Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 17


__ADS_3

"Eh.. heh.. "


Cit.. bruk! tiba - tiba saja Meyra tidak sengaja menabrak pohon yang ada dipinggir jalan untung saja hanya sekedar dr mobilnya saja yang penyok.


"Ah, sial.." Ia mengambil alih terpaksa menelpon seseorang untuk mengangkut mobilnya itu untuk dibawa kebengkel sedangkan ia terpaksa naik taksi.


"Halo Mey, lo dimana? gue mau ketemu lo nih" Suara seorang gadis dari balik ponsel itu.


"Aku ada dimobil, emangnya kenapa mau ketemu aku?" tanya Meyra balik sambil sibuk matanya melihat jalanan dari balik jendela kaca mobil.


"Ngak ada gue cuma mau ketemu aja, kalau Lo ngak bisa hari ini ngak papa kok. gue tutup telpon nya"


"Eh jangan.. dimana lokasi nya? gue kesana sekarang" tanya Meyra.


"Di kafe butter book aja.."


"Okey, aku akan segera kesana.."


Setelah mereka sama - sama mengakhiri ponselnya masing - masing.


"Pak kita ke kafe butter book," Ucap Meyra kepada pak sopir taksi yang ia naiki sekarang.


"Baik nona.." Jawab pak sopir taksi.

__ADS_1


.........


.


Gea baru sampai di parkiran depan hotel yang baru saja ia pijaki, ia menyuruh para suruhan nya untuk mencari alamat kakaknya berada.


Saat ia akan menaiki lift masuk, ia sudah melihat pria asing kemungkinan memiliki usia sedikit lebih dewasa dari nya dengan setelan pakaian semi formal nya dengan rambut gaya coolnya menampakkan ketampanan nya.


"Nih orang ngapain sih geliatin aku terus?" Gerutu Gea dengan kesal. Ya, memang sedari tadi pria asing itu mencuri perhatian nya dan Gea menyadari itu.


"Ngapain anda lihatin saya??" tanya gea dengan berkacak pinggang dan tidak lupa menatap pria itu dengan tatapan tajam.


Pria itu menyunggingkan senyumnya, "Maaf nona, saya tidak melihat anda sedari tadi." Ucap pria itu dengan datar.


Ting.. suara lift sudah berada dilantai dua puluh tetapi ia baru tersadar bahwa dirinya salah lantai. sampai ia mengulanginya tetapi saat akan akan pintu lift itu terbuka tiba - tiba ia membulatkan matanya beberapa orang masuk kedalam lift itu membuat nya berdesak - desakan. pria yang tadinya itu hanya menahan tawanya dan gea menyadari itu.


"Mau ketawa jangan ditahan,," ucap Gea kepada pria asing yang kini disampingnya itu.


tiba - tiba Gea didorong sampai terantuk dengan besi lift. "Ah maaf nona.." Ucap salah satu wanita.


"Sini makanya, udah tahu sempit masih desak - desakan.." pria itu menarik lengan Gea dan mendekap gadis itu. Gea yang merasakan getaran dijantungnya terdiam seketika.


Ini pertama kalinya ia dipeluk oleh pria, apalagi prianya orang Korea dan tampan.

__ADS_1


πŸ’— πŸ’— πŸ’—


Dalam waktu beberapa menit kemudian Meyra sudah sampai didepan kafe butter book. Didalam kafe yang terlihat dinding cermin dari luar sang teman yang ia cari - cari melambaikan tangan nya kearah nya dan dibalas Meyra. Ia berlari kecil masuk ke kafe butter book yang lumayan kecil itu sejenis mini bar.


"lama amat,," Naura mulai bersuara.


"Maaf, macet dijalan ada sedikit perbaikan jalan soalnya.." Meyra duduk dibangku tepat saling berhadapan itu.


"Ohhh.." Naura hanya berβ€” oh.


Naura itu adalah sahabat kecilnya dan sepupu dari anak adek ayahnya, mereka itu dibilang memiliki kemiripan hampir sama. Banyak yang bilang seperti itu jika mereka selalu bersama. Tetapi karena Meyra pindah ke Indonesia untuk meneruskan studinya membuat nya tidak memiliki teman tapi tidak untuk sekarang karena Meyra telah kembali.


β€’


β€’


β€’


β€’


β€’


β€’

__ADS_1


Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❀️


__ADS_2