
Gea sudah sampai dirumahnya, pukul setengah dua pagi itu. Rumah begitu terlihat sepi dan gerbang pintu terkunci rapat. Pak.satpam tertidur di dekat gerbang dengan kursi yang ia duduki. (Berarti posisi duduk)
"Pak, pak bangun!" Ucap Gea membangunkan pak satpam dari celah - celah lubang pintu pagar.
Pak satpam terbangun gara - gara bisikan seseorang dan ia terlonjak bangun dari duduk melihat seseorang memanggilnya.
"Non Gea!" Ucap pak satpam.
"Ya pak, tolongin buka pintunya." titah Gea.
"Baik non." Pak satpam dengan cepat membuka gerbang pintu mempersilahkan anak majikan nya masuk.
Gea dengan cepat masuk kedalam rumahnya sementara pak satpam hanya menggaruk kepalanya. "Tumben non Gea pulang jam segini?" Ucapnya. Ia tidak tahu tentang hilangnya Gea.
"Mama, papa!!! Ma, pa! Kak!" teriak Gea masuk kedalam ruang tamu tidak ada siapapun disana semua penghuni rumah sedang sibuk tidur dan masuk ke alam mimpi mereka masing - masing.
"Ma,.pa!! kak!" Teriak Gea sekali lagi tidak mendapatkan jawaban lagi.
__ADS_1
Mama Delia yang merasa terusik membangunkan suaminya. "Pa bangun!" Ucap mama Delia menguncang bahu suaminya.
"Ada apa ma?? ini masih jam 2 pagi kenapa dibangunkan....?" Ucap tuan anggaranaya menatap jam tangannya.
"Ihhh mama seperti mendengar suara yang memanggil kita."
"Palingan itu hanya mimpi, lebih baik tidur kembali." ucap tuan anggaranaya ia kembali tertidur dan memeluk bantal guling nya membelakangi istri nya.
"Apa hanya mimpi ya. tapi..." Mama Delia perasaan nya menjadi tidak enak ia mencoba keluar kamar nya mencari seseorang yang memanggil nya terdengar dari ruang tamu.
Saat dibawah gelap, suara seseorang menangis disana membuat nya bergidik Geri.
Tetapi lagi - lagi suara tangis itu semakin keras membuat nya semakin ketakutan tetapi ia mencoba mendekati tempat itu menuruni tangga dan meraba - raba dinding tembok mencari saklar untuk menghidupkan lampu.
Tak.
Lampu itu menyala begitu saja, terlihat seseorang sedang meringkuk dibawah sofa menangis dengan gaun berwarna merah dan rambut terurai membelakangi nya.
__ADS_1
Mama Delia semakin ketakutan dan lalu pingsan dan Gea yang menyadari lampu itu menyala melihat kebelakang mama Delia pingsan.
"Ma! mama, ma bangun ma." Gea menepuk - nepuk lembut pipi mama Delia.
Belum beberapa menit mama Delia bangun, dan memegang keningnya terasa pusing. Ia tidak menyadari ada Gea disampingnya, "Dimana hantu penunggu itu?" Ucapnya.
"Ma syukurlah mama sudah siuman." Gea langsung memeluk mama nya dari belakang.
"Hah Gea!! sayang kamu kah itu?! Jadi yang tadi itu adalah kamu?!!" Seru mama Delia. Ia membalikkan tubuhnya menatap kearah putri nya, wajah nya begitu berantakan karena makeup nya luntur akibat terlalu banyak menangis.
"Ma Gea kangen! Gea takut!! tolong lindungi Gea ma!" Ucap nya dipelukan mama Delia.
"Sayang akhirnya kamu pulang nak, papamu Berjam - jam mencari mu tidak kunjung pulang kamu kemana saja sayang! Kau tahu mama sampai ingin menangis disaat kamu belum ditemukan sayang." Mama Delia memeluk putrinya dengan begitu erat sampai tidak berani melepaskan nya karena takut akan kehilangan lagi.
"Maafkan Gea ma! Gea diperkosa ma! Gea hamil ma! maafkan Gea ma!!" Isak tangis Gea. Ia tidak mau menyembunyikan ini semua pada mamanya.
"Apa!!!" Seru mama Delia ia kembali pingsan lagi.
__ADS_1
"Ma!!! Mama!!!"
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️❤️