Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 145


__ADS_3

Keesokan harinya.


Seol.


"Kemana adik kecilmu sama suaminya...?" tanya mama Nayra yang tidak mendapati putri sulungnya ada disamping Andre.


Andre yang duduk dikursi tunggu diruangan rumah sakit itu hanya mengangkat bahu acuh.


"ma, pa." Suara seseorang menolehkan kepala mama Nayra.


"Mey kamu kemana aja nak...?" Tanya mama Nayra.


"Itu tadi Mey coba periksa kandungan selagi kerumah sakit juga kan." Ucap Meyra.


"Terus suamimu mana?" memang Angga sedang tidak ada disampingnya hanya dirinya sendiri.


"Angga sedang bayar obat. bagaimana dengan papa... apa kata dokter?" tanya balik Meyra, kini ia menjongkokkan badannya menatap papanya yang kini duduk dikursi roda.


Sebetulnya tuan anantha sudah hampir 3 bulan lumpuh, mengharuskan berjalan menggunakan kursi roda dan itu penyebab nya jatuh dari tangga.


"Papa... Ini kamu baca sendiri."Mama Nayra memberikan surat yang diberikan dokter barusan.


"Apa? Jadi papa sudah bisa jalan sebentar lagi...?" tanya Meyra dengan mata berbinar. "Iya sayang papa bakalan bisa jalan." Ucap tuan anantha.


"Asyik, papa bisa jalan lagi. selamat ya pa." Meyra memeluk tuan anantha dengan bahagia, saking bahagianya ia lupa dengan suaminya yang kini sudah berada disampingnya.

__ADS_1


Didalam perjalanan pulang, menuju kediaman , mereka menaiki mobil satu mobil. mama Nayra duduk diposisi urutan kedua dengan Andre sementara Meyra dan Angga dipaling belakang dan tuan anantha didepan bersama sopir.


"Pak sopir, kita ke restoran Metha saja pak." titah mama Nayra.


"Baik nyonya."


"Loh kok kesana ma, bukannya pulang?" kening Andre mengerut.


"Sudah kamu perlu diam saja nanti kamu tahu."


"Papa masih ingat kan ini hari apa?" Celetuk mama Nayra.


"Ya papa ingat kok." Jawab tuan anatha dengan tersenyum.


Andre hanya terdiam dengan raut wajah binggung. Ada apa sebenarnya? hari? memang nya ada apa hari ini? pikir Andre.


"Jalan enam bulan, memang kenapa ma?" tanya Meyra, ia menatap suaminya heran dengan pertanyaan mama Nayra.


"Enggak ada." Jawab mama Nayra.


••


Indonesia, bagian barat.


Karena di bagian Jakarta hari ini sudah pukul sembilan pagi dan dikorea sepuluh pagi beda satu jam. Seperti yang dikatakan mama Delia beberapa jam yang lalu mengingatkan nya untuk segera berdandan. Kini ia dengan malas nya sibuk memoles beberapa makeup pada wajah nya.

__ADS_1


"Ge. kamu sudah siap - siap kan sayang? cepetan turun yah! papamu sudah ada dibawah nak nungguin kamu!" teriak mama Delia dari bawah.


"Iya ma. sebentar lagi!" jawab Gea.


Dengan malas ia mengambil tas selempang nya dan turun kebawah.


"ma, sebenarnya ada apa sih kok pake dress segala... kayak mau kondangan aja." Gerutu Gea dengan memayunkan bibir nya.


Mama Delia hanya tersenyum dan menatap suaminya yang dibalas juga dengan senyuman.


"Papa tunggu diluar." Jawab tuan anggaranaya keluar dari dalam rumah menuju masuk mobil.


"Ayo sayang entar kamu tahu." Ucap mama Delia menuntun putri nya keluar dari rumah nya.


"Ma kita mau kemana sih sebenarnya?" tanya Gea yang kini berada dalam mobil. Mereka sedang dalam perjalanan.


"Entar kamu tahu sayang." Itu - itu saja Gea dengar dari mama Delia membuat nya kembali terdiam dan memutuskan untuk menatap kearah jalanan yang dipenuhi kendaraan.


••


"Dafa cepat kamu pakai pakaian mu sayang!" teriak mama Sonya dari ruang tamu yang hanya mendapati putranya masih terlihat acak - acakan.


"Males ma, lagian Dafa lagi pengen bobo lagi." Ucap Dafa, ia kembali menguap dan merebahkan tubuhnya diatas sofa.


"Ma, untuk apa Dafa dinikahkan. lebih baik tidak usah, palingan dia akan menyusahkan istri nya nanti.hahhaha." Sindir Dika yang melihat itu dari pagar tangga yang ada dipintu kamar nya.

__ADS_1


"Wait. Menikah!!!" teriak Dafa. Ia terlonjak dari duduknya dan menatap kearah mama Sonya yang hanya ekspresi wajah nya datar.


__ADS_2