disini?" tanya mama Sonya memandang wajah Meyra yang sedikit pucat.
"Saya kakak iparnya Gea." Jawab Meyra lesu.
Mama Sonya menyentuh kening Meyra yang terasa sangat panas. "Astaga kamu demam nak. Aku panggilkan dokter ya." Ucap mama Sonya segera menelepon seseorang.
Setelah mereka berbincang lewat ponsel, mama Sonya pun kini membawa Meyra untuk istirahat sejenak dikamarnya.
__ADS_1
"Kamu istirahat lah disini terlebih dahulu, nanti jika dokter nya sudah datang.. mama akan menghampiri mu." Mama Sonya membaringkan tubuh Meyra dan menyelimuti nya dengan rasa sayang.
"Kamu panggil mama saja, sama seperti Gea dan Dafa..." Ucap mama Sonya sebelum ia keluar dari kamar dan diberikan anggukan kepala Meyra.
setelah mama Sonya keluar dari kamar, menyisakan Meyra sendiri didalam kamar. Ia menatap kearah langit kamar, "Setelah aku sembuh, aku akan langsung pergi. ayo Mey kamu harus kuat, dengan semua ini." Batin Meyra dalam hati.
••
Angga yang sedari tadi mencari keberadaan istri nya tidak kunjung ditemukan. Pergi ketempat tempat yang sering dikunjungi istri nya pun masih tidak ada tanda - tanda ataupun pergi kerumah Calvin juga tidak ada.
Kemana dia harus mencari lagi?
Ting.
Sebuah pesan masuk dari ponsel nya, nomor yang tidak dikenali.
"Jika kamu ingin tahu keberadaan istri mu kau bisa datang ke apartemen ayu, lantai tiga kamar nomor 10."
Itu isi pesannya.
"Pa kenapa beritahu Angga sih?! " Ujar mama Delia yang duduk disofa hotel tempat mereka menginap.
Ya, yang mengirim pesan itu tuan anggaranaya.
Mereka sekarang ada disingapura dan menginap di hotel miliknya sendiri selama satu bulan.
__ADS_1
"Biarkan saja, papa ingin tahu bagaimana anak itu menyelesaikan masalahnya dengan istri nya." ucap tuan anggaranaya.