
Ketiga manusia itu sekarang duduk dimeja melingkar dekat dengan jendela kaca. Situasi kafe sedikit pengunjung seperti biasanya. Dimeja sudah tersedia teh hijau hangat dengan jus jeruk beberapa menit yang lalu.
Dafa dan Meyra saling beradu pandang sejenak, mengingat sesuatu. Dan itu mampu membuat Gea merasa panas dihatinya.
"Kamu kan Meyra yang diparis aku temui itu!"
"Kamu kan Dafa yang diparis aku temui juga!"
Ucap mereka berdua berbarengan.
"Kalian sudah saling kenal?" Sahut Gea memandang Meyra dan Dafa secara bergantian.
"Ya, kami tidak sengaja bertemu Diparis waktu itu..." Tutur Meyra.
"Dan Meyra kamu kenal Gea juga??" Tanya Dafa lebih syoknya.
"Ka-------"
"Meyra."
"Ayo kita pergi, ada yang gawat terjadi dirumah." Angga menarik lengan istri nya secara tiba - tiba.
"Kakak ada apa di------" Gea tidak meneruskan perkataannya karena Angga sudah membawa Meyra keluar dari kafe.
__ADS_1
"Meyra dan pria itu kamu panggil kakak, sebenarnya apa ini semua?" Ucap Dafa menatap mata Gea.
"Dia kakak ku dan Meyra itu kakak iparku. Puas! dan sekarang aku mau menyusulnya." Ucap Gea berdiri dari duduknya ingin melangkah pergi tetapi tangannya ditahan Dafa.
"Mau kemana?? kamu tidak boleh kemana - mana." Ucap Dafa dengan tatapan mata nya begitu tajam.
Gea hanya mampu menelan salivanya, setiap kali memandang tatapan mata Dafa. "Kamu mau apa??" ucap Gea saat Dafa mendekati wajah nya.
"Dasar istri bodoh! aku capek cari tahu tentang siapa istri ku? ternyata kamu orangnya." Ucap Dafa.
"Kyaaaaa! Dafa apa yang kamu lakukan?! cepat turunkan aku!!!" teriak Gea yang langsung digendong Dafa ala bridal style.
"Diam!! kamu tidak mau kan dilihat oleh orang - orang..." Ujar Dafa matanya melihat kesekeliling, memang orang - orang sedang memandangi nya dengan heran.
"Jika seperti ini kan cantik." ucap Dafa dengan senyuman manisnya mampu melelehkan perempuan didunia ini.
••
Angga dan Meyra sudah sampai dirumah. Tetapi mereka belum juga turun dari mobil karena Angga harus menggoda Meyra yang sedang marah padanya.
"Mey kamu marah padaku?" Ucap Angga dengan mencolek dagu istri nya yang menatap kearah lain.
"Kalau kayak gini gapain pake nanya segala!" Meyra mengerucutkan bibirnya cemberut.
__ADS_1
"Ayolah sayang maafkan aku ya. aku cuma ngak suka kalau kamu dekat dengan pria itu." Ucap Angga ikut cemberut.
"Aku kan ngak tahu bakalan ketemu disana, bagaimana sih. padahal aku kan pengen banyak bicara sama Gea." Ucap Meyra kini matanya menatap mata suaminya yang begitu sangat lucu sedang cemberut.
"Tapi maafkan aku." Angga matanya berkaca - kaca seperti anak kecil sedang dimarahi emaknya.
"Bagaimana bisa aku marah padanya. jika sudah seimut ini." Batin Meyra. "Ya udah aku maafin lain kali jangan begitu lagi." ucap Meyra mengulum senyumnya.
"Benarkah?? baiklah. makasih istri ku." Angga memeluk Meyra dan tidak lupa memberikan nya ciuman bertubi - tubi diwajahnya.
"Ah geli, hentikan Angga." Ucap Meyra berusaha menghindari ciuman Angga.
"Bilang sayang dulu, aku akan hentikan." Ucap Angga kembali menyerang wajah Meyra menciumnya berkali-kali.
"ah sepertinya semakin lama dia semakin gila." batin Meyra.
"Baiklah. Hentikan sayang, aku mohon." Ucap Meyra dengan lembut.
"Apa?? katakan sekali lagi? aku tidak dengar." Angga menghentikan mencium wajah istri nya dan menangkup wajah chubby itu.
"Sayang...." Ucap Meyra mencium bibir Angga.
"Ah makasih sayang..." Ucap Angga memeluk Meyra lagi dengan begitu erat.
__ADS_1
"maaaaa anakmu seperti nya sedang gilaaa!" batin Meyra.